Mengapa Ada Pensyariatan Puasa Ramadan? Begini Asal-usul dan Sejarahnya

Jum'at, 06 Februari 2026 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Pada masa awal-awal puasa Ramadan masih sifatnya pilihan, siapa yang dengan sengaja tanpa alasan tidak berpuasa mereka boleh tidak berpuasa, asalkan menggantinya dengan fidyah. Tapi ketika Allah menurunkan ayat-Nya: "Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu".

Maka tidak ada alasan lagi untuk tidak berpuasa, walaupun Allah tetap memberikan keringan bagi mereka yang sakit, dalam perjalanan dan lanjut usia untuk tidak berpuasa dengan cara menggantinya, baik dengan cara puasa qadha atau dengan fidyah. Dan sampai di sini dinilai sebagai tahapan kedua dalam syariat puasa.

Seperti yang disinggung di atas, awal pensyariatan puasa, para sahabat boleh untuk makan dan minum dan berhubungan suami istri setelah tiba waktu berbuka dengan syarat itu semua dilakukan sebelum tidur. Jika sudah tertidur maka semua yang tadi tidak boleh dilakukan walaupun terjaganya sebelum Fajar.

Al-Qurthubi menjelaskan, bahwa Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Al-Bara' bin Azib berkata: Bahwa (pada awalnya) para sahabat Rasulullah SAW ketika berpuasa tidak makan ketika ia tertidur sebelum berbuka hingga esoknya mereka lanjut berpuasa lagi tanpa makan.

Bahwa Qais bin Shirmah Al-Anshari pernah berpuasa, dimana siang harinya beliau habiskan untuk mengurus pohon kurma, ketika waktu berbuka sudah hampir tiba ia datang kepada istrinya seraya menanyakan apakah ada makanan? Namun, istrinya menjawab tidak ada, akan tetapi istrinya berusaha mencarikannya.

Ketika menunggu istrinya mencari makan, Qais ini ketiduran karena capek dari bekerja siang hari tadi. Mengetahui suaminya tertidur, maka istrinya berucap: "Celakahlah engkau!". Esok harinya Qais tetap berpuasa walau tanpa berbuka, karena tidak boleh makan ketika bangun dari tidur. Tapi di pertengahan hari berikutnya Qais malah pingsan. Lalu cerita ini sampai kepada Nabi, maka turunlah ayat:

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur (jima') dengan istri-istri kamu". Dari sana mereka semua bergembira, lalu turun kelengkapan ayat berikutnya: "Dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu Fajar (Subuh)."

Dan dalam waktu bersamaan, Sayyidina Umar bin Khattab RA juga menceritakan bahwa dirinya sempat mendatangi istrinya, padahal itu dilakukannya setelah bangun dari tidur yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. Akhirnya Allah menurunkan: "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu". "dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu Fajar.

Demikian sejarah singkat penyariatan puasa Ramadan dan kisah para sahabat ketika menjalani puasa. Cerita ini dinilai sebagai penyempurna dari persyariatan puasa yang melalui tiga tahapan.

Baca juga: 4 Bekal Diri Menyambut Bulan Ramadan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kenapa Dinamakan Bulan...
Kenapa Dinamakan Bulan Zulkaidah? Ini Sejarah dan Asal-usul Lengkapnya
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Asal-usul Nama Bulan...
Asal-usul Nama Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Cek Penjelasannya di Sini!
Khotbah Jumat : Ciri-ciri...
Khotbah Jumat : Ciri-ciri Orang Sukses pada Bulan Ramadan
Rekomendasi
Fenomena Luar Angkasa...
Fenomena Luar Angkasa Paling Langka Akan Terlihat dari Bumi
Memiliki Perisai Setajam...
Memiliki Perisai Setajam Pisau, Dinosaurus Jenis Baru Ditemukan
Bagian Matahari yang...
Bagian Matahari yang Belum Pernah Dilihat Manusia Menampakan Wujudnya
Artikel Terkini
Salat Mengarah Kiblat...
Salat Mengarah Kiblat Perintah Langsung dalam Al-Qur'an, Ini Ayat-ayatnya!
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Infografis
Kota dengan Durasi Puasa...
Kota dengan Durasi Puasa Ramadan Terlama dan Tersingkat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved