Bacaan Wirid dan Zikir setelah Salat Subuh Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 05:15 WIB
loading...
Bacaan zikir setelah salat subuh ini penting diketahui agar bisa diamalkan dengan baik oleh kaum Muslim. Foto ilustrasi/Sindonews
A
A
A
Setelah menunaikan salat Subuh , umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan wirid . Amalan ini bukan hanya bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga sarana menenangkan hati dan memperkuat spiritualitas di awal hari.
Seperti dijelaskan Syekh Abu Thalib al-Makki dalam kitab Qutul Qulub fi Mu’amalat al-Mahbub wa Washfi Thariq al-Murid, zikir setelah Subuh membantu memperdalam kesadaran akan kehadiran Allah dan menumbuhkan ketenangan jiwa sebelum menjalani aktivitas duniawi.
Astaghfirullaahal-'Azhiim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwalhayyul-Qayyuum, wa Atuubu Ilaiih.
Artinya: "Aku memohon ampunan Allah yang Maha agung, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dzat yang Maha hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluk-Nya tiada henti. Dan aku bertaubat kepada-Nya." (HR Muslim).
Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lah, lahul Mulku wa lahul hamdu Yuhyi wa Yumiitu wa Huwa 'ala kulli syai-in qodiir.
Artinya: "Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya segala kerajaan dan hanya milik-Nya segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR Muslim)
Allohumma Ajirnii Minan-Naar
Artinya: "Ya Allah, peliharalah aku dari api neraka."
Allahumma Antassalam, wa minkassalam, wa ilaika ya'uudussalam, fahayyina Robbana bissalam, wa adkhilnal jannata daarossalam, tabarokta Robbana wa ta'aalayta, yaa dzal jalaali wal ikram.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Zat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya dari-Mu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepada-Mu lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Zat yang berkah wahai Tuhan kami dan Maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”
Baca juga: 5 Hari yang Dilarang Melaksanakan Qadha Puasa Ramadan, Simak di Sini Saja!
Allahumma la mani a lima a thaita wa la mu'thiya lima mana'ta wa la yanfa'u dzal jadii minkal jaddu, la ilaha illa Anta.
Artinya: "Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak terhadap apa yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau tolak dan orang yang memiliki kekayaan tidak dapat menghalangi dari siksa-Mu. Tidak ada Tuhan selain Engkau."
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi robbil 'aalamiin. Ar-rohmaanir-Rohiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin. Ihdinash shiroothol mustaqiim. Shirootol ladzina an'amta 'alaihim ghoiril maghdhuu bi 'alaihim wa ladh-dhoolliin
Artinya: 1) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, 3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, 4) Yang menguasai hari pembalasan. 5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan, 6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, 7) Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani).
Alloohu laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyuumu laa ta'khuzuhuu sinatuw walaa nauum, lahuu maa fissamawati wa maa fil ardhi man dzalladzii yasyfa'u 'indahu illa bi idznihi, ya'lamu maa ba ina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai-in min 'ilmihi illaa bi maa syaa-a, wasi'a kursiyyuhus-samawaati wal ardhi wa laa yauuduhu hifzuhuma wahuwal 'aliyyul 'azhiim.
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Agung."
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul huwalloohu ahad. Alloohush-shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul-lahuu kufuwan ahad.
Artinya: "1) Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, 2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, 4) dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul a'uudzu birobbil-falaq. Min syarri maa kholaq. Wamin syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wamin Syarrin-naffaatsaati fil-'uqod. Wamin syarri haasidin idzaa hasad.
Artinya: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul a'uudzu birobbin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Minsyarril-waswaasil-khon-naas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas. Minal-jinnati wan-naas.
Artinya: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Subhanallah
Artinya: "Maha Suci Allah."
Alhamdulillah
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
Allaahu Akbar.
Artinya: "Allah Maha Besar."
Allahu Akbar Kabira walhamdu lillahi Katsira wa Subhanallahi Bukrataw-wa-ashila. La ilaha illallahu wahdahu la Syarika lah. Lahul-mulku wa lahul-hamdu Yuhyi wa Yumitu wa Huwa 'ala kulli syai'in Qadir. (wa la haula wa la quwwata illa billahil-aliyyil-azhim).
Artinya: "Allah Maha Besar lagi Maha Sempurna kebesaran-Nya dan segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang Menghidupkan dan yang Mematikan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu (Dan tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia).
Kemudian, Wirid Ditutup Dengan Doa dan Harapan Masing-masing.
Selain itu, zikir di waktu Subuh memiliki keistimewaan tersendiri karena dilakukan di awal hari, saat suasana masih hening dan pikiran belum terpecah oleh urusan dunia. Dalam kondisi tersebut, zikir menjadi sarana menyegarkan ruhani dan memperkuat kesadaran spiritual, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, maka baginya pahala seperti orang yang berhaji dan berumrah dengan sempurna." (HR Tirmidzi).
Dengan demikian, wirid dan berzikir setelah salat Subuh bukan hanya rutinitas ibadah, tetapi juga pintu ketenangan, sumber kekuatan, dan awal keberkahan dalam menjalani hari. (M/G Nesya Naila Naulia)
Baca juga: Sedekah, Obat Terbaik untuk Penyakit Fisik
Seperti dijelaskan Syekh Abu Thalib al-Makki dalam kitab Qutul Qulub fi Mu’amalat al-Mahbub wa Washfi Thariq al-Murid, zikir setelah Subuh membantu memperdalam kesadaran akan kehadiran Allah dan menumbuhkan ketenangan jiwa sebelum menjalani aktivitas duniawi.
Berikut adalah bacaan wirid dan zikir setelah salat subuh lengkap :
1. Membaca Istighfar (3 kali)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal-'Azhiim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwalhayyul-Qayyuum, wa Atuubu Ilaiih.
Artinya: "Aku memohon ampunan Allah yang Maha agung, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dzat yang Maha hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluk-Nya tiada henti. Dan aku bertaubat kepada-Nya." (HR Muslim).
2. Membaca Tahlil (10 kali)
لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lah, lahul Mulku wa lahul hamdu Yuhyi wa Yumiitu wa Huwa 'ala kulli syai-in qodiir.
Artinya: "Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya segala kerajaan dan hanya milik-Nya segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR Muslim)
3. Membaca Doa Perlindungan dari Neraka (7 kali)
اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـي (أَجِرْنَا) مِنَ النَّار
Allohumma Ajirnii Minan-Naar
Artinya: "Ya Allah, peliharalah aku dari api neraka."
4. Membaca Zikir Mohon Keselamatan
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام
Allahumma Antassalam, wa minkassalam, wa ilaika ya'uudussalam, fahayyina Robbana bissalam, wa adkhilnal jannata daarossalam, tabarokta Robbana wa ta'aalayta, yaa dzal jalaali wal ikram.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Zat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya dari-Mu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepada-Mu lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Zat yang berkah wahai Tuhan kami dan Maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”
Baca juga: 5 Hari yang Dilarang Melaksanakan Qadha Puasa Ramadan, Simak di Sini Saja!
5. Membaca Doa Tauhid
اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مَنْكَ الْجَدُّ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma la mani a lima a thaita wa la mu'thiya lima mana'ta wa la yanfa'u dzal jadii minkal jaddu, la ilaha illa Anta.
Artinya: "Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak terhadap apa yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau tolak dan orang yang memiliki kekayaan tidak dapat menghalangi dari siksa-Mu. Tidak ada Tuhan selain Engkau."
6. Membaca Surat Al-Fatihah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ. ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ. صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi robbil 'aalamiin. Ar-rohmaanir-Rohiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin. Ihdinash shiroothol mustaqiim. Shirootol ladzina an'amta 'alaihim ghoiril maghdhuu bi 'alaihim wa ladh-dhoolliin
Artinya: 1) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, 3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, 4) Yang menguasai hari pembalasan. 5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan, 6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, 7) Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani).
