Tadabur Surat Al-Anbiya Ayat 35 tentang Ujian Hidup Manusia
Selasa, 09 September 2025 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Hendaknya seorang mukimin mengetahui bahwasnya ketika AllahTa’alamemberikan kelapangan pada seorang hmba berupa nikmat harta, sehat, anak, dan kenikmatan lainnyabukan merupakan bukti bahwa Allah meridhoi dan memberi kemuliaan kepada hamba tersebut.
Demikian pula kesempitan yang diperoleh seorang hamba berupa kekurangan harta, musibah sakit, dan musibah lainnya tidak menunjukkan bahwa Allah tidak ridho atau sedang menghinakan hamba tersebut. Jika seseorang bersikap sabar dan tawakkal dalam menerima cobaan atau musibah, serta bersyukur kepada-Nya dalam menerima suatu kebaikan dan keberuntungan, maka dia adalah termasuk orang yang memperoleh kemenangan dan iman yang kuat serta mendapat keridaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebaliknya, bila keluh kesah dan rusak imannya dalam menerima cobaan Allah, atau lupa daratan ketika menerima rahmat-Nya sehingga ia tidak bersyukur kepada-Nya, maka orang tersebut adalah termasuk golongan manusia yang merugi dan jauh dari rida Allah. Bahkan Allah akan memberikan Azab yang pedih ketika manusia tidak terima dengan ketentuan Allah Ta'ala.
Inilah yang dimaksudkan dalam firman-Nya pada ayat lain dalam Surat Al-Ma'arij ayat 19-22.
"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat." (QS. Ma'arij ayat 19-22.)
Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan (taufik) kepada kita dan kita senantiasa berusaha agar kita menjadiorang yang beruntung dan mendapat kemenangan dalam menghadapai ujian dan cobaan baik itu berupa nikmat maupun musibah.
Baca juga: 4 Jenis Fitnah dan Problema Hidup Manusia yang Digambarkan dalam Surat Al Kahfi, Simak Ya!
Demikian pula kesempitan yang diperoleh seorang hamba berupa kekurangan harta, musibah sakit, dan musibah lainnya tidak menunjukkan bahwa Allah tidak ridho atau sedang menghinakan hamba tersebut. Jika seseorang bersikap sabar dan tawakkal dalam menerima cobaan atau musibah, serta bersyukur kepada-Nya dalam menerima suatu kebaikan dan keberuntungan, maka dia adalah termasuk orang yang memperoleh kemenangan dan iman yang kuat serta mendapat keridaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebaliknya, bila keluh kesah dan rusak imannya dalam menerima cobaan Allah, atau lupa daratan ketika menerima rahmat-Nya sehingga ia tidak bersyukur kepada-Nya, maka orang tersebut adalah termasuk golongan manusia yang merugi dan jauh dari rida Allah. Bahkan Allah akan memberikan Azab yang pedih ketika manusia tidak terima dengan ketentuan Allah Ta'ala.
Inilah yang dimaksudkan dalam firman-Nya pada ayat lain dalam Surat Al-Ma'arij ayat 19-22.
"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat." (QS. Ma'arij ayat 19-22.)
Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan (taufik) kepada kita dan kita senantiasa berusaha agar kita menjadiorang yang beruntung dan mendapat kemenangan dalam menghadapai ujian dan cobaan baik itu berupa nikmat maupun musibah.
Baca juga: 4 Jenis Fitnah dan Problema Hidup Manusia yang Digambarkan dalam Surat Al Kahfi, Simak Ya!
(wid)
Lihat Juga :