Apakah Tradisi Halal Bilhalal Sudah Ada di Zaman Nabi Muhammad SAW?
Rabu, 01 April 2026 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
Diriwayatkan dari Ahmad bahwasanya beliau berkata, “Aku tidak mendahului dalam mengucapkan selamat (hari raya) pada seorang pun. Namun jika ada yang mengucapkan selamat padaku, aku pun akan membalasnya.” (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, Juz 2 Halaman 295)
Ibnu Taimiyah juga pernah ditanya tentang kebiasaan manusia mengucapkan selamat hari raya, dengan beragam kalimat seperti ‘Iduka Mubarak, dll. Apakah ini ada dasarnya? Beliau menjawab:
Ada pun ucapan selamat di hari raya, sebagian orang berkata kepada yang lainnya setelah salat ‘id: Taqabbalallahu minnaa wa Minkum, Ahalahullah ‘Alaik, dan semisalnya. Maka yang seperti ini telah diriwayatkan dari segolongan sahabat Nabi SAW bahwa mereka melakukannya.
Para imam pun memberikan keringanan, seperti Imam Ahmad dan lainnya, tetapi Imam Ahmad berkata: “Aku tidak akan memulainya kepada seseorang, tapi jika ada orang yang mengucapkan kepadaku, aku akan menjawabnya.”
Hal ini karena menjawab ucapan selamat itu wajib. Ada pun memulainya, bukankah sunah yang diperintahkan, tapi itu juga bukan hal yang dilarang”. (Al-Fatawa al-Kubra, Juz 2 Halaman 371)
Adapun dalam konteks zamannya Rasulullah SAW, tidak kami dapati tradisi yang serupa dengan halal bi halal. Namun secara substansial, tradisi tersebut didukung dengan banyak hadis Nabi SAW.
Di antaranya adalah saling bermaaf-maafan, bersilaturrahim, dan saling mendoakan. Sehingga, meskipun tradisi halal bi halal ini tidak ada di zaman Nabi Muhammad Saw, namun kiranya akan mendapat pahala bagi yang melaksanakannya, dengan berpijak pada dalil-dalil umum yang legitimasinya. Hanya saja, jika memiliki salah itu seyogyanya segera meminta maaf dan mengembalikan haknya, tanpa menunggu momentum halal bi halal.
Baca juga: Dahsyatnya Pahala Mati Syahid : 6 Kemuliaan yang Dijanjikan
Ibnu Taimiyah juga pernah ditanya tentang kebiasaan manusia mengucapkan selamat hari raya, dengan beragam kalimat seperti ‘Iduka Mubarak, dll. Apakah ini ada dasarnya? Beliau menjawab:
الْجَوَابُ: أَمَّا التَّهْنِئَةُ يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ إذَا لَقِيَهُ بَعْدَ صَلَاةِ الْعِيدِ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، وَأَحَالَهُ اللَّهُ عَلَيْك، وَنَحْوُ ذَلِكَ، فَهَذَا قَدْ رُوِيَ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْ الصَّحَابَةِ أَنَّهُمْ كَانُوا يَفْعَلُونَهُ وَرَخَّصَ فِيهِ، الْأَئِمَّةُ، كَأَحْمَدَ وَغَيْرِهِ. لَكِنْ قَالَ أَحْمَدُ: أَنَا لَا أَبْتَدِئُ أَحَدًا، فَإِنْ ابْتَدَأَنِي أَحَدٌ أَجَبْته، وَذَلِكَ لِأَنَّ جَوَابَ التَّحِيَّةِ وَاجِبٌ، وَأَمَّا الِابْتِدَاءُ بِالتَّهْنِئَةِ فَلَيْسَ سُنَّةً مَأْمُورًا بِهَا، وَلَا هُوَ أَيْضًا مَا نُهِيَ عَنْهُ، فَمَنْ فَعَلَهُ فَلَهُ قُدْوَةٌ، وَمَنْ تَرَكَهُ فَلَهُ قُدْوَةٌ. وَاَللَّهُ أَعْلَمُ
Ada pun ucapan selamat di hari raya, sebagian orang berkata kepada yang lainnya setelah salat ‘id: Taqabbalallahu minnaa wa Minkum, Ahalahullah ‘Alaik, dan semisalnya. Maka yang seperti ini telah diriwayatkan dari segolongan sahabat Nabi SAW bahwa mereka melakukannya.
Para imam pun memberikan keringanan, seperti Imam Ahmad dan lainnya, tetapi Imam Ahmad berkata: “Aku tidak akan memulainya kepada seseorang, tapi jika ada orang yang mengucapkan kepadaku, aku akan menjawabnya.”
Hal ini karena menjawab ucapan selamat itu wajib. Ada pun memulainya, bukankah sunah yang diperintahkan, tapi itu juga bukan hal yang dilarang”. (Al-Fatawa al-Kubra, Juz 2 Halaman 371)
Adapun dalam konteks zamannya Rasulullah SAW, tidak kami dapati tradisi yang serupa dengan halal bi halal. Namun secara substansial, tradisi tersebut didukung dengan banyak hadis Nabi SAW.
Di antaranya adalah saling bermaaf-maafan, bersilaturrahim, dan saling mendoakan. Sehingga, meskipun tradisi halal bi halal ini tidak ada di zaman Nabi Muhammad Saw, namun kiranya akan mendapat pahala bagi yang melaksanakannya, dengan berpijak pada dalil-dalil umum yang legitimasinya. Hanya saja, jika memiliki salah itu seyogyanya segera meminta maaf dan mengembalikan haknya, tanpa menunggu momentum halal bi halal.
Baca juga: Dahsyatnya Pahala Mati Syahid : 6 Kemuliaan yang Dijanjikan
(wid)
Lihat Juga :