Penyuluh Agama Karawang Bangun Ekonomi Umat dari Tambak dan Garam
Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
“Tantangan yang dihadapi tidak ringan. Fluktuasi harga, keterbatasan modal awal, serta pola pikir masyarakat yang cenderung individual menjadi hambatan . Namun, kami melakukan pendekatan spiritual dan semangat gotong royong, hingga persoalan itu perlahan dapat diatasi,” ungkapnya.
KUGAR mendapat dukungan dari pemerintah desa, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BAZNAS, serta sejumlah dinas terkait. Kerja sama juga dijalin dengan pesantren, madrasah, dan mitra swasta untuk memperluas pemasaran produk.
Hasilnya, kata Abu Bakar, rata-rata pendapatan anggota meningkat 30–50 persen sejak bergabung. Bahkan, sebagian warga yang dulunya penerima zakat (mustahik) kini bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzaki). Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan kemandirian sekaligus martabat ekonomi masyarakat pesisir.
Ia menegaskan, penghargaan yang diraihnya bukan semata untuk dirinya, melainkan untuk seluruh anggota KUGAR. Ke depan, Abu Bakar berharap kelompok ini dapat berkembang menjadi koperasi besar sekaligus pusat edukasi wisata garam dan terasi, dengan pasar yang menjangkau tingkat nasional hingga internasional.
“Bagi saya, pemberdayaan ekonomi umat adalah bagian dari ketahanan pangan nasional. Garam dan hasil tambak adalah kebutuhan pokok. Jika masyarakat pesisir diberdayakan, mereka bukan hanya mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi juga menopang kemandirian bangsa,” tandas Abu Bakar.
KUGAR mendapat dukungan dari pemerintah desa, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BAZNAS, serta sejumlah dinas terkait. Kerja sama juga dijalin dengan pesantren, madrasah, dan mitra swasta untuk memperluas pemasaran produk.
Hasilnya, kata Abu Bakar, rata-rata pendapatan anggota meningkat 30–50 persen sejak bergabung. Bahkan, sebagian warga yang dulunya penerima zakat (mustahik) kini bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzaki). Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan kemandirian sekaligus martabat ekonomi masyarakat pesisir.
Ia menegaskan, penghargaan yang diraihnya bukan semata untuk dirinya, melainkan untuk seluruh anggota KUGAR. Ke depan, Abu Bakar berharap kelompok ini dapat berkembang menjadi koperasi besar sekaligus pusat edukasi wisata garam dan terasi, dengan pasar yang menjangkau tingkat nasional hingga internasional.
“Bagi saya, pemberdayaan ekonomi umat adalah bagian dari ketahanan pangan nasional. Garam dan hasil tambak adalah kebutuhan pokok. Jika masyarakat pesisir diberdayakan, mereka bukan hanya mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi juga menopang kemandirian bangsa,” tandas Abu Bakar.
(aww)
Lihat Juga :