Di Hadapan Pemimpin Agama Dunia, KH Cholil Nafis Sebut Peran Tokoh Agama Wujudkan Perdamaian

Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:31 WIB
loading...
Di Hadapan Pemimpin...
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menyebut peran penting tokoh agama dalam mewujudkan perdamaian dan pemersatu umat. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menyebut peran penting tokoh agama dalam mewujudkan perdamaian dan mempersatukan umat.

Hal itu disampaikan Kiai Cholil Nafis saat menghadiri The 2nd International Summit of Religious Leaders The Role of Religious Leaders in Solving Conflicts, di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Hari ini, 28 Agustus 2025 saya sebagai Rais Syuriyah PBNU menghadiri acara tersebut sebagai narasumber sekaligus peserta,” katanya, Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Jelang Hari Bhayangkara ke-79, MUI Berharap Slogan Presisi Polri Dirasakan Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Kiai Cholil Nafis memaparkan makalah tentang pengalaman Nahdlatul Ulama (NU) berperan menyebarkan perdamaian dan menyelesaikan konflik di dalam dan luar negeri, termasuk peran asas Pancasila yang mampu menyatukan bangsa Indonesia yang plural, multi etnis dan multi agama.

“Agama merupakan salah satu fondasi terpenting dalam membangun masyarakat. Agama bukan sekadar rangkaian ritual dan ibadah semata, melainkan sebuah sistem nilai dan etika yang menyeluruh, yang mengarahkan perilaku individu, mengatur hubungan antarmanusia, serta membentuk corak kehidupan pribadi maupun kehidupan bersama,” katanya.

Baca juga: Munas NU 2025 Tegaskan Laut Tidak Bisa Dimiliki Individu atau Korporasi

Menurut Kiai Cholil Nafis, kehadiran tokoh-tokoh agama dalam masyarakat memiliki pengaruh yang besar pada berbagai dimensi kehidupan, seperti menanamkan nilai-nilai moral, mengatur kehidupan sosial dan budaya, mendorong penguatan spiritualitas, serta turut berperan dalam urusan politik. Tokoh agama harus berperan pemersatu umat jangan berbalik jadi sumber konflik.

“Agama dan para pemimpin agama merupakan pilar utama dalam membangun perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global. Sejauh mana nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam agama dapat diberdayakan, serta sejauh mana para pemimpin agama menjalankan perannya dalam melakukan perbaikan, mempererat hubungan, dan mendidik masyarakat untuk hidup damai,” ujarnya.

Melalui kedudukan ulama yang melekat di hati para pengikutnya, kata Kiai Cholil Nafis, para pemimpin agama berkontribusi dalam membangun budaya damai pada berbagai tingkatan. Hal itu antara lain dengan memperkuat wacana keagamaan yang moderat, melakukan mediasi dan rekonsiliasi di antara pihak-pihak yang bertikai, serta meneguhkan budaya dialog.

”NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan termasuk salah satu organisasi keagamaan terbesar di dunia. Pengaruhnya tidak terbatas hanya di Indonesia namun memainkan peran penting di kancah internasional, khususnya dalam bidang penyelesaian konflik dan pembangunan perdamaian global,” katanya.



Adapun pokok-pokok dasar dan pendekatan yang diterapkan Nahdlatul Ulama dalam menyelesaikan konflik berpijak pada dua hal berikut, pertama landasan pemikiran, yaitu menghidupkan kembali maqāṣid al-syarī‘ah, dengan penegasan bahwa menjaga jiwa dan martabat kemanusiaan harus lebih diutamakan daripada konflik yang bersifat destruktif, serta menekankan pentingnya nilai-nilai keadilan dan maslahah kemanusiaan yang universal.

Kedua, metodologinya dalam membangun perdamaian melalui dialog antaragama dan antarbudaya, dengan menekankan pentingnya membuka ruang dialog yang tulus di antara para pemeluk agama guna memperkuat saling pengertian dan menolak segala bentuk kebencian.

“Sebagai contoh, saya mempersembahkan model negara Indonesia melalui pengalaman hidup berdampingan secara damai yang dihuni oleh multi etnis dan agama. Mudah-mudahan dapat menginspirasi dunia,” paparnya.

Keberagaman yang sangat besar ini tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan justru menjadi sumber kekuatan dan persatuan. Hal ini dimungkinkan berkat landasan pemikiran dan konstitusi negara, yaitu Pancasila, yang menjadi komitmen sosial dan kebangsaan sehingga dapat menyatukan seluruh rakyat Indonesia.

Adapun permasalahan Palestina dalam pandangan Nahdlatul Ulama bukanlah sekadar persoalan regional, melainkan merupakan isu kemanusiaan global yang berkaitan dengan keadilan dan hak-hak dasar suatu bangsa. Persoalan ini adalah masalah pendudukan, bukan semata-mata konflik atau pertikaian.

“Nahdlatul Ulama menyerukan penghentian pendudukan serta menjamin hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri dan mendirikan negara yang merdeka. NU mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, serta menuntut perlindungan jiwa-jiwa yang tak bersalah dari kedua belah pihak,” tandasnya.

NU juga berupaya menggalang dukungan rakyat dan tokoh-tokoh agama di tingkat internasional guna mewujudkan perdamaian yang adil dan menyeluruh, yang mampu menjaga martabat rakyat Palestina sekaligus menjamin keamanan bagi semua pihak.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jelang Wukuf Arafah,...
Jelang Wukuf Arafah, Musyrif Diny Titip Doa untuk Kedamaian dan Kesejahteraan Indonesia
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Imbau Jemaah Jaga Kondisi...
Imbau Jemaah Jaga Kondisi Fisik, KH Cholil Nafis: Jangan Sampai Tenaga Habis sebelum Puncak Haji
Beda Fatwa dengan MUI...
Beda Fatwa dengan MUI Soal Dam Haji, Kemenhaj: Bukan Paksakan, Tapi Sediakan Keleluasaan Fiqh Haji
MUI Tegaskan Penyembelihan...
MUI Tegaskan Penyembelihan Hewan DAM Harus di Tanah Suci
Menhaj Gus Irfan Lepas...
Menhaj Gus Irfan Lepas Keberangkatan Musyrif Diny yang Dipimpin Kiai Cholil Nafis
Rekomendasi
Benua Ekstrem Tersembunyi...
Benua Ekstrem Tersembunyi Ditemukan di Bawah Es Antartika
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
7 Hewan Paling Lama...
7 Hewan Paling Lama Tidur di Dunia, Nomor 6 Sampai 22 Jam Sehari
Artikel Terkini
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved