Mengapa Setelah Mengakhirkan Sahur, Ada Perintah Menyegerakan Berbuka Puasa?

Jum'at, 13 Februari 2026 - 05:15 WIB
loading...
Mengapa Setelah Mengakhirkan...
Dalam Islam, menyegerakan berbuka puasa adalah sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam karena ada banya kebaikan di sana. Foto ilustrasi/ist
A A A
Dalam melaksanakan puasa di Bulan Ramadan , Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menganjurkan untuk mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa. Mengapa demikian? Apa alasannya?

Dalam Islam, menyegerakan berbuka puasa adalah sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam karena ada banya kebaikan di sana.

Menurut Ustaz Ahmad Zainuddin Lc dalam kajian Islam 'Sifat Puasa Nabi' di jaringan kanal muslim Rodja menjelaskan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa berbuka puasa sebelum salat. (HR. Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu dengan sanad yang hasan).



Berikut uraian ceramahnya;

Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf dengan sanad yang dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari dan al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid 3/154 dari Amr bin Maimun Al-Audi.

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَ النَّاسِ إِفْطَارًاوَأَبْطَاءَ هُمْ سَحُورًا


“Para sahabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur.”

Baca juga: Imam Nawawi: Sahur Memiliki Keberkahan Dunia dan Akhirat

Menyegerakan berbuka juga termasuk daripada akhlaknya para Nabi. Dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘Anhu : “Tiga perkara yang merupakan akhlak para Nabi : menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam salat.” (HR. Thabrani)

Dan ketika berbuka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang masih basah). Kalau seandainya tidak ada kurma, maka hendaknya berbuka dengan air. Ini termasuk kesempurnaan kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap umatnya.

Allah Ta'ala berfirman :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ


“Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang Rasul dari diri kalian, merasa berat atas apa yang kalian rasakan dari kesulitan, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat pengasih dan penyayang terhadap orang-orang beriman.” (QS. At-Taubah : 128)

Karena memberikan badan dengan sesuatu yang manis dan pada saat itu alat pencernaan kita kosong, ini lebih mudah diterima dan lebih bermanfaat untuk anggota tubuh. Terutama badan yang sehat, maka sesungguhnya dia akan semakin kuat. Adapun air, sesungguhnya terjadi kekeringan pada tubuh kita dengan puasa, maka dilembabkan dengan air. Sehingga sempurna manfaatnya dengan makanan.

Kurma sendiri memiliki keberkahan-keberkahan dan faedah-faedah yang khusus, demikian pula air memberikan pengaruh pada hati dan menyucikannya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang-orang yang mengikuti sunnah Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu (ia berkata):

كَانَ رَسُو لُ اللِّهِ صَلَّى اللَّهً عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أََنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَا تٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَم تَكُنْ حَسَا حَسَواتٍ مِنْ مَاءٍ


“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan tamr (korma kering), jika tidak ada tamr maka meneguk beberapa tegukan air.” (HR. Ahmad)

Berdoa di Waktu Mustajab

Saat berbuka puasa merupakan waktu mustajab kita berdoa, dan Allah SWT akan mengabulkannya. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin dikabulkan oleh Allah.

Dan ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. Berdoalah kepadaNya, meminta apa saja dari permintaan-permintaan kebaikan, semoga kita mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْجَابَاتٌ : دَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ


“Tiga doa yang dikabulkan: doa orang yang berpuasa, doa orang yang terzalimi, doanya musafir.” (HR. Uqaili dalam Ad-Dhu’afa’ dan yang lainnya)

Jadi, salah satu amalan inti Ramadhan adalah banyak-banyak berdoa. Dan doa yang tidak ditolak ini terjadi saat engkau berbuka. Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَ تُهُمْ : الصَّا ئِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ


“Tiga orang yang doanya tidak ditolak: seorang yang berpuasa saat berbuka, imam yang adil, dan do’anya orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban.)

Juga berdasarkan hadis Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ


“Sesungguhnya orang yang berpuasa, saat berbukanya memiliki doa yang tidak tertolak.” (HR. Ibnu Majah, Hakim, dan yang lainnya)

Dan doa yang paling utama adalah doa yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sungguh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa jika berbuka membaca:

ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْؤُ إِنْ شَاءَاللَّهُ


“Telah hilang rasa haus, dan telah terisi usus-usus, dan telah tetap pahala dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Abu Dawud, Baihaqi, Hakim dan yang lainnya)

Baca juga: Hukum Makan Sahur saat Puasa Ramadan, Simak Penjelasannya di Sini!
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Khotbah Jumat : Ciri-ciri...
Khotbah Jumat : Ciri-ciri Orang Sukses pada Bulan Ramadan
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Jakarta Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Bandung Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Rekomendasi
Gudang Es Pertama di...
Gudang Es Pertama di Dunia Ditemukan, Ilmuwan: Ini Penyelamat Iklim Bumi
Daftar Fenemona Alam...
Daftar Fenemona Alam Unik yang Terjadi di Indonesia
Syaikh Abu Al-Hasan...
Syaikh Abu Al-Hasan Ali An-Nadwi, Sosok Ulama dan Penulis Terbaik Sirah Nabawiyah
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Salat Mengarah Kiblat...
Salat Mengarah Kiblat Perintah Langsung dalam Al-Qur'an, Ini Ayat-ayatnya!
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Infografis
Tak Ada Makan Sahur-Buka...
Tak Ada Makan Sahur-Buka Puasa, Petugas Medis di Gaza Kelaparan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved