Pentingnya Berwudu Sebelum Mandi Wajib, Begini Alasannya!
Minggu, 28 September 2025 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata :
“Jika (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mandi junub, beliau mencuci tangannya lalu berwudhu seperti wudu untuk salat. Kemudian beliau mandi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dalam kitab Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam, disebutkan bahwa Al-Hafizh Ibnu Daqiq al-‘Id menjelaskan, “Perkataan Aisyah radhiyallahu ‘anha, ‘Seperti wudu untuk salat,’ menunjukkan sunnahnya mendahulukan membasuh anggota wudhu sebelum mandi junub, dan tak diragukan sama sekali tentang hal itu.”
Imam al-Bukhari membuat satu bab, yaitu bab: wudu sebelum mandi. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani pensyarah kitab Shahih al-Bukhari memberikan keterangan pada bab tersebut, “Maksudnya, sunnahnya berwudhu sebelum mandi.” (Hal ini disebutkan dalam Fathul Bari karangan Ibnu Hajar al-‘Asqalani).
Diriwayatkan pula dari Maimunah, ia berkata,
“Aku pernah membawa air mandi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena junub. Lalu beliau membasuh dua telapak tangan sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau memasukkan tangan ke dalam wadah berisi air, lalu menyiramkan air tersebut ke atas kemaluan serta membasuhnya dengan tangan kiri. Setelah itu, beliau menggosokkan tangan kiri ke tanah dengan pijatan yang kuat, lalu berwudu sebagaimana yang biasa dilakukan untuk mendirikan salat. Kemudian beliau menuangkan air yang diciduk dengan dua telapak tangan ke kepala sebanyak tiga kali sepenuh telapak tangan. Lalu beliau membasuh seluruh tubuh, lalu beralih dari tempat tersebut dan membasuh kedua kaki.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Mengenal 4 Mandi Wajib bagi Kaum Wanita, Simak Ulasannya di Sini!
إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، غَسَلَ يَدَيْهِ، وَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ اغْتَسَلَ
“Jika (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mandi junub, beliau mencuci tangannya lalu berwudhu seperti wudu untuk salat. Kemudian beliau mandi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dalam kitab Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam, disebutkan bahwa Al-Hafizh Ibnu Daqiq al-‘Id menjelaskan, “Perkataan Aisyah radhiyallahu ‘anha, ‘Seperti wudu untuk salat,’ menunjukkan sunnahnya mendahulukan membasuh anggota wudhu sebelum mandi junub, dan tak diragukan sama sekali tentang hal itu.”
Imam al-Bukhari membuat satu bab, yaitu bab: wudu sebelum mandi. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani pensyarah kitab Shahih al-Bukhari memberikan keterangan pada bab tersebut, “Maksudnya, sunnahnya berwudhu sebelum mandi.” (Hal ini disebutkan dalam Fathul Bari karangan Ibnu Hajar al-‘Asqalani).
Diriwayatkan pula dari Maimunah, ia berkata,
أَدْنَيْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلَهُ مِنْ الْجَنَابَةِ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ ثُمَّ أَفْرَغَ بِهِ عَلَى فَرْجِهِ وَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِشِمَالِهِ الْأَرْضَ فَدَلَكَهَا دَلْكًا شَدِيدًا ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ مِلْءَ كَفِّهِ ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ ثُمَّ تَنَحَّى عَنْ مَقَامِهِ ذَلِكَ فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ
“Aku pernah membawa air mandi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena junub. Lalu beliau membasuh dua telapak tangan sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau memasukkan tangan ke dalam wadah berisi air, lalu menyiramkan air tersebut ke atas kemaluan serta membasuhnya dengan tangan kiri. Setelah itu, beliau menggosokkan tangan kiri ke tanah dengan pijatan yang kuat, lalu berwudu sebagaimana yang biasa dilakukan untuk mendirikan salat. Kemudian beliau menuangkan air yang diciduk dengan dua telapak tangan ke kepala sebanyak tiga kali sepenuh telapak tangan. Lalu beliau membasuh seluruh tubuh, lalu beralih dari tempat tersebut dan membasuh kedua kaki.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Mengenal 4 Mandi Wajib bagi Kaum Wanita, Simak Ulasannya di Sini!
(wid)
Lihat Juga :