Peristiwa Penting Bulan Syaban : Turunnya Ayat Perintah Berselawat Nabi
Senin, 26 Januari 2026 - 11:45 WIB
loading...
Di antara keistimewaan bulan Syaban adalah bulan dimana Allah menurunkan sebuah ayat yang berisi perintah berselawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang diabadikan dalam Surat Al-Ahzab ayat 56. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Di antara keistimewaan bulan Syaban adalah bulan dimana Allah menurunkan sebuah ayat yang berisi perintah berselawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Perintah berselawat ini diabadikan dalam Surat Al-Ahzab ayat 56.
Syaban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Hijriyah, terletak di antara dua bulan yang diberkahi yaitu bulan mulia Rajab dan bulan suci Ramadan. Syaban juga menjadi bulan bagi Rasulullah SAW untuk menghidupkan puasa sunnah.
"...Terkadang hampir beliau berpuasa Sya'ban sebulan penuh." (HR Al-Bukhari, Muslim)
Syaban disebut juga sebagai bulan berselawat. Alasan Syaban disebut sebagai bulan selawat Nabi dijelaskan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam "Ma dza fi Sya'ban":
"Dan di antara keistimewaan bulan Syaban adalah: Yaitu ia adalah yang didalamnya turun ayat tentang selawat dan salam atas Nabi ﷺ, dan ayat itu adalah firman Allah Ta'ala:
Ibnu Abish-Shoif menyebutkan, bahwasanya dikatakan: "Sesungguhnya bulan Sya'ban adalah bulannya bersholawat atas Nabi MUhammad SAW karena ayat 56 Surat Al-Ahzab diturunkan pada bulan Syaban."
Baca juga: Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Syaban Bersamaan
Allah berfirman:
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-Ahzab ayat 56)
Ini secara tegas menunjukkan bahwa kedudukan beliau sangat tinggi di sisi-Nya dan begitu besar cinta-Nya pada beliau. Pada ayat ini Allah seakan-akan berfirman, "Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa dan demikian pula Malaikat-malaikat-Nya yang merupakan makhluk-makhluk suci, sangat cinta dan kagum kepada Nabi Muhammad SAW.
Karena itu Allah beserta para Malaikat berselawat untuk Nabi, yakni Allah melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya dan para Malaikat bermohon kiranya dipertinggi lagi derajat dan dicurahkan maghfirah atasnya.
Dalam Tafsir Al-Misbah disebutkan, kata "shollu" dalam ayat di atas terambil dari kata "sholah" yang bermakna menyebut-nyebut yang baik serta ucapan-ucapan yang mengundang kebajikan. Tentu saja doa dan curahan rahmat merupakan sebagian maknanya.
Sedangkan kata "Sallimu" terambil dari kata "Salam" yang terdiri dari tiga huruf Sin, lam dan Mim. Makna dasar dari kata yang terangkai dari huruf-huruf ini adalah luput dari kekurangan, kerusakan dan aib.
Dalam satu Hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: "Siapa yang berselawat kepadaku satu selawat, Malaikat terus-menerus berselawat kepadanya selama orang itu berselawat kepadaku. Maka silahkanlah memilih, persedikit atau perbanyaklah." (HR Ahmad dan Ibn Majah melalui 'Amir Ibn Rabi'ah)
Berikut bacaan Selawat Nabi dengan redaksi singkat:
Shollallohu 'Alaa Muhammad.
Artinya: "Semoga selawat dari Allah tercurah atas (Nabi) Muhammad."
Allahumma sholli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shohbihi ajma'in.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya."
Baca juga: Amalan Malam Nisfu Syaban dalam Pandangan 4 Mazhab
Syaban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Hijriyah, terletak di antara dua bulan yang diberkahi yaitu bulan mulia Rajab dan bulan suci Ramadan. Syaban juga menjadi bulan bagi Rasulullah SAW untuk menghidupkan puasa sunnah.
"...Terkadang hampir beliau berpuasa Sya'ban sebulan penuh." (HR Al-Bukhari, Muslim)
Syaban disebut juga sebagai bulan berselawat. Alasan Syaban disebut sebagai bulan selawat Nabi dijelaskan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam "Ma dza fi Sya'ban":
"Dan di antara keistimewaan bulan Syaban adalah: Yaitu ia adalah yang didalamnya turun ayat tentang selawat dan salam atas Nabi ﷺ, dan ayat itu adalah firman Allah Ta'ala:
(إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما) الأحزاب: الآية ٥٦
Ibnu Abish-Shoif menyebutkan, bahwasanya dikatakan: "Sesungguhnya bulan Sya'ban adalah bulannya bersholawat atas Nabi MUhammad SAW karena ayat 56 Surat Al-Ahzab diturunkan pada bulan Syaban."
Baca juga: Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Syaban Bersamaan
Allah berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-Ahzab ayat 56)
Keistimewaan Selawat
Menurut Ulama ahli tafsir Al-Qur'an, Prof Quraish Shihab dikutip dari tafsir Alquran menjelaskan, ayat dan perintah Allah dalam Surat Al-Ahzab 56 di atas sangat unik. Sebab, tidak ada satu perintah pun dari Allah Ta'ala kepada manusia yang Dia nyatakan bahwa diri-Nya telah melakukan hal tersebut kecuali berselawat kepada Nabi Muhammad SAW.Ini secara tegas menunjukkan bahwa kedudukan beliau sangat tinggi di sisi-Nya dan begitu besar cinta-Nya pada beliau. Pada ayat ini Allah seakan-akan berfirman, "Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa dan demikian pula Malaikat-malaikat-Nya yang merupakan makhluk-makhluk suci, sangat cinta dan kagum kepada Nabi Muhammad SAW.
Karena itu Allah beserta para Malaikat berselawat untuk Nabi, yakni Allah melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya dan para Malaikat bermohon kiranya dipertinggi lagi derajat dan dicurahkan maghfirah atasnya.
Dalam Tafsir Al-Misbah disebutkan, kata "shollu" dalam ayat di atas terambil dari kata "sholah" yang bermakna menyebut-nyebut yang baik serta ucapan-ucapan yang mengundang kebajikan. Tentu saja doa dan curahan rahmat merupakan sebagian maknanya.
Sedangkan kata "Sallimu" terambil dari kata "Salam" yang terdiri dari tiga huruf Sin, lam dan Mim. Makna dasar dari kata yang terangkai dari huruf-huruf ini adalah luput dari kekurangan, kerusakan dan aib.
Dalam satu Hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: "Siapa yang berselawat kepadaku satu selawat, Malaikat terus-menerus berselawat kepadanya selama orang itu berselawat kepadaku. Maka silahkanlah memilih, persedikit atau perbanyaklah." (HR Ahmad dan Ibn Majah melalui 'Amir Ibn Rabi'ah)
Berikut bacaan Selawat Nabi dengan redaksi singkat:
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Shollallohu 'Alaa Muhammad.
Artinya: "Semoga selawat dari Allah tercurah atas (Nabi) Muhammad."
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ
Allahumma sholli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shohbihi ajma'in.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya."
Baca juga: Amalan Malam Nisfu Syaban dalam Pandangan 4 Mazhab
(wid)
Lihat Juga :