Asal-usul Ketentuan dan Aturan Puasa dari Kisah Qais bin Shirman

Jum'at, 13 Februari 2026 - 19:50 WIB
loading...
Asal-usul Ketentuan...
Kisah sahabat Nabi Muhammad SAW, Qais bin Shirma ini mengandung banyak pelajaran tentang ketentuan dan aturan puasa. Foto ilustrasi/ist
A A A
Kisah sahabat Nabi Muhammad SAW ini mengandung banyak pelajaran tentang ketentuan puasa. Bagaimana asal-usul dan sejarahnya? Simak ulasan kisahnya berikut ini :

Diceritakan Qais bin Shirmah, sahabat Rasulullah yang berasal dari kaum Anshar dan sehari-hari bekerja sebagai buruh di perkebunan kurma.
Kisah Qais bin Shirmah menjadi awal turunnya surat Al-Baqarah ayat 187 tentang awal mula mengetahui ketentuan apa saja yang boleh dan dilarang selama puasa Ramadan .

Dikisahkan, saat itu, bulan Ramadan berlangsung bertepatan dengan musim kemarau. Ketika waktu untuk berbuka telah tiba, Qais kembali ke rumahnya. Dia bertanya kepada istrinya apakah ada makanan untuk berbuka puasa. Namun, istrinya menjawab bahwa saat itumereka tidak punya makanan.

“Maafkan aku, suamiku. Hari ini kita tidak punya makanan apapun. Tunggulah sebentar, aku akan mencarikan makanan untukmu,” kata istri Qais, dikutip buku Pesona Ibadah Nabi (Ahmad Rofi’ Usmani, 2015).



Saat itu, istri Qais langsung keluar rumah dan mencari sesuatu yang bisa dimakan suaminya untuk berbuka puasa. Sedangkan Qais yang merasa lelah bekerja seharian, tertidur tanpa makan apapun untuk berbuka puasa. Tidak lama kemudian, istrinya datang membawa makanan. Tetapi ketika dia melihat suaminya tidur nyenyak, dia tidak membangunkannya. Qais bin Shirmah tidur sampai keesokan harinya.

Baca juga: Jelang Berbuka Puasa adalah Waktu Mustajab Doa, Ini Amalannya!

Keesokan harinya, Qais melanjutkan puasa Ramadan dan berpuasa tanpa makan sejak kemarin. Hari itu, dia kembali bekerja di kebun kurma. Namun, saat sedang bekerja, dia pingsan. Karena itu, para sahabat melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah. Tidak lama kemudian, turunlah Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi:

Artinya: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS. Al-Baqarah ayat 187).

Mengetahui hal itu, para sahabat pun merasa lega karena mereka masih diperbolehkan untuk makan dan minum sampai terbitnya fajar. Rasulullah juga bersabda,

“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim).

Turunnya surat Al-Baqarah ayat 187 merupakan pedoman bagi umat Islam dalam menjalankan puasa Ramadan dengan ketentuan-ketentuan yang telah dianjurkan. Tentang waktu sahur dan berbuka puasa pada bulan Ramadan yaitu dari matahari terbit sampai matahari terbenam. Kemudian, dalam ayat ini juga dijelaskan bahwa boleh bersetubuh suami-istri pada malam hari di bulan Ramadan.

Baca juga: Menyegerakan Berbuka Puasa, Kesempatan Luar Biasa Meraih Kebaikan Ramadan
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Rekomendasi
Fenomena Alam di Indonesia...
Fenomena Alam di Indonesia Ini Sama Persis dengan Al-Quran Surat An-Naml
Seattle Berisiko Dihantam...
Seattle Berisiko Dihantam Tsunami 12 Meter dalam Hitungan 3 Menit
Teleskop Luar Angkasa...
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Deteksi Bulan Baru Uranus
Artikel Terkini
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved