Kisah Hikmah : Ketika Sedekah Menyelamatkan Saudagar Kaya Raya
Selasa, 16 Desember 2025 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
Di India sana, dua anak (sebut saja A dan B) si saudagar ternyata sedang naik dua kapal yang berbeda, namun dalam waktu yang bersamaan. Saat itu, angin lautan yang begitu indah ternyata tiba-tiba berubah menjadi badai yang memporak-porandakan dua kapal itu dan seluruh apa yang di dalamnya.
Tak ayal, hal itu membuat siapa saja yang ada di sana bingung dan khawatir. Bahkan karena tak yang ada yang bisa diupayakan untuk menyelamatkan diri, mereka hanya bisa pasrah kepada Allah saja.
Dalam keadaan yang gawat dan kacau balau itu, tiba-tiba sang ulama yang meminta karpet kepada saudagar tadi datang. Ulama itu datang dengan membawa karpet tersebut. Karpet itu, oleh sang ulama, dibuat untuk menyumbat bagian kapal (yang dinaiki anak A) yang bocor akibat badai. Hingga akhirnya kapal pun bisa berlayar dengan selamat. Namun, sayangnya, kapal yang lain, yang dinaiki anak B tenggelam.
Kabar tentang musibah itu pun akhirnya sampai ke telinga si saudagar kaya raya itu. Ia juga mendapat laporan bahwa hanya satu anaknya yang selamat. Ketika kapal yang selamat dikabarkan akan tiba di pelabuhan, si saudagar itu pun langsung bergegas menjemput anaknya si A itu.
Bertemu sang buah hati, si saudagar merasa curiga. Pasalnya, si anak A datang masih hidup itu membawa karpet yang yang tempo hari ia berikan kepada sang ulama yang datang ke rumahnya itu. Ia pun menanyakan bagaimana kisah karpet itu sehingga bisa berada di tangan sang anak.
“Ada kisah ajaib di balik karpet ini,” jawab si anak A.
“Apa itu?,” tanya si saudagar penasaran.
“Seorang ulama telah datang menyelamatkan kami dengan cara menyumbat bagian kapal yang bocor dengan karpet ini,” jawab si anak.
“Jika kelak engkau bertemu dengan ulama itu, apakah engkau masih bisa mengenali wajahnya?,” tanya saudagar kaya ke anaknya.
Si anak A menjawab, “Iya”.
Tak ayal, hal itu membuat siapa saja yang ada di sana bingung dan khawatir. Bahkan karena tak yang ada yang bisa diupayakan untuk menyelamatkan diri, mereka hanya bisa pasrah kepada Allah saja.
Dalam keadaan yang gawat dan kacau balau itu, tiba-tiba sang ulama yang meminta karpet kepada saudagar tadi datang. Ulama itu datang dengan membawa karpet tersebut. Karpet itu, oleh sang ulama, dibuat untuk menyumbat bagian kapal (yang dinaiki anak A) yang bocor akibat badai. Hingga akhirnya kapal pun bisa berlayar dengan selamat. Namun, sayangnya, kapal yang lain, yang dinaiki anak B tenggelam.
Kabar tentang musibah itu pun akhirnya sampai ke telinga si saudagar kaya raya itu. Ia juga mendapat laporan bahwa hanya satu anaknya yang selamat. Ketika kapal yang selamat dikabarkan akan tiba di pelabuhan, si saudagar itu pun langsung bergegas menjemput anaknya si A itu.
Bertemu sang buah hati, si saudagar merasa curiga. Pasalnya, si anak A datang masih hidup itu membawa karpet yang yang tempo hari ia berikan kepada sang ulama yang datang ke rumahnya itu. Ia pun menanyakan bagaimana kisah karpet itu sehingga bisa berada di tangan sang anak.
“Ada kisah ajaib di balik karpet ini,” jawab si anak A.
“Apa itu?,” tanya si saudagar penasaran.
“Seorang ulama telah datang menyelamatkan kami dengan cara menyumbat bagian kapal yang bocor dengan karpet ini,” jawab si anak.
“Jika kelak engkau bertemu dengan ulama itu, apakah engkau masih bisa mengenali wajahnya?,” tanya saudagar kaya ke anaknya.
Si anak A menjawab, “Iya”.
Lihat Juga :