Inilah 15 Penyebab Datangnya Musibah, Simak di Sini Saja!
Selasa, 04 November 2025 - 11:40 WIB
loading...
Menurut KH Muhammad Yunus A Hamid, Muqoddam Thoriqoh Tijani dan Khuwaidim Zawiyah Tarbiyah At Tijaniyah Jakarta, sedikitnya ada 15 perkara yang mengundang datangnya bala dan musibah di muka bumi. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Ada beberapa perkara yang menjadi penyebab datangnya musibah pada manusia. Perkara apa saja dan bagaimana penjelasannya? Simak ulasannya berikut ini:
Menurut KH Muhammad Yunus A Hamid, Muqoddam Thoriqoh Tijani dan Khuwaidim Zawiyah Tarbiyah At Tijaniyah Jakarta, sedikitnya ada 15 perkara yang mengundang datangnya bala dan musibah di muka bumi.
Beliau menukil salah satu hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam "Dari berbagai literatur Islam yang berhasil saya temukan, bahwa penyebab terjadinya musibah-musibah di muka bumi adalah sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Nabi ," kata beliau.
Hadis ini diterima dari baginda Ali radhiyallahu 'anhu. Beliau berkata, Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Apabila ummatku telah melakukan 15 macam perkara maka semua itu akan mengundang musibah , kemudian para sahabat bertanya, apa yang dimaksud 15 macam perkara itu ya Rasulullah? Lalu Rasulullah menjawab:
1. Apabila orang yang berprilaku buruk yaitu orang yang selalu mengambil keuntungan duniawi untuk kepentingan pribadinya (materialistis), dijadikan dan dipilih sebagai pemimpin masyarakat.
Baca juga: Apakah Musibah Bisa Jadi Penghapus Dosa? Begini Penjelasannya
2. Apabila orang mengemban amanah atau ketika dia dipercayai orang lain, amanah dan kepercayaan dijadikannya sebuah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan duniawi.
3. Apabila dana zakat tidak segera dibayarkan atau tidak segera diberikan kepada orang yang berhak, bahkan dana zakat diolah dulu untuk mengambil keuntungan pribadinya.
4. Apabila seorang suami sudah tunduk kepada istrinya.
5. Apabila seorang manusia sudah berani menyakiti hati ibu kandungnya.
6. Apabila seorang manusia sudah berani menentang kepada bapak kandunganya.
7. Apabila telah terjadi mengeraskan suara di masjid-masjid. Artinya pertama, orang sudah tidak mau datang lagi ke masjid, sampai-sampai untuk melaksanakan ibadah dan shalat berjamaah pun harus dipanggil menggunakan pengeras suara, padahal dia tahu waktu ibadah melaksanakan shalat berjamaah segera didirikan. Kedua, orang menjadikan masjid sebagai tempat hiburan dan sarana pada ajang perlombaan.
8. Apabila orang yang sangat dipercaya dan orang yang dijadikan tumpuan harapan oleh masyarakat adalah orang yang dianggap hina menurut pandangan agama Islam, seperti orang yang tidak melakukan shalat dan dukun paranormal.
9. Apabila memuliakan dan mengagung-kan seseorang disebabkan terdorong oleh rasa takut kepada orang tersebut.
10. Apabila minuman keras, narkotika dan bahan-bahan psikitrofika lainnya sudah dikonsumsi oleh masyarakat.
11. Apabila kain-kain sutra sudah dikenakan oleh kaum lelaki, walaupun dengn alasan modis, padahal Islam melarangnya.
12. Apabila telah menghalalkan dan melegalkan segala macam bentuk hiburan sehingga melalaikan dzikir kepada Allah Ta'ala.
13. Apabila telah menghalalkan dan melegalkan alat-alat musik serta memainkannya sehingga melalaikan dzikir kepada Allah Ta'ala.
14. Apabila umat manusia di zaman sekarang mengutuk atau menyalahkan para pendahulunya, mereka merasa keterpurukan bangsa disebabkan para pendahulunya.
15. Apabila sudah banyak orang menuntut ilmu, tapi bukan pada ilmu agama, mereka hanya mengejar ilmu untuk mendapatkan pekerjaan dan duniawi semata.
Dengan demikian, ketika kamu semua mendapati salah satu dari semua itu maka kamu semua akan tertimpa berbagai macam musibah, seperti hembusan angin merah yang membawa cuaca buruk, dilanda berbagai macam bencana alam sehingga musibah yang sangat menyedihkan yaitu merubah rupa kalian menjadi seekor kera atau babi. (HR. Turmudzi). (Baca Juga: 4 Keutamaan Bagi Orang yang Bersabar Menghadapi Musibah )
KH Muhamad Yunus mengatakan, dari sabda baginda Nabi صلى الله عليه وسلم di atas dapat disimpulkan, bahwa jalan yang harus ditempuh oleh kita adalah tidak cukup hanya dengan menggelar istighosah dan dzikir Akbar semata. Akan tetapi semua bentuk maksiat dan munkarat di muka bumi hendaknya lebih dulu segera dihilangkan termasuk 15 macam perkara penyebab musibah tersebut, sebagaimana para Ulama Usul Fiqih menyebutkan :
Artinya:
Sesungguhnya menghilangkan segala macam bentuk maksiat dan munkarat adalah harus segera didahulukan dari pada melakukan hal-hal yang mengundang kebaikan seperti zikir dan istighosah.
Baca juga: Apa Beda Musibah dan Azab? Berikut Penjelasannya Menurut Al Quran
Menurut KH Muhammad Yunus A Hamid, Muqoddam Thoriqoh Tijani dan Khuwaidim Zawiyah Tarbiyah At Tijaniyah Jakarta, sedikitnya ada 15 perkara yang mengundang datangnya bala dan musibah di muka bumi.
Beliau menukil salah satu hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam "Dari berbagai literatur Islam yang berhasil saya temukan, bahwa penyebab terjadinya musibah-musibah di muka bumi adalah sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Nabi ," kata beliau.
عَنْ عَلِى رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قاَلَ
قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ؛ إِذاَ فَعَلَتْ أُمَّتِى خَمْسَ عَشَرَةَ خَصْلَةً حَلَّ بِهاَ البَلاَءُ ,
قِيْلَ وَماَهِىَ ياَرَسُوْلَ اللهِ ؟
قاَلَ ؛ إِذاَ كاَنَ المُغْنِمُ دَوْلاً
وَالأَماَنَةُ مُغْنِماً وَالزَّكاَةُ مُغْرَماً
وَأَطاَعَ الرَّجُلُ زَوْجَتَهُ
وَعَقَّ أُمَّهُ وَجَفاَ أَباَهُ
وَارْتَفَعَتْ الأَصْواَتُ فىِ المَسَاجِدِ وَكاَنَ زَعِيْمُ القَوْمِ أَرْذَلَهُمْ وَأَكْرَمَ الرَّجُلَ مَخاَفَةَ شَرِّهِ وَشُرِبَتْ الخُمُوْرُ وَلُبِسَ الحَرِيْرُ وَاتُّخِذَتْ القِياَناَتُ وَالمَعاَزِفُ وَلَعَنَ آخِرُ هَذِهِ الأُمَّةِ أَوَّلَهاَ فَلْيَرْتَقِبُوْا عِنْدَ ذَلِكَ رِيْحاً حَمَراَءَ أَوْ خَسَفاً أَوْ مَسَخاً
( رَواَهُ التُّرْمُذِى )
قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ؛ إِذاَ فَعَلَتْ أُمَّتِى خَمْسَ عَشَرَةَ خَصْلَةً حَلَّ بِهاَ البَلاَءُ ,
قِيْلَ وَماَهِىَ ياَرَسُوْلَ اللهِ ؟
قاَلَ ؛ إِذاَ كاَنَ المُغْنِمُ دَوْلاً
وَالأَماَنَةُ مُغْنِماً وَالزَّكاَةُ مُغْرَماً
وَأَطاَعَ الرَّجُلُ زَوْجَتَهُ
وَعَقَّ أُمَّهُ وَجَفاَ أَباَهُ
وَارْتَفَعَتْ الأَصْواَتُ فىِ المَسَاجِدِ وَكاَنَ زَعِيْمُ القَوْمِ أَرْذَلَهُمْ وَأَكْرَمَ الرَّجُلَ مَخاَفَةَ شَرِّهِ وَشُرِبَتْ الخُمُوْرُ وَلُبِسَ الحَرِيْرُ وَاتُّخِذَتْ القِياَناَتُ وَالمَعاَزِفُ وَلَعَنَ آخِرُ هَذِهِ الأُمَّةِ أَوَّلَهاَ فَلْيَرْتَقِبُوْا عِنْدَ ذَلِكَ رِيْحاً حَمَراَءَ أَوْ خَسَفاً أَوْ مَسَخاً
( رَواَهُ التُّرْمُذِى )
Hadis ini diterima dari baginda Ali radhiyallahu 'anhu. Beliau berkata, Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Apabila ummatku telah melakukan 15 macam perkara maka semua itu akan mengundang musibah , kemudian para sahabat bertanya, apa yang dimaksud 15 macam perkara itu ya Rasulullah? Lalu Rasulullah menjawab:
1. Apabila orang yang berprilaku buruk yaitu orang yang selalu mengambil keuntungan duniawi untuk kepentingan pribadinya (materialistis), dijadikan dan dipilih sebagai pemimpin masyarakat.
Baca juga: Apakah Musibah Bisa Jadi Penghapus Dosa? Begini Penjelasannya
2. Apabila orang mengemban amanah atau ketika dia dipercayai orang lain, amanah dan kepercayaan dijadikannya sebuah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan duniawi.
3. Apabila dana zakat tidak segera dibayarkan atau tidak segera diberikan kepada orang yang berhak, bahkan dana zakat diolah dulu untuk mengambil keuntungan pribadinya.
4. Apabila seorang suami sudah tunduk kepada istrinya.
5. Apabila seorang manusia sudah berani menyakiti hati ibu kandungnya.
6. Apabila seorang manusia sudah berani menentang kepada bapak kandunganya.
7. Apabila telah terjadi mengeraskan suara di masjid-masjid. Artinya pertama, orang sudah tidak mau datang lagi ke masjid, sampai-sampai untuk melaksanakan ibadah dan shalat berjamaah pun harus dipanggil menggunakan pengeras suara, padahal dia tahu waktu ibadah melaksanakan shalat berjamaah segera didirikan. Kedua, orang menjadikan masjid sebagai tempat hiburan dan sarana pada ajang perlombaan.
8. Apabila orang yang sangat dipercaya dan orang yang dijadikan tumpuan harapan oleh masyarakat adalah orang yang dianggap hina menurut pandangan agama Islam, seperti orang yang tidak melakukan shalat dan dukun paranormal.
9. Apabila memuliakan dan mengagung-kan seseorang disebabkan terdorong oleh rasa takut kepada orang tersebut.
10. Apabila minuman keras, narkotika dan bahan-bahan psikitrofika lainnya sudah dikonsumsi oleh masyarakat.
11. Apabila kain-kain sutra sudah dikenakan oleh kaum lelaki, walaupun dengn alasan modis, padahal Islam melarangnya.
12. Apabila telah menghalalkan dan melegalkan segala macam bentuk hiburan sehingga melalaikan dzikir kepada Allah Ta'ala.
13. Apabila telah menghalalkan dan melegalkan alat-alat musik serta memainkannya sehingga melalaikan dzikir kepada Allah Ta'ala.
14. Apabila umat manusia di zaman sekarang mengutuk atau menyalahkan para pendahulunya, mereka merasa keterpurukan bangsa disebabkan para pendahulunya.
15. Apabila sudah banyak orang menuntut ilmu, tapi bukan pada ilmu agama, mereka hanya mengejar ilmu untuk mendapatkan pekerjaan dan duniawi semata.
Dengan demikian, ketika kamu semua mendapati salah satu dari semua itu maka kamu semua akan tertimpa berbagai macam musibah, seperti hembusan angin merah yang membawa cuaca buruk, dilanda berbagai macam bencana alam sehingga musibah yang sangat menyedihkan yaitu merubah rupa kalian menjadi seekor kera atau babi. (HR. Turmudzi). (Baca Juga: 4 Keutamaan Bagi Orang yang Bersabar Menghadapi Musibah )
KH Muhamad Yunus mengatakan, dari sabda baginda Nabi صلى الله عليه وسلم di atas dapat disimpulkan, bahwa jalan yang harus ditempuh oleh kita adalah tidak cukup hanya dengan menggelar istighosah dan dzikir Akbar semata. Akan tetapi semua bentuk maksiat dan munkarat di muka bumi hendaknya lebih dulu segera dihilangkan termasuk 15 macam perkara penyebab musibah tersebut, sebagaimana para Ulama Usul Fiqih menyebutkan :
إِنَّ دَفْعَ المَفاَسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ المَصاَلِحِ
Artinya:
Sesungguhnya menghilangkan segala macam bentuk maksiat dan munkarat adalah harus segera didahulukan dari pada melakukan hal-hal yang mengundang kebaikan seperti zikir dan istighosah.
Baca juga: Apa Beda Musibah dan Azab? Berikut Penjelasannya Menurut Al Quran
(wid)
Lihat Juga :