Kisah Hikmah : Janji Gombal Penghuni Neraka Terakhir
Sabtu, 15 November 2025 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Allah SWT mencelanya karena tidak memenuhi apa-apa yang sudah dijanjikan. Allah mencerca dan memburukkannya seraya berfirman, “Bukankah engkau telah memberikan janji-janji dan bukti-bukti bahwa engkau tidak akan meminta apa pun kepada-Ku selama-lamanya selain yang telah diberikan kepadamu. Celaka engkau wahai anak Adam dan alangkah gombal janjimu."
Akan tetapi pria itu terus berdoa, memohon dan berharap. Maka, Rabbnya bertanya kepadanya sebagaimana Dia bertanya kepadanya untuk pertama kalinya. “Apakah kiranya jika engkau diberi itu engkau akan meminta yang lain?”
Dia menjawab sebagaimana yang pertama. “Tidak, demi keperkasaan Engkau, aku tidak meminta lain kepadamu.”
Dia pun mengajukan kepada Rabbnya berbagai janji dan bukti apa saja yang dikehendaki. Dia lantas dibawa ke pintu surga.
Ketika dia berdiri di depan pintu surga, pandangannya tertuju kepada apa-apa yang ada di dalamnya berupa kesenangan dan kebahagiaan. Dari seberang pintunya dia melihat sungai-sungai yang mengalir, taman-taman yang lebat, dan mungkin dia juga mendapatkan keharuman semerbak aroma udara yang sangat sejuk, hembusan angin, juga melihat para penghuninya bergelimang nikmat. Maka, dia diam sebagaimana dikehendaki oleh Allah untuk diam.
Pada akhirnya takaran keinginannya menjadi penuh, sedangkan kesabarannya menjadi habis. Dia berdialog lagi dengan Rabbnya Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui, Yang Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, seraya berdoa kepada-Nya sudi kiranya memasukkan dirinya ke dalam surga.
Maka Allah berfirman kepadanya, “Celaka engkau wahai anak Adam dan alangkah gombal janjimu.'”
Maka, dia berkata kepada Rabb Yang Maha Perkasa, “Wahai Rabbku, aku pasti tidak akan menjadi makhluk-Mu yang paling sengsara."
Pada akhirnya, datang kepadanya jalan keluar. Allah tertawa karena keadaannya, ketika dia berdoa dan memohon serta gombalnya terhadap janji-janji demi mendapatkan apa-apa yang dia cita-citakan.
Siapa saja yang Allah tertawa kepadanya, maka dia telah sangat beruntung. Allah SWT berfirman kepadanya, “Masuklah ke dalam surga.”
Akan tetapi pria itu terus berdoa, memohon dan berharap. Maka, Rabbnya bertanya kepadanya sebagaimana Dia bertanya kepadanya untuk pertama kalinya. “Apakah kiranya jika engkau diberi itu engkau akan meminta yang lain?”
Dia menjawab sebagaimana yang pertama. “Tidak, demi keperkasaan Engkau, aku tidak meminta lain kepadamu.”
Dia pun mengajukan kepada Rabbnya berbagai janji dan bukti apa saja yang dikehendaki. Dia lantas dibawa ke pintu surga.
Ketika dia berdiri di depan pintu surga, pandangannya tertuju kepada apa-apa yang ada di dalamnya berupa kesenangan dan kebahagiaan. Dari seberang pintunya dia melihat sungai-sungai yang mengalir, taman-taman yang lebat, dan mungkin dia juga mendapatkan keharuman semerbak aroma udara yang sangat sejuk, hembusan angin, juga melihat para penghuninya bergelimang nikmat. Maka, dia diam sebagaimana dikehendaki oleh Allah untuk diam.
Pada akhirnya takaran keinginannya menjadi penuh, sedangkan kesabarannya menjadi habis. Dia berdialog lagi dengan Rabbnya Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui, Yang Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, seraya berdoa kepada-Nya sudi kiranya memasukkan dirinya ke dalam surga.
Maka Allah berfirman kepadanya, “Celaka engkau wahai anak Adam dan alangkah gombal janjimu.'”
Maka, dia berkata kepada Rabb Yang Maha Perkasa, “Wahai Rabbku, aku pasti tidak akan menjadi makhluk-Mu yang paling sengsara."
Pada akhirnya, datang kepadanya jalan keluar. Allah tertawa karena keadaannya, ketika dia berdoa dan memohon serta gombalnya terhadap janji-janji demi mendapatkan apa-apa yang dia cita-citakan.
Siapa saja yang Allah tertawa kepadanya, maka dia telah sangat beruntung. Allah SWT berfirman kepadanya, “Masuklah ke dalam surga.”
Lihat Juga :