Apakah Berdosa saat Mahallul Qiyam Maulid Tidak Berdiri?

Senin, 11 Agustus 2025 - 13:26 WIB
loading...
Apakah Berdosa saat...
Apakah Berdosa saat Mahallul Qiyam Maulid Tidak Berdiri?/Foto: Pesantren Nuris Jember
A A A
Saat Mahallul Qiyam Maulid Tidak Berdiri, Apakah Berdosa?Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu tradisi umat Islam yang dilakukan setiap tahun untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam peringatan Maulid Nabi, biasanya terdapat pembacaan maulid yang berisi pujian dan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pada beberapa pembacaan maulid, terdapat bagian yang disebut dengan mahallul qiyam, yaitu bagian di mana para jamaah berdiri untuk menunjukkan rasa hormat dan takzim kepada Nabi Muhammad SAW. Lalu, apakah berdosa jika tidak berdiri saat mahallul qiyam maulid?

Menurut para ulama, berdiri pada mahallul qiyam saat pembacaan maulid Al-Barzanji adalah dianjurkan. Pasalnya, hal itu merupakan bentuk penghormatan dan pengagungan kepada Rasulullah Saw. Berdiri saat mendengar kelahiran Nabi Muhammad Saw merupakan bentuk penghormatan dan pengagungan kepada beliau. Rasulullah Saw adalah manusia yang paling mulia dan agung di muka bumi. Oleh karena itu, kita sebagai umatnya sudah sepatutnya menghormati dan mengagungkannya.

Baca Juga: Salat Sambil Menggendong Anak, Bagaimanakah Hukumnya, Sahkah?

Lebih lanjut, berdiri saat mendengar kelahiran Nabi Muhammad Saw merupakan perbuatan yang baik dan terpuji. Oleh karena itu, berdiri saat pembacaan mahallul qiyam dianjurkan karena didasarkan pada anggapan baik (istihsan). Ini sebagaimana dijelaskan dalam kitabI’anah At Thalibin;

جرت العادة أن الناس إذا سمعوا ذكر وضعه صلى الله عليه وسلم يقومون تعظيما له صلى الله عليه وسلم وهذا القيام مستحسن لما فيه من تعظيم النبي صلى الله عليه وسلم ، وقد فعل ذلك كثير من علماء الامة الذين يقتدى بهم


"Sudah menjadi tradisi bahwa ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad Saw disebut-sebut, orang-orang akan berdiri sebagai bentuk penghormatan pada beliau. Berdiri seperti itu merupakan perbuatan yang sangat baik (mustahsan) sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Saw. Banyak ulama panutan umat yang sudah melakukan hal itu (berdiri)."

Dari penjelasan di atas, tergambar bahwa hukum berdiri ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW adalah sunnah, bukan wajib. Namun, jika seseorang tidak berdiri karena meremehkan keagungan Nabi Muhammad SAW, maka hal itu bisa menjadikannya kufur.

Dalam Islam, kufur adalah keadaan seseorang yang tidak beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dalam hal ini, seseorang yang tidak berdiri ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW karena meremehkan keagungan Nabi Muhammad SAW, maka ia telah menganggap remeh Nabi Muhammad SAW sebagai seorang Rasul.

Namun, jika seseorang tidak berdiri ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW karena enggan melakukannya saja, bukan karena meremehkan dan tidak pula karena ada uzur, maka hal itu hanya berdosa. Hal ini karena ia telah meninggalkan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Kemudian, jika seseorang tidak berdiri ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW karena ada uzur, maka hal itu tidak berdosa. Uzur yang dimaksud adalah keadaan yang menghalangi seseorang untuk berdiri, seperti sakit, tua, atau ada hal lain yang mendesak.

قلت: ومن هذا القيام عند ذكر مولده صلى الله عليه وسلم في تلاوة القصة فقد قال المولى أبوالسعود انه قد إشتهر اليوم في تعظميه صلى الله عليه وسلم واعتيد في ذلك فعدم فعله يوجب عدم الإكترث بالنبي صلي الله عليه وسلم وامتهانه فيكون كفرا مخالفا لوجود تعظيمه صلى الله عليه وسلم اه اي إن لا حظ من لم يفعله تحقيره صلي الله عليه وسلم وإلا فهي معصية


"Saya katakan: berdiri ketika pembacaan maulid Nabi Saw dalam pembacaan kisahnya, maka Tuan Abu Su’ud berkata sesungguhnya berdiri dalam pembacaan maulid itu sudah masyhur adanya dan sudah menjadi kebiasaan."

Syekh Abu al-Su'ud mengatakan orang yang tidak berdiri ketika dibacakan maulid Nabi Saw bisa seolah-olah tidak menaruh perhatian dan meremehkan Nabi Saw, maka yang demikian ini bisa menyebabkan dirinya kufur dan karena prilakunya tidak sejalan dengan menghormati Nabi Saw. Apabila seseorang tidak berdiri ketika dibacakan maulid dan tidak adanya unsur meremehkan, maka orang tersebut berdosa saja, tidak sampai kufur.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Inilah Bacaan Selawat...
Inilah Bacaan Selawat yang Dibaca di Malam Nisfu Syaban
Mengapa Syaban Sering...
Mengapa Syaban Sering Disebut Bulan Berselawat?
Peristiwa Penting Bulan...
Peristiwa Penting Bulan Syaban : Turunnya Ayat Perintah Berselawat Nabi
Kisah Hikmah : Ketika...
Kisah Hikmah : Ketika Orang Saleh Berhenti Membaca Selawat, Apa yang Terjadi?
15 Rekomendasi Bacaan...
15 Rekomendasi Bacaan Selawat untuk Peringatan Isra Mikraj
Rekomendasi
Rahasia Tokoh Kontroversial,...
Rahasia Tokoh Kontroversial, Saddam Novelis, Fidel Castro Bandar Narkoba?
Temuan Ini! Bikin Joe...
Temuan Ini! Bikin Joe Biden Yakin Banget Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi
Temuan Kapak Kuno Raksasa,...
Temuan Kapak Kuno Raksasa, Senjata yang Mustahil Digunakan Manusia Berukuran Normal
Artikel Terkini
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved