Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Kamis, 08 Januari 2026 - 17:50 WIB
loading...
Beberapa hal yang menandai perbedaan Nabi dan Rasul, salah satunya dari cara mendapatkan wahyu, Rasul memperoleh wahyu dari melalui perantaraan Jibril ‘alaihis salam dalam kondisi sadar (terjaga), sedangkan Nabi mendapatkan wahyu dalam bentuk ilham atau m
A
A
A
Perbedaan antara nabi dan rasul ini penting diketahui kaum Muslim, dalam rangka mengimani adanya nabi dan rasul. Tentang perbedaan tersebut, sudah disepakati para ulama.
Dari sisi pemaknaannya, dijelaskan bahwa semua rasul itu adalah nabi, namun tidak semua Nabi merupakan seorang Rasul. Beberapa dalil yang menunjukkan perbedaan ini tercantum dalam ayat-ayat Al-Quran , sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
Artinya : "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi.” (QS. Al-Haj: 52)
Perbedaan Nabi dan Rasul dijelaskan pula dalam Surat Maryam Ayat 51, Allah SWT berfirman :
Artinya : "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al-Kitab (Al-Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi.” (QS. Maryam: 51)
Terdapat beberapa hal yang menandai perbedaan Nabi dan Rasul, di antaranya adalah :
Sedangkan Nabi mendapatkan wahyu atau mendapatkan kenabian dalam bentuk ilham atau melalui mimpi.
Baca juga: Inilah Para Nabi dan Rasul yang Bertemu Rasulullah dalam Perjalanan Mikraj
Ibnu Abil ‘Iz Al-Hanafi rahimahullah pernah menyampaikan bahwa, “Para ulama menyebutkan perbedaan-perbedaan antara Nabi dan Rasul. Pendapat yang paling bagus adalah bahwa siapa saja yang mendapatkan berita dari langit (wahyu), jika diperintahkan untuk disampaikan kepada orang lain, maka dia adalah nabi sekaligus rasul. Akan tetapi, jika tidak diperintahkan untuk disampaikan kepada orang lain, maka dia nabi, namun bukan rasul.” (Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, hal. 158)
Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Quran surat Al -Mu'minun ayat 44. Allah SWT berfirman :
Artinya : "Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakan nya, maka Kami silih gantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka kebiasaanlah bagi kaum yang tidak beriman." (QS Al-Muminun : 44)
Pendapat ini diperkuat dengan hadits yang meriwayatkan Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Mereka pun mendatangi Nuh, dan berkata, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya Engkau adalah rasul pertama bagi manusia.’” (HR. Bukhari no. 4712)
Dalam hal ini Nabi Nuh AS diutus kepada umat yang menentang dakwah beliau. Sementara Nabi sebelumnya yakni Adam AS dan Idris AS bukanlah seorang Rasul.
Sementara Nabi adalah sosok dari golongan manusia biasa yang menjalankan hidup seperti orang pada umumnya. Namun, seorang Nabi memiliki keistimewaan dari Allah SWT serta sifat yang mulia.
Adapun Nabi, tidak diturunkan kitab kepadanya dan hanyalah diminta untuk berdakwah kepada manusia untuk mengikuti syariat rasul sebelumnya.
Baca juga: Potret Para Nabi Saat Bertemu Rasulullah SAW di Lapisan Langit
Dari sisi pemaknaannya, dijelaskan bahwa semua rasul itu adalah nabi, namun tidak semua Nabi merupakan seorang Rasul. Beberapa dalil yang menunjukkan perbedaan ini tercantum dalam ayat-ayat Al-Quran , sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ
Artinya : "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi.” (QS. Al-Haj: 52)
Perbedaan Nabi dan Rasul dijelaskan pula dalam Surat Maryam Ayat 51, Allah SWT berfirman :
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مُوسَى إِنَّهُ كَانَ مُخْلَصاً وَكَانَ رَسُولاً نَّبِيّاً
Artinya : "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al-Kitab (Al-Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi.” (QS. Maryam: 51)
Terdapat beberapa hal yang menandai perbedaan Nabi dan Rasul, di antaranya adalah :
1. Cara Mendapatkan Wahyu
Perbedaan Nabi dan Rasul yang pertama ini berdasar pada cara memperoleh wahyu. Dimana Rasul memperoleh wahyu dari melalui perantaraan Jibril ‘alaihis salam kepadanya dalam kondisi sadar (terjaga).Sedangkan Nabi mendapatkan wahyu atau mendapatkan kenabian dalam bentuk ilham atau melalui mimpi.
Baca juga: Inilah Para Nabi dan Rasul yang Bertemu Rasulullah dalam Perjalanan Mikraj
2. Tanggungjawab Terhadap Wahyu yang Diterima
Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa Rasul mendapatkan wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada umatnya. Sedangkan nabi itu mendapatkan wahyu, namun tidak diperintahkan untuk disampaikan kepada umatnya.Ibnu Abil ‘Iz Al-Hanafi rahimahullah pernah menyampaikan bahwa, “Para ulama menyebutkan perbedaan-perbedaan antara Nabi dan Rasul. Pendapat yang paling bagus adalah bahwa siapa saja yang mendapatkan berita dari langit (wahyu), jika diperintahkan untuk disampaikan kepada orang lain, maka dia adalah nabi sekaligus rasul. Akan tetapi, jika tidak diperintahkan untuk disampaikan kepada orang lain, maka dia nabi, namun bukan rasul.” (Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, hal. 158)
3. Tugas
Pendapat berikutnya terkait perbedaan Nabi dan Rasul berdasar pada tugas yang diemban. Dimana Rasul akan diutus dengan membawa syariat yang baru. Sedangkan Nabi bila diutus maka akan membawakan syariat sebelumnya.Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Quran surat Al -Mu'minun ayat 44. Allah SWT berfirman :
ثُمَّ اَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا تَتۡـرَا ؕ كُلَّ مَا جَآءَ اُمَّةً رَّسُوۡلُهَا كَذَّبُوۡهُ فَاَتۡبَـعۡنَا بَعۡـضَهُمۡ بَعۡـضًا وَّجَعَلۡنٰهُمۡ اَحَادِيۡثَ ۚ فَبُـعۡدًا لِّـقَوۡمٍ لَّا يُؤۡمِنُوۡنَ
Artinya : "Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakan nya, maka Kami silih gantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka kebiasaanlah bagi kaum yang tidak beriman." (QS Al-Muminun : 44)
4. Umat
Dalam sebuah pendapat oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, disebutkan bahwa Rasul akan diutus kepada umat yang menyelisihi atau menentangnya. Sementara Nabi akan diutus pada umat yang akan menyambut dakwahnya.Pendapat ini diperkuat dengan hadits yang meriwayatkan Rasulullah SAW pernah bersabda :
فَيَأْتُونَ نُوحًا فَيَقُولُونَ: يَا نُوحُ، إِنَّكَ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الأَرْضِ
“Mereka pun mendatangi Nuh, dan berkata, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya Engkau adalah rasul pertama bagi manusia.’” (HR. Bukhari no. 4712)
Dalam hal ini Nabi Nuh AS diutus kepada umat yang menentang dakwah beliau. Sementara Nabi sebelumnya yakni Adam AS dan Idris AS bukanlah seorang Rasul.
5. Sifat
Perbedaan berikutnya terletak pada sifat, yang mana Rasul adalah berasal dari golongan manusia yang memang mulia atau keturunan umat mulia. Rasul sudah dipilih dan diberi Allah SWT mukjizat agar bisa menjadi contoh umat di dunia dan akhirat.Sementara Nabi adalah sosok dari golongan manusia biasa yang menjalankan hidup seperti orang pada umumnya. Namun, seorang Nabi memiliki keistimewaan dari Allah SWT serta sifat yang mulia.
6. Kitab Suci
Pendapat ini dinyatakan oleh Ali bin Sulthan Al-Mula Al-Harawi Al-Qari dalam kitabnya, Mirqatul Mafatih Syarh Misykaat Al-Mashabih (9: 3669), Rasul adalah yang diturunkan kitab kepadanya, juga syariat yang berdiri sendiri, disertai dengan mukjizat yang menunjukkan kerasulannya.Adapun Nabi, tidak diturunkan kitab kepadanya dan hanyalah diminta untuk berdakwah kepada manusia untuk mengikuti syariat rasul sebelumnya.
Baca juga: Potret Para Nabi Saat Bertemu Rasulullah SAW di Lapisan Langit
(wid)
Lihat Juga :