7. Membaca Ayat Kursi
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ
Alloohu laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyuumu laa ta'khuzuhuu sinatuw walaa nauum, lahuu maa fissamawati wa maa fil ardhi man dzalladzii yasyfa'u 'indahu illa bi idznihi, ya'lamu maa ba ina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai-in min 'ilmihi illaa bi maa syaa-a, wasi'a kursiyyuhus-samawaati wal ardhi wa laa yauuduhu hifzuhuma wahuwal 'aliyyul 'azhiim.
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Agung."
8. Membaca Surat Al-Ikhlas (3 kali)
قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ. اَللّٰهُ الصَّمَدُ. لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ. وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul huwalloohu ahad. Alloohush-shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul-lahuu kufuwan ahad.
Artinya: "1) Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, 2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, 4) dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
9. Membaca Surat Al-Falaq dan An-Naas (masing-masing 1 kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul a'uudzu birobbil-falaq. Min syarri maa kholaq. Wamin syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wamin Syarrin-naffaatsaati fil-'uqod. Wamin syarri haasidin idzaa hasad.
Artinya: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul a'uudzu birobbin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Minsyarril-waswaasil-khon-naas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas. Minal-jinnati wan-naas.
Artinya: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
10. Membaca Zikir (masing-masing 33 Kali)
سُبْحَانَ اللهُ
Subhanallah
Artinya: "Maha Suci Allah."
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
اَللهُ أَكْبَرُ
Allaahu Akbar.
Artinya: "Allah Maha Besar."
11. Membaca Kalimat Takbir dan Hauqalah
اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًاوَالْحَمْدُ لِلهَ كَثِرًاوَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِتُ وَهُوَ عَلَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيٌْر (وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَضِيْمَ)
Allahu Akbar Kabira walhamdu lillahi Katsira wa Subhanallahi Bukrataw-wa-ashila. La ilaha illallahu wahdahu la Syarika lah. Lahul-mulku wa lahul-hamdu Yuhyi wa Yumitu wa Huwa 'ala kulli syai'in Qadir. (wa la haula wa la quwwata illa billahil-aliyyil-azhim).
Artinya: "Allah Maha Besar lagi Maha Sempurna kebesaran-Nya dan segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang Menghidupkan dan yang Mematikan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu (Dan tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia).
Kemudian, Wirid Ditutup Dengan Doa dan Harapan Masing-masing.
Keutamaan Zikir Setelah Salat Subuh
Zikir setelah salat Subuh memiliki banyak keutamaan yang membawa manfaat bagi hati dan pikiran. Menurut Syekh Abu Thalib al-Makki, zikir setelah Subuh memperkuat hubungan spiritual antara seorang Muslim dengan Allah SWT. Amalan ini juga membantu seseorang memulai hari dengan hati yang bersih dan pikiran yang tenang, sehingga lebih siap menghadapi berbagai ujian kehidupan.Selain itu, zikir di waktu Subuh memiliki keistimewaan tersendiri karena dilakukan di awal hari, saat suasana masih hening dan pikiran belum terpecah oleh urusan dunia. Dalam kondisi tersebut, zikir menjadi sarana menyegarkan ruhani dan memperkuat kesadaran spiritual, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, maka baginya pahala seperti orang yang berhaji dan berumrah dengan sempurna." (HR Tirmidzi).
Dengan demikian, wirid dan berzikir setelah salat Subuh bukan hanya rutinitas ibadah, tetapi juga pintu ketenangan, sumber kekuatan, dan awal keberkahan dalam menjalani hari. (M/G Nesya Naila Naulia)
Baca juga: Sedekah, Obat Terbaik untuk Penyakit Fisik
(wid)
Lihat Juga :