Nuzulul Quran di Istiqlal : Jembatan Harmoni Peradaban
Rabu, 11 Maret 2026 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Suasana spiritual malam Nuzulul Qur’an juga akan semakin khidmat melalui lantunan tilawah Al-Qur’an oleh Qori internasional H. Darwin Hasibuan.
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang juga Menteri Agama Republik Indonesia, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting untuk memperkuat pesan kemanusiaan yang terkandung dalam Al-Qur’an.
“Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Nilai-nilai yang dikandungnya—seperti kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan—menjadi fondasi bagi lahirnya peradaban yang damai dan berkemajuan,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menambahkan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang kaya budaya memiliki potensi besar untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Keragaman budaya Nusantara adalah anugerah. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an bertemu dengan kearifan budaya lokal, maka akan lahir peradaban yang inklusif, toleran, dan saling menghargai,” lanjutnya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an bertema “Jembatan Harmoni Peradaban”, Masjid Istiqlal berharap masyarakat dapat merasakan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ibadah spiritual, tetapi juga menghadirkan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan dialog antarbudaya yang memperkaya kehidupan bangsa.
Baca juga: Siap-siap Iktikaf, Begini Tata Cara dan Syaratnya
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang juga Menteri Agama Republik Indonesia, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting untuk memperkuat pesan kemanusiaan yang terkandung dalam Al-Qur’an.
“Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Nilai-nilai yang dikandungnya—seperti kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan—menjadi fondasi bagi lahirnya peradaban yang damai dan berkemajuan,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menambahkan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang kaya budaya memiliki potensi besar untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Keragaman budaya Nusantara adalah anugerah. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an bertemu dengan kearifan budaya lokal, maka akan lahir peradaban yang inklusif, toleran, dan saling menghargai,” lanjutnya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an bertema “Jembatan Harmoni Peradaban”, Masjid Istiqlal berharap masyarakat dapat merasakan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ibadah spiritual, tetapi juga menghadirkan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan dialog antarbudaya yang memperkaya kehidupan bangsa.
Baca juga: Siap-siap Iktikaf, Begini Tata Cara dan Syaratnya
(wid)
Lihat Juga :