Perbedaan Ulama Tentang Tanggal Pasti Nuzulul Qur'an
Selasa, 05 Mei 2020 - 04:08 WIB
loading...
A
A
A
Dari pendapat Ibnu Katsir ini juga mulai muncul pendapat kedua yang menyebutkan bahwa nuzulul Qur'an terjadi pada tanggal 24 Ramadhan. Pendapat ini didasarkan pada pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dari Al-Wasilah yang menyebutkan tanggal-tanggal diturunkannya kitab-kitab suci, mulai dari suhuf Ibrahim, Injil, Taurat, hingga Al-Qur'an.
"Suhuf Ibrahim diturunkan pada awal malam bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadhan, Injil diturunkan pada tanggal 23 Ramadhan, dan Al-Quran diturunkan pada tanggal 24 Ramadhan.”
Pendapat ini dianggap lebih nyambung oleh para ulama karena dalam beberapa ayat Al-Quran disebutkan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya, “Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadar.”
Sedangkan Nabi sendiri telah memberikan kisi-kisi kepada para sahabat untuk mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.
Pendapat lain menyebutkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 18, juga ada yang menyebutkan pada tanggal 19 Ramadhan. Hal ini disebutkan oleh Ibnul Atsir dalam salah satu kitabnya yang berjudul “Al-Kāmil fit Tārikh”.
“Tidak ada perbedaan tentang terjadinya Nuzulul Quran pada hari Senin. Namun para ulama berbeda pendapat di hari Senin yang mana tepatnya. Abu Qilabah berpendapat bahwa Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 18 Ramadhan. Sedangkan pendapat yang lain menyebutkan 19 Ramadhan.”
Ahmad Zarkasih, Lc, dalam bukunya "Meraih Lailatul Qadar, Haruskah I’tikaf?" juga menyebut pendapat yang sekiranya bisa diterima tanpa banyak perdebatan adalah bahwa ia turun di bulan Ramadhan sesuai firman Allah SWT:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
"Suhuf Ibrahim diturunkan pada awal malam bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadhan, Injil diturunkan pada tanggal 23 Ramadhan, dan Al-Quran diturunkan pada tanggal 24 Ramadhan.”
Pendapat ini dianggap lebih nyambung oleh para ulama karena dalam beberapa ayat Al-Quran disebutkan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya, “Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadar.”
Sedangkan Nabi sendiri telah memberikan kisi-kisi kepada para sahabat untuk mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.
Pendapat lain menyebutkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 18, juga ada yang menyebutkan pada tanggal 19 Ramadhan. Hal ini disebutkan oleh Ibnul Atsir dalam salah satu kitabnya yang berjudul “Al-Kāmil fit Tārikh”.
“Tidak ada perbedaan tentang terjadinya Nuzulul Quran pada hari Senin. Namun para ulama berbeda pendapat di hari Senin yang mana tepatnya. Abu Qilabah berpendapat bahwa Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 18 Ramadhan. Sedangkan pendapat yang lain menyebutkan 19 Ramadhan.”
Ahmad Zarkasih, Lc, dalam bukunya "Meraih Lailatul Qadar, Haruskah I’tikaf?" juga menyebut pendapat yang sekiranya bisa diterima tanpa banyak perdebatan adalah bahwa ia turun di bulan Ramadhan sesuai firman Allah SWT:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
Lihat Juga :