7 Penyakit Lisan yang Sering Dianggap Remeh, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Minggu, 31 Agustus 2025 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah bersabda,
“Bahwa bagian dalam salah seorang di antara kalian penuh dengan nanah sampai mematikannya, sungguh lebih baik baginya daripada ia penuh, dengan syair.” (HR. Muslim).
“Janganlah berbantah-bantahan dengan saudaramu dan jangan bersenda gurau dengannya.” (HR. at-Tirmidzi).
Senda gurau diperbolehkan asalkan tidak dilakukan secara terus menerus, yang artinya perbuataan sia-sia. Senda gurau juga sebaiknya tidak mengandung unsur-unsur berbohong. Bahkan Nabi Muhammad pun pernah bersenda gurau.
Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya aku bersenda gurau tetapi aku tidak mengatakan kecuali yang benar.”
Demikianlah beberapa bahaya lidah yang dapat menjerumuskan kita ke neraka. Bagaimana caranya kita agar terhindar dari bahaya tersebut? Jawabannya adalah berkata yang baik atau diam.
Ibnu Mas’ud Rahimahullah pernah berkata, “Wahai lidah, berkatalah yang baik pasti kamu beruntung, dan diamlah dari mengatakan keburukan pasti kamu selamat sebelum menyesalinya.”
Baca juga: Kufur Nikmat, Fenomena Penyakit Zaman Sekarang
Wallahu ‘alam.
“Bahwa bagian dalam salah seorang di antara kalian penuh dengan nanah sampai mematikannya, sungguh lebih baik baginya daripada ia penuh, dengan syair.” (HR. Muslim).
7. Senda gurau.
Termasuk juga bahaya lidah dan perbuatan yang sangat dilarang adalah senda gurau, kecuali dalam kadar yang sedikit. Rasulullah bersabda,“Janganlah berbantah-bantahan dengan saudaramu dan jangan bersenda gurau dengannya.” (HR. at-Tirmidzi).
Senda gurau diperbolehkan asalkan tidak dilakukan secara terus menerus, yang artinya perbuataan sia-sia. Senda gurau juga sebaiknya tidak mengandung unsur-unsur berbohong. Bahkan Nabi Muhammad pun pernah bersenda gurau.
Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya aku bersenda gurau tetapi aku tidak mengatakan kecuali yang benar.”
Demikianlah beberapa bahaya lidah yang dapat menjerumuskan kita ke neraka. Bagaimana caranya kita agar terhindar dari bahaya tersebut? Jawabannya adalah berkata yang baik atau diam.
Ibnu Mas’ud Rahimahullah pernah berkata, “Wahai lidah, berkatalah yang baik pasti kamu beruntung, dan diamlah dari mengatakan keburukan pasti kamu selamat sebelum menyesalinya.”
Baca juga: Kufur Nikmat, Fenomena Penyakit Zaman Sekarang
Wallahu ‘alam.
(wid)
Lihat Juga :