Populer sebagai Bulan Perang, Ini 9 Peperangan yang Terjadi di Bulan Safar
Selasa, 29 Juli 2025 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, Amr bin Umayyah pulang, ketika beliau di Qorqrah di awal Qanat, beliau turun di naungan pohon. Kemudian ada dua orang datang dari Bani Kilab dan turun bersamanya. Ketika keduanya tertidur, Amr membunuhnya, beliau berpendapat telah membalas dendam dari teman-temannya. Ternyata keduanya telah memiliki perjanjian dari Rasulullah dan dia tidak mengetahuinya. Ketika beliau datang, beliau memberitahukan kepada Rasulullah apa yang telah dilakukannya, maka beliau mengatakan: "Sungguh anda telah membunuh dua orang, maka anda harus membayar diat (pengganti dari qisos dengan membayar sejumlah uang) untuk keduanya. (Zadul Ma’ad, 3/246-248).
Mereka pun menunggu, lalu ketika penduduk itu tertidur, mereka menyerbu dari segala penjuru sehingga terjadi peperangan hebat sampai banyak yang terluka pada kedua belah pihak.
Qutbah bin Amir membunuh orang yang dapat dibunuh. Dan mereka merampas unta, wanita, dan kambing untuk dibawa ke Madinah. Dalam perang ini, kaum tersebut berkumpul untuk mengejar mereka, namun Allah mengirimkan kepada mereka banjir yang besar sehingga menghalangi mereka dari kaum muslimin. Alhasil umat Islam dapat membawa unta, kambing dan tawanan. Sementara mereka hanya dapat melihat tidak dapat menyeberangnya sampai tidak terlihat.” (Zadul Ma’ad, 3/514)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakan, "Selamat datang dan silakan. Saya tidak mengetahui kalian. Kemudian mereka masuk Islam . Rasulullahpun memberi kabar gembira dengan ditaklukkannya Syam, Heraklius kabur dari negaranya. Rasulullah juga melarang mereka meminta ke dukun, dan memakan sembelihan yang mereka sembelih. Beliau juga memberitahu kepada mereka bahwa tidak ada perintah (untuk menyembelih) untuk mereka selain berkurban. Mereka berdiam diri beberapa hari di Dar Ramlah kemudian mereka pulang setelah diberi izin." (Zadul Ma’ad, 3/657).
Selain peristiwa yang berkaitan dengan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di atas, masih ada beberapa peristiwa penting lainnya di bulan Safar. Di antaranya:
Baca juga: Siapakah Panglima Perang yang Namanya Diabadikan Sebagai Nama Selat?
4. Penaklukan Kaum Yahudi di Perang Khaibar
Perang Khaibar adalah pertempuran yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan umat Yahudi yang hidup di Madinah. Perang ini terjadi di oasis Khaibar, sekitar 150 Km dari Madinah atau sejauh tiga hari perjalanan dari Madinah. Pertempuran ini terjadi selama dua pekan dan berakhir dengan kemenangan umat Islam. Ibnul Qoyyim berkata, "Sesungguhnya Rasululah berangkat (maksudnya ke Khaibar) di akhir bulan Muharam bukan di awalnya dan ditaklukkan pada bulan Shafar." (Zadul Ma’ad, 3/339-340).5. Pengepungan Khats'am
Peristiwa ini terjadi di bulan Shafar tahun 9 Hijriyah. Rasulullah mengutus Qutbah bin Amir ke Khats'am pinggiran Tabbaalah bersama dua puluh orang. Dia diperintahkan untuk menyerang dari segala penjuru. Mereka keluar dengan sepuluh unta yang dinaiki saling bergantian. Kemudian mereka menculik seseorang dan dinterogasi, akan tetapi dia membisu, kemudian orang itu berteriak untuk memperingatkan masyarakatnya, sehingga dia dibunuh.Mereka pun menunggu, lalu ketika penduduk itu tertidur, mereka menyerbu dari segala penjuru sehingga terjadi peperangan hebat sampai banyak yang terluka pada kedua belah pihak.
Qutbah bin Amir membunuh orang yang dapat dibunuh. Dan mereka merampas unta, wanita, dan kambing untuk dibawa ke Madinah. Dalam perang ini, kaum tersebut berkumpul untuk mengejar mereka, namun Allah mengirimkan kepada mereka banjir yang besar sehingga menghalangi mereka dari kaum muslimin. Alhasil umat Islam dapat membawa unta, kambing dan tawanan. Sementara mereka hanya dapat melihat tidak dapat menyeberangnya sampai tidak terlihat.” (Zadul Ma’ad, 3/514)
6. Masuk Islamnya Bani Udzrah
Bani Udzrah adalah salah satu suku yang mempunyai garis keturunan sampai kepada Qushai salah satu kakek Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Utusan dari 'Uzrah datang menghadap Rasulullah pada bulan Shafar tahun kesembilan. Ada 12 orang di antaranya ada Hamzah bin Nukman. Rasulullah bertanya, "Siapa kaum ini?" Juru bicaranya menjawab: "Orang yang tidak anda ingkari, kami dari Bani Uzrah. Saudara Qusay dari ibunya. Kami yang membantu Qusay, dan menolong dari daerah Mekkah kabilah Khuza'ah dan Bani Bakr. Kami mempunyai kerabat dan keluarga.Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakan, "Selamat datang dan silakan. Saya tidak mengetahui kalian. Kemudian mereka masuk Islam . Rasulullahpun memberi kabar gembira dengan ditaklukkannya Syam, Heraklius kabur dari negaranya. Rasulullah juga melarang mereka meminta ke dukun, dan memakan sembelihan yang mereka sembelih. Beliau juga memberitahu kepada mereka bahwa tidak ada perintah (untuk menyembelih) untuk mereka selain berkurban. Mereka berdiam diri beberapa hari di Dar Ramlah kemudian mereka pulang setelah diberi izin." (Zadul Ma’ad, 3/657).
Selain peristiwa yang berkaitan dengan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di atas, masih ada beberapa peristiwa penting lainnya di bulan Safar. Di antaranya:
7. Penaklukan Persia
Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab radhiadllahu 'anhu pada bulan Safar tahun ke-16 Hijriyah. Kaum muslimin di bawah pimpinan Sa'ad bin Abi Waqash memperoleh kemenangan atas Persia. Sebelumnya kaum muslimin berperang hebat di Qadisiyah (Irak) serta menduduki istananya. Saad Bin Abi Waqash sebelumnya sempat mengalami luka cukup parah akibat pertempuran. Namun pertempuran berhasil dimenangkan kaum muslimin.8.Wafatnya Pembebas Baitul Maqdis Sholahuddin Al-Ayyubi
Pahlawan pembebas Baitul Maqdis Sholahuddin Al-Ayubi mengembuskan nafas terakhir pada bulan Safar Tahun 859 Hijriyah atau Februari 1455 di Damaskus. Beliau wafat hanya memiliki kain kafan dan uang senilai 66 dirham nasirian (mata uang Suriah pada waktu itu). Menjelang wafatnya beliau menyampaikan pesan luar biasa: "Jangan tumpahkan darah, sebab darah yang terpecik tak akan pernah tidur". Beliau meninggalkan penasihat yang menjadi ulama terkenal yakni Ibnu Qudamah, Ibnu Az-Zaki Asy-Syafi’i, dan Ibnu Naja' al-Qadiri al-Hambali.9. Jatuhnya Kota Baghdad ke Tangan Pasukan Mongol
Kota Baghdad dikenal dengan kota ilmu dan pusat pemerintahan Bani Abbasiyah. Pada tanggal 9 Shafar Tahun 565 H (14 Februari 1258 M), tentara Mongol berkekuatan sekitar 200.000 berhasil menduduki Kota Baghdad. Khalifah Al-Mu'tashim, penguasa terakhir Bani Abbasiyah di Baghdad tidak berdaya dan tidak mampu membendung tentara Hulughu Khan.Tentara tartar ini membantai dan menghancurkan seluruh isi Kota Baghdad termasuk produk ilmu pengetahuan. Jatuhnya Baghdad menandakan runtuhnya Daulah Bani Umayah.Baca juga: Siapakah Panglima Perang yang Namanya Diabadikan Sebagai Nama Selat?
(wid)
Lihat Juga :