Digendong saat Tiba di Madinah, Jemaah Haji Tertua RI 103 Tahun Disambut Haru PPIH

Senin, 04 Mei 2026 - 14:19 WIB
loading...
Digendong saat Tiba...
Jemaah haji tertua asal Indonesia tahun ini, Mardijiyono Karto Sentono (103), akhirnya menapakkan kaki di Kota Madinah, Arab Saudi pada Minggu (3/5/2026). Foto/Nur Wijaya Kesuma
A A A
MAKKAH - Jemaah haji tertua asal Indonesia tahun ini, Mardijiyono Karto Sentono (103), akhirnya menapakkan kaki di Kota Madinah, Arab Saudi pada Minggu (3/5/2026). Kedatangan warga asal Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasi Yogyakarta ini langsung mendapat pengawalan khusus dari para petugas.

Menginjak usia lebih dari satu abad, kondisi fisik Mbah Mardijiyono yang renta membuatnya harus digendong oleh petugas haji saat turun dari kendaraan menuju area penerimaan. Meski demikian, raut wajah bahagia terpancar jelas karena penantian panjangnya untuk beribadah di Tanah Suci akhirnya terwujud.

Baca juga: Kisah Kang Surdi, Sopir Bus Selawat Asal Banten Bahagia Bisa Antar Jemaah Indonesia ke Kakbah

Sehari-hari bekerja sebagai petani, ia memendam harapan yang sangat sederhana yakni bisa menunaikan salat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Semangat luar biasa dari sang kakek ini memantik rasa haru sekaligus kekaguman mendalam dari jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).



Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, bahkan menyempatkan diri menjenguk langsung Mbah Mardijiyono di Makareem Suite Hotel. Ia langsung menginstruksikan seluruh petugas kloter untuk memberikan pendampingan maksimal tanpa henti kepada jemaah prioritas tersebut.

"Kita petugas ini merasa sebagai suatu kehormatan, kemuliaan bagi petugas haji. Jadi ketika kita mendapatkan jemaah yang paling sepuh di gelombang pertama, kita ini mendapatkan kemuliaan untuk merawat beliau," tegas Khalilurrahman.

Baca juga: Cegah Jemaah Haji Lansia Ditelantarkan Pendorong di Masjidil Haram, Petugas Rilis Kartu Kendali Kursi Roda

Khalilurrahman meyakini bahwa doa jemaah lansia yang dipanjatkan dengan keikhlasan tinggi memiliki derajat mustajab di hadapan Sang Pencipta. Oleh karena itu, ia justru meminta didoakan agar seluruh petugas senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran selama bertugas melayani tamu Allah.

Lebih lanjut, Kadaker Madinah memberikan instruksi tegas agar petugas terus mengontrol ketat pola makan dan waktu istirahat Mbah Mardijiyono. Aktivitas ibadah sang kakek harus difokuskan murni pada rukun haji yang berstatus wajib atau fardu saja demi menjaga ketahanan fisiknya.

"Tolong kalau seandainya tidak memungkinkan, jangan dipaksakan. Pastikan yang wajib-wajib bisa dilaksanakan, semoga beliau bisa melaksanakan ibadah haji dengan sempurna dan pulang dalam keadaan sehat," pungkasnya memberikan arahan.

Kisah Mbah Mardijiyono ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik dan usia senja bukanlah penghalang absolut untuk menunaikan rukun Islam kelima. Dedikasi tanpa batas dari petugas dalam melayani lansia ini juga menjadi cerminan komitmen nyata pemerintah melindungi warga negaranya di Tanah Suci.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Rekomendasi
Ini Prakiraan Cuaca...
Ini Prakiraan Cuaca 31 Provinsi di Indonesia yang Dilintasi Gerhana Matahari
5 Tempat Dua Air Laut...
5 Tempat Dua Air Laut yang Tidak Bercampur, Bukan Hanya Selat Gibraltar
Mereka yang Menolak...
Mereka yang Menolak Hadiah Nobel, Ada Terpaksa maupun Sukarela
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved