Kisah-kisah Isra Mikraj (5): Rasulullah SAW Diperjalankan dengan Buraq
Sabtu, 10 Januari 2026 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa Buraq memiliki kecepatan tinggi atau secepat kilat ketika bergerak.
Artinya: "Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa didatangkan kepada Nabi Muhammad SAW hewan Buraq di malam melakukan Isra. Buraq itu telah diberi pelana dan tali kendali untuk dinaiki Nabi, tetapi Buraq sulit untuk dinaiki. Maka Jibril berkata kepadanya, "Apakah yang mendorongmu bersikap demikian? Demi Allah, tiada seorang pun yang menaikimu lebih dimuliakan oleh Allah dari pada orang ini." Setelah itu Buraq mengucurkan keringatnya.
Mengenai wujudnya, Rasulullah SAW bersabda dalam satu Hadis dari Anas bin Malik.
Artinya: "Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu seekor hewan yang berwarna putih; tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari begal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya. Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku memasuki masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya, sesudah itu aku keluar."
Dahulu hewan Buraq ini merupakan tunggangan para Nabi sebelum Rasulullah SAW. Keistimewaan hewan ini yakni sekali melangkah dapat menempuh jarak jauh sejauh matanya memandang. Kecepatannya sangat dahsyat secepat cahaya.
Hal ini diungkapkan oleh Prof Agus Purwanto, guru besar teori fisika di Institut Teknologi Sepuluh November. Cahayanya diketahui oleh ilmuwan dan diidentifikasi bahwa kecepatan cahaya yang dimiliki buraq sama 300.000 km/detik.
"Sehingga jika cahaya ini melingkar mengelilingi bumi, maka satu detik ini bisa mengelilingi bumi sekitar 6 sampai 7 kali,” ungkap Guru Besar Teori Fisika ITS ini dalam kajian Online Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Gambaran dan 15 Nama Surga Menurut Al Quran, Simak di Sini Saja!
عَنْ أَنَسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِالْبُرَاقِ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ مُسْرَجًا مُلْجَمًا لِيَرْكَبَهُ، فَاسْتَصْعَبَ عَلَيْهِ، فَقَالَ لَهُ جِبْرِيلُ: مَا يَحْمِلُكَ عَلَى هَذَا؟ فَوَاللَّهِ مَا رَكِبَكَ قَطُّ أَكْرَمُ عَلَى اللَّهِ مِنْهُ. قَالَ: فارفضَّ عَرَقًا
Artinya: "Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa didatangkan kepada Nabi Muhammad SAW hewan Buraq di malam melakukan Isra. Buraq itu telah diberi pelana dan tali kendali untuk dinaiki Nabi, tetapi Buraq sulit untuk dinaiki. Maka Jibril berkata kepadanya, "Apakah yang mendorongmu bersikap demikian? Demi Allah, tiada seorang pun yang menaikimu lebih dimuliakan oleh Allah dari pada orang ini." Setelah itu Buraq mengucurkan keringatnya.
Mengenai wujudnya, Rasulullah SAW bersabda dalam satu Hadis dari Anas bin Malik.
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ، فَرَكِبْتُهُ فَسَارَ بِي حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ، فَرَبَطْتُ الدَّابَّةَ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ فِيهَا الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ دَخَلْتُ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ
Artinya: "Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu seekor hewan yang berwarna putih; tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari begal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya. Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku memasuki masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya, sesudah itu aku keluar."
Dahulu hewan Buraq ini merupakan tunggangan para Nabi sebelum Rasulullah SAW. Keistimewaan hewan ini yakni sekali melangkah dapat menempuh jarak jauh sejauh matanya memandang. Kecepatannya sangat dahsyat secepat cahaya.
Hal ini diungkapkan oleh Prof Agus Purwanto, guru besar teori fisika di Institut Teknologi Sepuluh November. Cahayanya diketahui oleh ilmuwan dan diidentifikasi bahwa kecepatan cahaya yang dimiliki buraq sama 300.000 km/detik.
"Sehingga jika cahaya ini melingkar mengelilingi bumi, maka satu detik ini bisa mengelilingi bumi sekitar 6 sampai 7 kali,” ungkap Guru Besar Teori Fisika ITS ini dalam kajian Online Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Gambaran dan 15 Nama Surga Menurut Al Quran, Simak di Sini Saja!
(wid)
Lihat Juga :