Kisah Sahabat Nabi : Khubaib, Orang Pertama yang Melaksanakan Sunnah Nabi
Senin, 13 Oktober 2025 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Khubaib menetap di negeri mereka sebagai tawanan hingga mereka berkumpul untuk membunuhnya. Khubaib meminjam pisau silet kepada salah seorang perempuan dari anak perempuan al-Harits, perempuan itu meminjamkannya. Perempuan itu memiliki seorang anak laki-laki, ketika perempuan itu lengah, anak laki-lakinya datang kepada Khubaib. Perempuan itu mendapati anak laki-lakinya berada di atas pangkuan Khubaib sedangkan pisau silet berada di tangan Khubaib.
Perempuan itu berkata, "Aku sangat terkejut". Khubaib menyadari hal itu, ia berkata, "Apakah engkau khawatir aku membunuhnya? Aku tidak mungkin melakukan itu”. Perempuan itu berkata, "Demi Allah aku tidak pernah melihat seorang tawanan sebain Khubaib. Demi Allah, suatu hari aku dapati Khubaib memakan setangkai anggur di tangannya, padahal ia terikat dengan besi, sedangkan di Makkah tidak ada buah-buahan. Itulah adalah rezeki yang diberikan Allah Ta'ala kepada Khubaib".
Ketika pasukan musuh membawa Khubaib keluar untuk dibunuh di tanah halal (luar tanah haram). Khubaib berkata kepada mereka, "Biarkanlah aku melaksanakan salat dua rakaat". Mereka pun membiarkannya. Lalu Khubaib melaksanakan salat dua rakaat. Khubaib berkata, "Demi Allah, andai kalian tidak menyangka bahwa aku berkeluh-kesah, pastilah aku tambah (jumlah rakaat)".
Kemudian Khubaib berkata, "Ya Allah, hitunglah jumlah mereka, bunuhlah mereka segera, jangan sisakan seorang pun dari mereka". Kemudian Khubaib bersyair: "Aku tidak peduli ketika aku terbunuh sebagai muslim. Di sisi apa pun bagi Allah kematianku. Itu semua pada Tuhan yang satu jika Ia berkehendak. Allah memberikan berkah pada setiap bagian tubuh yang terputus".
Lalu Abu Sirwa’ah 'Uqbah bin al-Harits tegak berdiri membunuh Khubaib. Khubaib adalah orang pertama yang men-sunnah-kan shalat (sunnat) bagi setiap muslim yang terbunuh dalam keadaan sabar. (HR. Al-Bukhari).
Sedemikian kokohnya iman Khubaib sehingga ketika ia diminta oleh kafir Quraisy berbalik dari Islam dan Nabi SAW , ia menjawab: "Jika semua yang ada di atas bumi menjadi milikku, niscaya aku tidak akan pernah berbalik dari Islam".
Subhanallah, inilah keimanan sahabat yang sangat menggetarkan hati. Meski Khubaib dihina dan dibunuh sadis oleh musuh Islam, beliau tetap berpegang teguh kepada tauhid dan wafat dalam keadaan syahid .
Menurut Ustaz Abdul Somad , amalan salat sunnah 2 rakaat itu tidak pernah diajarkan Rasulullah SAW . "Hai orang-orang beriman, jika kamu akan dibunuh, salat sunnahlah dua rakaat". Nabi tidak pernah mengatakan demikian.
Namun, salat sunnah dua rakaat ini murni inisiatif dari Khubaib. Maka Khubaib melakukan perbuatan yang tidak dilakukan, tidak diucapkan dan tidak diajarkan Rasulullah SAW . Kendati masuk kategori bid'ah, tapi inilah bid’ah hasanah. Setelah disampaikan kepada Rasulullah SAW , diakui beliau, amalan ini pun menjadi Sunnah Taqririyyah.
Baca juga: Inilah Sunnah Rasul yang Bermanfaat untuk Kesehatan, Apa Saja?
Perempuan itu berkata, "Aku sangat terkejut". Khubaib menyadari hal itu, ia berkata, "Apakah engkau khawatir aku membunuhnya? Aku tidak mungkin melakukan itu”. Perempuan itu berkata, "Demi Allah aku tidak pernah melihat seorang tawanan sebain Khubaib. Demi Allah, suatu hari aku dapati Khubaib memakan setangkai anggur di tangannya, padahal ia terikat dengan besi, sedangkan di Makkah tidak ada buah-buahan. Itulah adalah rezeki yang diberikan Allah Ta'ala kepada Khubaib".
Ketika pasukan musuh membawa Khubaib keluar untuk dibunuh di tanah halal (luar tanah haram). Khubaib berkata kepada mereka, "Biarkanlah aku melaksanakan salat dua rakaat". Mereka pun membiarkannya. Lalu Khubaib melaksanakan salat dua rakaat. Khubaib berkata, "Demi Allah, andai kalian tidak menyangka bahwa aku berkeluh-kesah, pastilah aku tambah (jumlah rakaat)".
Kemudian Khubaib berkata, "Ya Allah, hitunglah jumlah mereka, bunuhlah mereka segera, jangan sisakan seorang pun dari mereka". Kemudian Khubaib bersyair: "Aku tidak peduli ketika aku terbunuh sebagai muslim. Di sisi apa pun bagi Allah kematianku. Itu semua pada Tuhan yang satu jika Ia berkehendak. Allah memberikan berkah pada setiap bagian tubuh yang terputus".
Lalu Abu Sirwa’ah 'Uqbah bin al-Harits tegak berdiri membunuh Khubaib. Khubaib adalah orang pertama yang men-sunnah-kan shalat (sunnat) bagi setiap muslim yang terbunuh dalam keadaan sabar. (HR. Al-Bukhari).
Sedemikian kokohnya iman Khubaib sehingga ketika ia diminta oleh kafir Quraisy berbalik dari Islam dan Nabi SAW , ia menjawab: "Jika semua yang ada di atas bumi menjadi milikku, niscaya aku tidak akan pernah berbalik dari Islam".
Subhanallah, inilah keimanan sahabat yang sangat menggetarkan hati. Meski Khubaib dihina dan dibunuh sadis oleh musuh Islam, beliau tetap berpegang teguh kepada tauhid dan wafat dalam keadaan syahid .
Salat Sunnah 2 Rakaat Sebelum Dibunuh
Adapun amalan salat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan Khubaib bukanlah amalan biasa. Amalan ini tidak pernah dikerjakan oleh siapapun termasuk sahabat yang lain.Menurut Ustaz Abdul Somad , amalan salat sunnah 2 rakaat itu tidak pernah diajarkan Rasulullah SAW . "Hai orang-orang beriman, jika kamu akan dibunuh, salat sunnahlah dua rakaat". Nabi tidak pernah mengatakan demikian.
Namun, salat sunnah dua rakaat ini murni inisiatif dari Khubaib. Maka Khubaib melakukan perbuatan yang tidak dilakukan, tidak diucapkan dan tidak diajarkan Rasulullah SAW . Kendati masuk kategori bid'ah, tapi inilah bid’ah hasanah. Setelah disampaikan kepada Rasulullah SAW , diakui beliau, amalan ini pun menjadi Sunnah Taqririyyah.
Baca juga: Inilah Sunnah Rasul yang Bermanfaat untuk Kesehatan, Apa Saja?
(wid)
Lihat Juga :