Selain Panggilan Waktu Salat, Kapan Azan Boleh Dikumandangkan?

Rabu, 06 Agustus 2025 - 16:25 WIB
loading...
Selain Panggilan Waktu...
Azan dianjurkan untuk dikumandangkan, salah satunya ketika ada orang yang mendapat gangguan jin (kesurupan). Foto ilustrasi/ist
A A A
Selain sebagai penanda atau seruan panggilan masuknya watu salat, kapan azan boleh dikumandangkan? Bagaimana dalil dan hukumnya?

Bagi umat Islam, Azan pada umumnya dikenal sebagai panggilan ibadah untuk menunaikan salat wajib lima waktu. Kendati demikian, ada juga azan yang dikumandangkan selain untuk salat, seperti azan di telinga bayi yang baru lahir atau azan ketika ada orang yang sedih atau mengalami kesusahan atau musibah.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfat al-Muhtaj yang merupakan kitab syarah dari Al-Minhaj karya Imam An-Nawawi:

قَدْ يُسَنُّ الْأَذَانُ لِغَيْرِ الصَّلَاةِ كَمَا فِي آذَانِ الْمَوْلُودِ وَالْمَهْمُومِ وَالْمَصْرُووعِ وَالْغَضْبَانِ وَمَنْ سَاءَ خُلُقُهُ مِنْ إنْسَانٍ أَوْ بَهِيمَةٍ وَعِنْدَ مُزْدَحَمِ الْجَيْشِ وَعِننْدَ الْحَرِيقِ قِيلَ وَعِنْدَ إنْزَالِ الْمَيِّتِ لِقَبْرِهِ قِيَاسسًا عَلَى أَوَّلِ خُرُوجِهِ لِلدُّنْيَا لَكِنْ رَدَدْته فِي شَرْحِ الْعُبَابِ وَعِنْدَ تَغَوُّلِ الْغِيلَانِ أَيْ تَمَرُّدِ الْجِنِّ لِخَبَرٍ صَحِيحٍ فِيهِ ، وَهُوَ وَالْإِقَامَةُ خَلْفَ الْمُسَافِرِ (تحفة المحتاج في شرح المنهاج - ج 5 / ص 51)


“Terkadang dianjurkan azan untuk selain salat, seperti di telinga bayi yang lahir, orang susah, orang pingsan, orang marah, yang buruk perilakunya baik manusia atau hewan, ketika desakan pasukan, ketika kebakaran. Ada yang mengatakan ketika mayit diturunkan ke kubur, diqiyaskan dengan pertama kali lahir di dunia, namun saya (An-Nawawi) membantahnya dalam kitab Syarah Ubab. Juga ketika kerasukan jin, berdasarkan hadits shahih. Demikian halnya adzan dan iqamah di belakang musafir.” (Tuhfah al-Muhtaj, 5/51).



Berdasarkan penjelasan tersebut, maka ada berikut azan-azan yang dianjurkan dikumandangkan di luar masuknya waktu salat:

1. Azan untuk orang kesurupan

Azan dianjurkan untuk dikumandangkan pada orang yang mendapat gangguan jin (kesurupan).

إذا تغولت لكم الغيلان فنادوا بالأذان


“Jika ada yang kerasukan jin, maka kumandangkanlah azan.”

Al-Hafidz al-Suyuthi menyampaikan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh al-Nasai dalam Sunan al-Kubra (No 10791) dan Abu Ya’la (no 2219). Ditegaskan oleh al-Hafidz al-Haitsami (3/213): “Para perawinya adalah perawi hadits sahih” (Jami’ al-Ahadits 14/279).

Baca juga: Mengenal Sosok Imam Ar-Rabi' bin Sulaiman : Muazin Bersuara Sangat Merdu yang Disukai Imam Syafi'i

2. Azan untuk orang yang sedih

Azan juga disunahkan untuk dikumandangkan pada orang yang sedih. Dari Ali bin Abi Thalib, dia berkata, “Nabi melihatku sedih. Beliau bersabda:

فَمُرْ بَعْضَ أَهْلِكَ يُؤَذِّنْ فِي أُذُنِكَ فَإِنَّهُ دَوَاءٌ لِلْهَمِّ


“Suruh sebagian keluargamu adzan di telingamu. Sebab itu obat bagi rasa sedih.” (HR al-Dailami)

3. Azan di telinga bayi

Ketika ada bayi yang baru lahir, maka disunnahkan juga untuk diadzani di telinganya oleh ayahnya. Hal ini didasarkan pada dalil berikut:

“Saya melihat Rasulullah mengazani Hasan bin Ali saat Fatimah melahirkan, dengan adzan sholat.” (HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Tirmidzi, ia menilainya hasan sahih). Ulama Wahabi juga menilai hadits ini hasan dalam Irwa’ al-Ghalil 4/400.

Dalil lainnya disebutkan, “Sesungguhnya Nabi mengazani Hasan bin Ali saat dilahirkan, dan Nabi mengiqamati di telinga kirinya.” (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

Oleh Albani, menilai hadis ini lebih bagus sanadnya dan layak memperkuat hadis melalui jalur Abu Rafi’ di atas (Syekh Albani dalam Silsilah Ahadits al-Dhaifah, 1/398).

4. Azan pertama di kubur

Seorang ulama ahli fikih dan ahli usul fikih berkebangsaan Yaman, Ali bin Husain al-Ishabi (577-657 H atau 1181-1257 M) adalah yang pertama kali menganjurkan azan terhadap orang yang memasukkan mayit ke liang lahat.

Ketika janazah al-Hafidz al-Hamawi diturunkan ke kubur, para muazin melakukan bidah yang mereka lakukan selama beberapa tahun di Damaskus, yang disampaikan oleh beliau (Syekh Muhammad bin Muhammad bin Yusuf al-Hamawi) kepada mereka bahwa azan ketika pemakaman adalah sunah.

Ini adalah pendapat lemah yang dipilih oleh sebagian ulama generasi akhir. Pendapat ini ditolak oleh Ibnu Hajar dalam kitab al-Ubab dan lainnya, maka mereka melakukan adzan di kuburnya.” (Syekh al-Muhibbi, Khulashat al-Atsar 3/32).

Ulama Mazhab Syafii, Syekh Abu Bakar Syatha menjelaskan, “Ketahuilah bahwa tidak disunnahkan azan ketika masuk dalam kuburan, berbeda dengan ulama yang menganjurkannya, dengan diqiyaskan keluarnya dari dunia terhadap masuknya ke alam dunia (dilahirkan). Ibnu Hajar berkata, “Tapi saya menolaknya dalam Syarah al-Ubab, namun jika menurunkan mayit ke kubur bertepatan dengan azan, maka diringankan pertanyaan malaikat kepadanya.” (Ianat ath-Thalibin 1/268).

5. Azan untuk orang pingsan

Azan juga dikumandangkan pada orang yang menderita penyakit epilepsi atau orang yang pingsan

6. Azan ketika ada orang marah

Azan juga dianjurkan dikumandangkan kepada orang yang sedang marah

7. Azan ketika terdesak dalam perang

Pada saat perang sedang berkecamuk dan pasukan terdesak, maka dianjurkan juga mengundangkan adzan .

8. Azan untuk orang atau hewan yang berperilaku buruk.

9. Azan saat sedang terjadi kebakaran

10. Azan dan iqamah juga dianjurkan saat musafir akan bepergian, terutama berpergian ke tanah suci

Baca juga: Sejarah Azan dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Seorang Muazin

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa dan Zikir Menjelang...
Doa dan Zikir Menjelang Azan Subuh: Arab, Latin, dan Terjemahan
Rahasia Doa dan Zikir...
Rahasia Doa dan Zikir Sebelum Iqamah, Waktu Mustajab yang Sering Terlupakan
Mengenal Sosok Imam...
Mengenal Sosok Imam Ar-Rabi' bin Sulaiman : Muazin Bersuara Sangat Merdu yang Disukai Imam Syafi'i
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Azan Terakhir Bilal bin Rabah
Doa Saat Mendengar Azan,...
Doa Saat Mendengar Azan, Amalkan dan Raih Keutamaannya!
Kumandang Azan Seruan...
Kumandang Azan Seruan Mulia yang Banyak Keutamaan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Kerak Bumi Terdeteksi...
Kerak Bumi Terdeteksi Terus-menerus Menurun, Ini Dampaknya
Fenomena Langit Misterius:...
Fenomena Langit Misterius: Garis-garis Api Menggemparkan India
Artikel Terkini
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Maroko Jadi Sorotan...
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Sujud dalam Ayat-ayat...
Sujud dalam Ayat-ayat Al-Qur'an, Mengandung Banyak Makna!
Sujud Syukur Tidak Boleh...
Sujud Syukur Tidak Boleh Sembarangan, Ini Syarat dan Tata Caranya Menurut Ulama
Sujud Syukur, Amalan...
Sujud Syukur, Amalan Sunnah saat Mendapat Nikmat: Ini Dalil dan Bacaannya
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved