Memahami Sejarah Hisab Rukyat Jadi Metode Penetapan Awal Hijriah di Indonesia

Minggu, 31 Agustus 2025 - 21:29 WIB
loading...
Memahami Sejarah Hisab...
Sejarah Hisab Rukyat Jadi Metode Penetapan Awal Hijriah di Indonesia/Kemenag
A A A
Memahami sejarah Hisab Rukyat menjadi metode penetapan awal hijriah di Indonesia. Sejarah penetapan awal bulan Kamariah di Indonesia memiliki jejak panjang yang sarat tradisi, ilmu pengetahuan, dan upaya menyatukan umat. Hal ini diungkap Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) dalam kegiatan Sinkronisasi Hisab Kalender Hijriah Indonesia di Kota Semarang, Sabtu (30/8/2025).

“Sejak masa lampau, hisab dan rukyat sudah menjadi bagian penting dari kehidupan umat Islam di Indonesia. Sejarah mencatat bagaimana tradisi ini berkembang, bertransformasi, dan akhirnya menjadi pedoman resmi dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah,” ujar Tim Hisab Rukyat Kemenag Ahmad Izzudin.

Baca Juga: Masjid Jogokariyan Ajak Masyarakat Doakan Keselamatan Bangsa dan Rakyat

Sejarah Hisab Rukyat
Penggunaan hisab dan rukyat di Indonesia sudah tercatat sejak era Kesultanan Demak. Saat itu, tokoh seperti Tumenggung Ario Purbaningrat berupaya menengahi perbedaan di kalangan masyarakat muslim dengan mengadakan halaqah ulama.
Hasil perhitungan dan pengamatan kemudian disampaikan ke bupati untuk diumumkan dengan menabuh bedug dan menyalakan mercon. Tradisi serupa masih terjaga hingga kini, salah satunya melalui ritual Ndandangan di Kudus yang telah berlangsung sejak 1549.

Dari Tradisi ke Regulasi
Setelah kemerdekaan, kewenangan penetapan awal bulan hijriah resmi berada di bawah Kemenag. Melalui Direktorat Bimbingan Badan Peradilan Agama (Ditbinbapera), kemudian dibentuk Badan Hisab Rukyat pada 1972. Badan ini beranggotakan para ahli hisab, astronomi, dan perwakilan ormas Islam, serta bekerja sama dengan lembaga terkait seperti BMKG dan Badan Informasi Geospasial.

Upaya tersebut menghasilkan sistem sidang isbat yang berlangsung setiap menjelang Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Prosesnya melibatkan pemaparan data hisab, konfirmasi hasil rukyatulhilal dari seluruh provinsi, hingga pengesahan oleh Menteri Agama. Mekanisme ini merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 02 Tahun 2004 dan kriteria imkanur rukyah yang menetapkan tinggi hilal minimal tiga derajat dengan elongasi 6,4 derajat.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, upaya unifikasi penentuan awal bulan hijriah terus digencarkan. Sejak 2011, berbagai forum digelar, termasuk Musyawarah Penyelarasan Rukyat dan Taqwim Islam MABIMS di Bali pada 2012, serta pembahasan Unifikasi Kalender Hijriyah di Jakarta pada 2015.

Proses panjang ini akhirnya mencapai kesepakatan pada Desember 2021 yang kemudian diimplementasikan di Indonesia mulai 2022. Menurut Izzudin, langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk mengedepankan kebersamaan. “Kita tidak hanya berbicara tentang sains dan syariat, tetapi juga tentang persaudaraan umat. Sinkronisasi ini membuka jalan untuk penyatuan kalender hijriah di kawasan regional dan, ke depan, mungkin global,” jelasnya.

Peran teknologi modern turut memperkuat validitas data rukyat. Perangkat teleskop digital, citra CCD, dan simulasi hilal memungkinkan akurasi yang lebih tinggi. Hal tersebut membuat proses penetapan bukan hanya soal tradisi dan otoritas, tetapi juga sains yang teruji.

Ke depan, Kemenag berkomitmen memperkuat edukasi publik agar masyarakat memahami dasar penetapan awal bulan kamariah. “Ini bukan hanya persoalan melihat hilal ada akhirnya, tetapi bagaimana kita menguatkan literasi keilmuan falak,” pungkas Izzudin.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Iduladha 1447 H di Indonesia...
Iduladha 1447 H di Indonesia dan Arab Saudi Berpotensi Serentak pada 27 Mei 2026
Kemenag: Secara Hisab,...
Kemenag: Secara Hisab, 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Selamat Datang Syaban...
Selamat Datang Syaban 1447 Hijriah, Momentum Berbenah Menuju Bulan Ramadan
Siap-siap Memasuki Bulan...
Siap-siap Memasuki Bulan Syaban, Inilah 7 Keutamaannya yang Penting Diketahui
Kapan Bulan Rajab 2025?...
Kapan Bulan Rajab 2025? Cek di Sini!
Rekomendasi
Jet Pribadi Erdogan...
Jet Pribadi Erdogan Mondar-mandir Angkut Korban Gempa Turki
Berbentuk Aneh, Fosil...
Berbentuk Aneh, Fosil Pohon Seuss Berusia 350 Juta Tahun Ditemukan
Harta Karun Air Purba...
Harta Karun Air Purba Berusia 6 Juta Tahun Ditemukan di Bawah Pegunungan Sisilia
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved