Doa dan Zikir setelah Salat Jenazah, Lengkap dengan Lafal Arab, Latin, dan Terjemah
Selasa, 07 Oktober 2025 - 05:15 WIB
loading...
Setelah pelaksanaan salat jenazah, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa-doa tambahan dan zikir, sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar jenazah diberikan ampunan dan tempat yang mulia di sisi-Nya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Doa dan zikir setelah salat jenazah ini penting diketahui kaum muslim. Apa saja bacaan doa dan zikirnya? Berikut ulasannya
Dalam ajaran Islam, ketika seorang Muslim meninggal dunia, terdapat sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi oleh kaum Muslimin yang masih hidup. Kewajiban tersebut mencakup memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah.
Hal ini menjadi bagian dari kewajiban kolektif ( fardhu kifayah ) yang apabila telah dilakukan sebagian, gugurlah kewajiban bagi yang lain. Salah satu tahap penting adalah salat jenazah, yang memiliki tata cara tersendiri berbeda dari salat wajib ataupun sunnah.
Salat ini dilaksanakan tanpa rukuk dan sujud, namun tetap mengandung empat takbir serta bacaan-bacaan tertentu yang berisi doa, pujian kepada Allah, dan permohonan ampun untuk almarhum/almarhumah.
Menunaikan salat jenazah memiliki keutamaan besar, yaitu memperoleh pahala sebesar dua gunung besar. Keutamaan ini disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, di mana beliau bersabda:
“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari dan Muslim ).
Baca juga: Kumpulan Doa saat Musim Penghujan, Simak di Sini!
Setelah pelaksanaan salat jenazah, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa-doa tambahan dan zikir, sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar jenazah diberikan ampunan dan tempat yang mulia di sisi-Nya.
Arab latin Bismillahirahmannirahim, allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa'ala aali sayyidina Muhammadin Allahumma bihaqqil fatihati i tiq riqaa banaa wa riqaaba haadzał mayyiti (hadzihil mayyitati) wajal qabrahu (haa) roudhotan minal jannati (3 kali)
Wal aa tajalhu lahuu (lahaa) hufratan minan niiraani. Washollallahu alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammad wa aalihi wa sohbihi ajma in. Wal hamdulillahi rabbil alamin.
Artinya "Ya Allah curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah dengan berkahnya surat al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksaan api neraka (3 kali).
Ya Allah curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
Baca juga: Ayat-ayat Al Quran tentang Hujan, Bukti Kebesaran Allah SWT
Latin: “Subhaanal malikil qudduus, subhaanal ladzii laa yamuutu abadaa. Subhaanal baaqii ba’da fanaa-i kholqihii.”
Artinya: Maha Suci Dzat Yang Maha Merajai Alam. Maha Suci Dzat Yang Maha Hidup, Dzat yang tidak akan pernah mati selamanya. Maha Suci Yang Maha Kekal setelah rusaknya makhluk-Nya.
Setelah membaca zikir tersebut, dianjurkan pula untuk melanjutkan dengan doa, sebagaimana doa yang biasa dibaca dalam shalat jenazah. Doa tersebut berbunyi:
Artinya: Ya Allah, ampunilah dosanya, rahmatilah, selamatkan, maafkan, muliakan tempat persinggahannya, luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju, dan embun, bersihkan dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, gantikan rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, istri/suaminya dengan istri/suami yang lebih baik, masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksaan kubur atau dari siksaan neraka.”(M/G Nabila Sahrani Isrofaatin)
Baca juga: Proses Terjadinya Hujan dalam Pandangan Al Quran dan Sains
Dalam ajaran Islam, ketika seorang Muslim meninggal dunia, terdapat sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi oleh kaum Muslimin yang masih hidup. Kewajiban tersebut mencakup memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah.
Hal ini menjadi bagian dari kewajiban kolektif ( fardhu kifayah ) yang apabila telah dilakukan sebagian, gugurlah kewajiban bagi yang lain. Salah satu tahap penting adalah salat jenazah, yang memiliki tata cara tersendiri berbeda dari salat wajib ataupun sunnah.
Salat ini dilaksanakan tanpa rukuk dan sujud, namun tetap mengandung empat takbir serta bacaan-bacaan tertentu yang berisi doa, pujian kepada Allah, dan permohonan ampun untuk almarhum/almarhumah.
Menunaikan salat jenazah memiliki keutamaan besar, yaitu memperoleh pahala sebesar dua gunung besar. Keutamaan ini disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, di mana beliau bersabda:
مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ
“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari dan Muslim ).
Baca juga: Kumpulan Doa saat Musim Penghujan, Simak di Sini!
Setelah pelaksanaan salat jenazah, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa-doa tambahan dan zikir, sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar jenazah diberikan ampunan dan tempat yang mulia di sisi-Nya.
Doa Setelah Salat Jenazah
Setelah menyelesaikan salat jenazah, para jamaah umumnya membaca doa bersama sebagai bentuk lanjutan dari permohonan kepada Allah untuk si mayit. Salah satu doa yang kerap dibaca adalah sebagai berikut:بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صلى على سيدنا محبو على أن سيد الحمد اللهم بحق الفتحة الفتق وقالت ورقات هذا الميت (هذه المينات) من النار اللهم انزل الرحمة والمغفرة على ماليت (هذه الدينت) واجعل قبرة (ها) وضحين الجنة ولا نجطة لة (لها) حفر لَمِنَ التَّيران وصلَّى اللَّهُ عَلَى خَائر خلفه مدن المحليواله وصحبه اجمعين والحمد لله رب العالمين
اللهم صلى على سيدنا محبو على أن سيد الحمد اللهم بحق الفتحة الفتق وقالت ورقات هذا الميت (هذه المينات) من النار اللهم انزل الرحمة والمغفرة على ماليت (هذه الدينت) واجعل قبرة (ها) وضحين الجنة ولا نجطة لة (لها) حفر لَمِنَ التَّيران وصلَّى اللَّهُ عَلَى خَائر خلفه مدن المحليواله وصحبه اجمعين والحمد لله رب العالمين
Arab latin Bismillahirahmannirahim, allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa'ala aali sayyidina Muhammadin Allahumma bihaqqil fatihati i tiq riqaa banaa wa riqaaba haadzał mayyiti (hadzihil mayyitati) wajal qabrahu (haa) roudhotan minal jannati (3 kali)
Wal aa tajalhu lahuu (lahaa) hufratan minan niiraani. Washollallahu alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammad wa aalihi wa sohbihi ajma in. Wal hamdulillahi rabbil alamin.
Artinya "Ya Allah curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah dengan berkahnya surat al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksaan api neraka (3 kali).
Ya Allah curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
Baca juga: Ayat-ayat Al Quran tentang Hujan, Bukti Kebesaran Allah SWT
Zikir Setelah Salat Jenazah
Dalam kitab Al-Wasa-il Al-Syafi’ah, Sayid Muhammad bin Ali Al-Husaini menjelaskan bahwa setelah pelaksanaan shalat jenazah, disunnahkan untuk melantunkan zikir tertentu, yaitu:سُبْحَانَ الْمَلِكِ اْلقُدُّوْسِ سُبْحَانَ اْلحَيِّ الَّذِى لَا يَمُوْتُ اَبَدًا سُبْحَان البَاقِيْ بَعْدَ فَنَاءِ خَلْقِهِ
Latin: “Subhaanal malikil qudduus, subhaanal ladzii laa yamuutu abadaa. Subhaanal baaqii ba’da fanaa-i kholqihii.”
Artinya: Maha Suci Dzat Yang Maha Merajai Alam. Maha Suci Dzat Yang Maha Hidup, Dzat yang tidak akan pernah mati selamanya. Maha Suci Yang Maha Kekal setelah rusaknya makhluk-Nya.
Setelah membaca zikir tersebut, dianjurkan pula untuk melanjutkan dengan doa, sebagaimana doa yang biasa dibaca dalam shalat jenazah. Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Artinya: Ya Allah, ampunilah dosanya, rahmatilah, selamatkan, maafkan, muliakan tempat persinggahannya, luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju, dan embun, bersihkan dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, gantikan rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, istri/suaminya dengan istri/suami yang lebih baik, masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksaan kubur atau dari siksaan neraka.”(M/G Nabila Sahrani Isrofaatin)
Baca juga: Proses Terjadinya Hujan dalam Pandangan Al Quran dan Sains
(wid)
Lihat Juga :