3 Hal Harus Dihindari Kaum Wanita saat Merayakan Idulfitri, Apa Itu?
Kamis, 19 Maret 2026 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Agar tetap mendapat keberkahan di hari raya dan menjauhi perbuatan dosa, sebaiknya kita menjauhi perbuatan ini. Perasaan tak enak yang sering muncul akan perlahan hilang sambil kita memberi penjelasan. Ucapkan salam sambil memberi senyum tanpa menyentuh tangan lawan jenis.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Apakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allaah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Q.S Al - Hujurat : 12)
Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Kami pernah bersama nabi tiba-tiba tercium bau busuk yang tidak mengenakan. Kemudian Rasulullah bersabda, Tahukah kamu, bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah kaum mu'minin."
Memaknai Idulfitri dengan Baik
Idulfitri memiliki banyak makna. Makna Idulfitri secara harfiah adalah festival atau perayaan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada umatnya untuk memaknai Hari Raya Idulfitri sebagai kemenangan.
Gerbang baru bagi orang-orang yang telah menjadi pribadi lebih baik. Baik dari segi apapun, misalnya dari ibadah, sifat, atau penampilan. Namun, makna baik dalam hal ini adalah hal-hal yang makin mendekatkan diri dengan Allah. Semakin patuh terhadap perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Maka dari itu, jangan nodai Hari Raya Idulfitri yang suci ini dengan perbuatan-perbuatan yang dapat menjerumuskan kita kepada api neraka.
Perayaan Idulfitri sendiri akan berlangsung selama dua hingga tiga hari, di mana pada pagi hari di hari pertama Idulfitri umat Islam akan melakukan salat Ied. Di saat yang bersamaan umat Islam akan saling mengucapkan selamat Idulfitri dan bermaaf-maafan.
Baca juga: 40 Ucapan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah Penuh Makna, Cocok untuk Kartu Hampers dan Media Sosial
3.Ghibah
Sudah menjadi alasan umum, ketika bersilaturahmi kita juga berkomunikasi atau ngobrong dengan saudara atau teman. Namun, ketika berkomunikasi itu, hindarilah atau jangan sampai pembicaraan kita menjadi hal yang Allah amat larang yakni ghibah atau menggunjing orang lain.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Apakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allaah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Q.S Al - Hujurat : 12)
Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Kami pernah bersama nabi tiba-tiba tercium bau busuk yang tidak mengenakan. Kemudian Rasulullah bersabda, Tahukah kamu, bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah kaum mu'minin."
Memaknai Idulfitri dengan Baik
Idulfitri memiliki banyak makna. Makna Idulfitri secara harfiah adalah festival atau perayaan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada umatnya untuk memaknai Hari Raya Idulfitri sebagai kemenangan.
Gerbang baru bagi orang-orang yang telah menjadi pribadi lebih baik. Baik dari segi apapun, misalnya dari ibadah, sifat, atau penampilan. Namun, makna baik dalam hal ini adalah hal-hal yang makin mendekatkan diri dengan Allah. Semakin patuh terhadap perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Maka dari itu, jangan nodai Hari Raya Idulfitri yang suci ini dengan perbuatan-perbuatan yang dapat menjerumuskan kita kepada api neraka.
Perayaan Idulfitri sendiri akan berlangsung selama dua hingga tiga hari, di mana pada pagi hari di hari pertama Idulfitri umat Islam akan melakukan salat Ied. Di saat yang bersamaan umat Islam akan saling mengucapkan selamat Idulfitri dan bermaaf-maafan.
Baca juga: 40 Ucapan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah Penuh Makna, Cocok untuk Kartu Hampers dan Media Sosial
(wid)
Lihat Juga :