Kisah Tegar Istri Jemaah Haji Firdaus: Ikut Cari Suami Selama Seminggu, Kini Ikhlas Melepasnya
Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Pencarian panjang yang menguras emosi itu kini berujung pada keikhlasan yang luar biasa dari sang istri. Nafsiah menerima ketetapan takdir ini dengan ketegaran hati dan kebesaran jiwa.
"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak. Saya dari Indonesia ini, atas bantuan yang saya bersyukur, Masya Allah, ya begitu besar," ungkap Nafsiah dengan tegar.
Di tengah duka yang mendalam, ia tak henti mendoakan seluruh petugas yang telah mendampinginya selama sepekan terakhir. Rasa syukur tetap terucap atas segala upaya maksimal yang telah dikerahkan oleh negara.
Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan bahwa seluruh rangkaian ibadah haji almarhum yang terputus akan diambil alih sepenuhnya oleh negara. Pemerintah menjamin almarhum akan mendapatkan fasilitas badal haji secara gratis pada musim operasi tahun ini.
Di balik kepastian badal haji tersebut, Kemenhaj juga menyerukan agar seluruh petugas dan sesama jemaah membangun budaya saling menjaga secara kolektif.
Kepekaan sosial antar-jemaah kini diposisikan sebagai instrumen pencegahan utama, terutama menjelang fase puncak Armuzna yang menguras fisik. Jemaah diminta tidak acuh dan harus langsung bergerak jika melihat adanya keganjilan di lapangan.
"Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, terutama jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu," pesan Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi.
Hasan juga mengimbau, bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk menyampaikan kepada petugas haji yang bersiaga penuh selama 24 jam.
Kolaborasi aktif antara kepedulian jemaah dan kesigapan petugas diharapkan mampu mewujudkan operasional haji yang aman dan kondusif.
"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak. Saya dari Indonesia ini, atas bantuan yang saya bersyukur, Masya Allah, ya begitu besar," ungkap Nafsiah dengan tegar.
Di tengah duka yang mendalam, ia tak henti mendoakan seluruh petugas yang telah mendampinginya selama sepekan terakhir. Rasa syukur tetap terucap atas segala upaya maksimal yang telah dikerahkan oleh negara.
Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan bahwa seluruh rangkaian ibadah haji almarhum yang terputus akan diambil alih sepenuhnya oleh negara. Pemerintah menjamin almarhum akan mendapatkan fasilitas badal haji secara gratis pada musim operasi tahun ini.
Di balik kepastian badal haji tersebut, Kemenhaj juga menyerukan agar seluruh petugas dan sesama jemaah membangun budaya saling menjaga secara kolektif.
Kepekaan sosial antar-jemaah kini diposisikan sebagai instrumen pencegahan utama, terutama menjelang fase puncak Armuzna yang menguras fisik. Jemaah diminta tidak acuh dan harus langsung bergerak jika melihat adanya keganjilan di lapangan.
"Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, terutama jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu," pesan Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi.
Hasan juga mengimbau, bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk menyampaikan kepada petugas haji yang bersiaga penuh selama 24 jam.
Kolaborasi aktif antara kepedulian jemaah dan kesigapan petugas diharapkan mampu mewujudkan operasional haji yang aman dan kondusif.
(shf)
Lihat Juga :