Alasan Jemaah Haji Mengumandangkan Talbiyah, Menegaskan Tauhid dan Menolak Syirik
Rabu, 29 April 2026 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
"Oleh karena itu, setiap orang yang mengumandangkan kalimat-kalimat talbiyah wajib menghayati makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga ia menjadi orang yang benar dalam bertalbiyah, kata-katanya cocok dengan kenyataannya, ia benar-benar berpegang pada ajaran tauhid dan menjaga hak-hak tauhid. Menjauhi segala hal yang dapat membatalkan tauhid, baik itu kemusyrikan maupun yang lainnya," jelasnya.
Ia pun menjadi orang yang tidak akan meminta kecuali kepada Allah. Tidak akan ber-istighatsah (bersambat) kecuali kepada Allah. Tidak bertawakal kecuali kepada Allah. Tidak akan meminta bantuan serta pertolongan kecuali kepada Allah. Dan tidak akan mengarahkan salah satu macam ibadahpun kecuali hanya kepada Allah saja.
"Sebab hanya di tangan Allah dan hanya menjadi kewenangan-Nya sajalah hak untuk memberi, menahan pemberian, melimpahkan anugerah, melimpahkan manfaat dan menimpakan madharat," ujar Al-Badr.
Allah SWT berfirman:
"Atau siapakah yang dapat mengabulkan (doanya) orang yang tengah didesak kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan siapakah yang dapat menghilangkan kesusahan dan dapat menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada sesembahan lain yang berhak disembah di samping Allah? Amat sedikitlah kamu mengingat kepada-Nya." ( QS an-Naml/27 : 62).
Baca juga: Bacaan Talbiyah Haji: Lafal, Arti, dan Keutamaannya
Ia pun menjadi orang yang tidak akan meminta kecuali kepada Allah. Tidak akan ber-istighatsah (bersambat) kecuali kepada Allah. Tidak bertawakal kecuali kepada Allah. Tidak akan meminta bantuan serta pertolongan kecuali kepada Allah. Dan tidak akan mengarahkan salah satu macam ibadahpun kecuali hanya kepada Allah saja.
"Sebab hanya di tangan Allah dan hanya menjadi kewenangan-Nya sajalah hak untuk memberi, menahan pemberian, melimpahkan anugerah, melimpahkan manfaat dan menimpakan madharat," ujar Al-Badr.
Allah SWT berfirman:
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
"Atau siapakah yang dapat mengabulkan (doanya) orang yang tengah didesak kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan siapakah yang dapat menghilangkan kesusahan dan dapat menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada sesembahan lain yang berhak disembah di samping Allah? Amat sedikitlah kamu mengingat kepada-Nya." ( QS an-Naml/27 : 62).
Baca juga: Bacaan Talbiyah Haji: Lafal, Arti, dan Keutamaannya
(wid)
Lihat Juga :