Kisah Hikmah : Ketika Sedekah Menyelamatkan Saudagar Kaya Raya

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:59 WIB
loading...
Kisah Hikmah : Ketika...
Manfaat sedekah juga sangat banyak. Antara lain,sedekah dapat mencegah musibah, penyubur pahala, menolak bala, dan menghindarkan dari kejahatan serta rezeki yang dilipat gandakan oleh Allah SWT, seperti kisah saudagar kaya raya yang diulas artikel ini. Fo
A A A
Ada kisah hikmah yang penuh pembelajaran tentang bagaimana sedekah mampu menyelematkan seseorang dari malapetaka dan musibah.

Dalam Islam, bersedekah sangat dianjurkan, bahkan posisi menginfakkan sebagian rezeki ini sejajar dengan perintah salat. Manfaat sedekah juga sangat banyak. Antara lain,sedekah dapat mencegah musibah, penyubur pahala, menolak bala, dan menghindarkan dari kejahatan serta rezeki yang dilipat gandakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Tentang kedahsyatan sedekah sebagai penolak bala musibah dan malapetaka ini tercantum dalam sebuah kisah yang terdapat dalam kitab al-Nawadir karya Ahmad Shihabuddin bin Salamah al-Qalyubi.Selain memahami bahwa sedekah yang diberikan akan menolong pelakunya.



Berikut kisahnya:

Diceritakan ada seorang saudagar kaya raya dan memiliki dua anak yang sedang melakukan perjalanan ke negeri India. Suatu hari, tanpa ada kedua anaknya di rumah, si saudagar kedatangan tamu seorang yang dikenal sebagai ulama besar di kotanya. Ia pun menyambut dan menghormatinya secara maksimal.

Baca juga: Rahasia Sedekah yang Jarang Diketahui, Simak di Sini!

Ketika berada di dalam rumah si saudagar, sang ulama mengamati isi rumah itu. Dari sekian banyak perabot dan barang-barang yang ada di sana, ternyata ada yang membuat sang ulama tertarik untuk memilikinya, yakni dua buah karpet yang sangat bagus nan mahal. Ia mengutarakan keinginannya itu kepada saudagar kaya tersebut, namun si saudagar menolaknya.

“Aku akan memberikan apapun kepada Anda asal bukan dua karpet itu,” kata saudagar.

“Tidak, aku hanya menginginkan karpet itu,” jawab sang ulama tegas.

Si saudagar pun akhirnya mengiyakan, namun hanya satu. “Jika Anda tetap bersikeras untuk memilikinya, maka aku persilakan untuk mengambil satu saja!”. Satu karpet itu pun akhirnya dibawa pulang oleh sang ulama.

Di India sana, dua anak (sebut saja A dan B) si saudagar ternyata sedang naik dua kapal yang berbeda, namun dalam waktu yang bersamaan. Saat itu, angin lautan yang begitu indah ternyata tiba-tiba berubah menjadi badai yang memporak-porandakan dua kapal itu dan seluruh apa yang di dalamnya.

Tak ayal, hal itu membuat siapa saja yang ada di sana bingung dan khawatir. Bahkan karena tak yang ada yang bisa diupayakan untuk menyelamatkan diri, mereka hanya bisa pasrah kepada Allah saja.

Dalam keadaan yang gawat dan kacau balau itu, tiba-tiba sang ulama yang meminta karpet kepada saudagar tadi datang. Ulama itu datang dengan membawa karpet tersebut. Karpet itu, oleh sang ulama, dibuat untuk menyumbat bagian kapal (yang dinaiki anak A) yang bocor akibat badai. Hingga akhirnya kapal pun bisa berlayar dengan selamat. Namun, sayangnya, kapal yang lain, yang dinaiki anak B tenggelam.

Kabar tentang musibah itu pun akhirnya sampai ke telinga si saudagar kaya raya itu. Ia juga mendapat laporan bahwa hanya satu anaknya yang selamat. Ketika kapal yang selamat dikabarkan akan tiba di pelabuhan, si saudagar itu pun langsung bergegas menjemput anaknya si A itu.

Bertemu sang buah hati, si saudagar merasa curiga. Pasalnya, si anak A datang masih hidup itu membawa karpet yang yang tempo hari ia berikan kepada sang ulama yang datang ke rumahnya itu. Ia pun menanyakan bagaimana kisah karpet itu sehingga bisa berada di tangan sang anak.

“Ada kisah ajaib di balik karpet ini,” jawab si anak A.

“Apa itu?,” tanya si saudagar penasaran.

“Seorang ulama telah datang menyelamatkan kami dengan cara menyumbat bagian kapal yang bocor dengan karpet ini,” jawab si anak.

“Jika kelak engkau bertemu dengan ulama itu, apakah engkau masih bisa mengenali wajahnya?,” tanya saudagar kaya ke anaknya.

Si anak A menjawab, “Iya”.

Beberapa waktu kemudian, si anak diajak ayahnya untuk sowan/silaturrahim kepada sang ulama. Bertemu sang ulama, si anak langsung menangis dan berteriak kencang. “Ayah, demi Allah, ini adalah ulama yang aku maksud”.

Ia pun jatuh pingsan. Sang ulama pun mengusap anak itu dan tak lama kemudian ia siuman. Kepada sang ulama, saudagar itu berkata, “Kalau tahu begini jadinya, aku akan berikan dua karpet itu kepada Anda?. Mengapa Anda tak memberi tahu saya di awal?. Saya benar-benar menyesal”.

Sang ulama menjawab dengan tegas dan bijaksana, “Ya memang begitulah kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala.”.

Baca juga: 5 Sebab Sedekah Mampu Menolak Bala dan Musibah, Kaum Muslim Wajib Tahu!

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Banjir Terbesar dalam...
Banjir Terbesar dalam Sejarah Dunia Diklaim Ciptakan Laut Mediterania
Tembus 50 Derajat Celcius,...
Tembus 50 Derajat Celcius, India dan Pakistan Akan Rasakan Lebih Panas Lagi
Suhu Global Naik Satu...
Suhu Global Naik Satu Derajat, 50% Penduduk Bumi Terancam Mengungsi
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
Tujuh Negara Minim Sumber...
Tujuh Negara Minim Sumber Daya Alam tapi Kaya Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved