Amanah Itu Berat, Langit dan Gunung pun Enggan Memikulnya
Selasa, 26 Agustus 2025 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
"Saat kita yang diminta untuk mengemban suatu amanat, apapun jenisnya, maka pastikanlah bahwa kita memang memiliki kapasitas dan komitmen moral untuk menunaikannya. Di sisi lain, saat amanat dari kita dibutuhkan oleh orang lain, maka pastikanlah bahwa kita memberikan amanat tersebut kepada orang yang tepat, yang memiliki kapasitas dan komitmen moral untuk dapat menunaikan amanat kita tersebut,"ungka KH A Muzaini Aziz.
Baca juga: Perintah Tegas Menjaga Amanah dalam Surat Al Mukminun Ayat 8
Jangan sampai barometer yang kita gunakan baik untuk memberi atau menerima amanat hanyalah standar-standar duniawi semata, seperti media untuk menaikkan popularitas dan gengsi sosial, atau karena membawa cuan demi keuntungan pribadi. Karena, amanah bukanlah hanya urusan duniawi yang fana dan sementara.
Amanah adalah urusan ukhrawi yang abadi dan berefek selamanya. Rasulullah ﷺ menegaskan hal itu dalam wejangannya:
Dari Abi Dzar, dia berkata, "Aku berkata, "Wahai Rasulullah, tidakkah engkau akan menggunakanku (dalam suatu jabatan)? Abu Dzar (kembali) berkata: Beliau (Rasulullah) kemudian menepuk bahuku dengan tangannya, lalu ia bersabda: "Wahai Aba Dzar, engkau adalah sosok yang lemah, adapun ia (jabatan itu) adalah sebuah amanah. Ia hanya akan menjadi kenistaan dan penyesalan di hari Kiamat kelak, kecuali bagi yang menerimanya dengan haknya dan ia tunaikan kewajiban amanat yang ada padanya itu." (HR Muslim)
Akhirnya, semoga Allah SWT hindarkan kita dari semua jenis amanat yang tidak mampu kita jaga dan kita tunaikan, meskipun kita sangat menginginkan amanat itu. Dan semoga Allah SWT kuatkan dan mudahkan kita saat ada berbagai amanat yang harus kita pikul saat ini, Aamin Ya Rabbal 'Aalamiin. Wallahu A'lam
Baca juga: Hadis yang Memperingatkan kepada Mereka yang Mengejar Jabatan
Baca juga: Perintah Tegas Menjaga Amanah dalam Surat Al Mukminun Ayat 8
Jangan sampai barometer yang kita gunakan baik untuk memberi atau menerima amanat hanyalah standar-standar duniawi semata, seperti media untuk menaikkan popularitas dan gengsi sosial, atau karena membawa cuan demi keuntungan pribadi. Karena, amanah bukanlah hanya urusan duniawi yang fana dan sementara.
Amanah adalah urusan ukhrawi yang abadi dan berefek selamanya. Rasulullah ﷺ menegaskan hal itu dalam wejangannya:
عَنْ َأَبِي ذَرّ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ الله، أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي؟ قَالَ: فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي، ثُمَّ قَالَ: يَا أَبَا ذَرّ، إِنَكَ ضَعِيفٌ، وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ، وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ، إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا، وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيْهَا (رواه مسلم)
Dari Abi Dzar, dia berkata, "Aku berkata, "Wahai Rasulullah, tidakkah engkau akan menggunakanku (dalam suatu jabatan)? Abu Dzar (kembali) berkata: Beliau (Rasulullah) kemudian menepuk bahuku dengan tangannya, lalu ia bersabda: "Wahai Aba Dzar, engkau adalah sosok yang lemah, adapun ia (jabatan itu) adalah sebuah amanah. Ia hanya akan menjadi kenistaan dan penyesalan di hari Kiamat kelak, kecuali bagi yang menerimanya dengan haknya dan ia tunaikan kewajiban amanat yang ada padanya itu." (HR Muslim)
Akhirnya, semoga Allah SWT hindarkan kita dari semua jenis amanat yang tidak mampu kita jaga dan kita tunaikan, meskipun kita sangat menginginkan amanat itu. Dan semoga Allah SWT kuatkan dan mudahkan kita saat ada berbagai amanat yang harus kita pikul saat ini, Aamin Ya Rabbal 'Aalamiin. Wallahu A'lam
Baca juga: Hadis yang Memperingatkan kepada Mereka yang Mengejar Jabatan
(wid)
Lihat Juga :