Ribuan Petugas Satgas Mina Disiagakan untuk Atur Arus Jemaah di Jamarat
Kamis, 28 Mei 2026 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Maria mengatakan posko MCR ditempatkan di titik-titik krusial area Jamarat dan jalur perlintasan jemaah agar petugas dapat memantau situasi secara langsung dan merespons kondisi darurat dengan cepat.
“MCR dibentuk khusus untuk kemudian menangani berbagai kondisi kedaruratan, antara lain misalnya seperti ada jemaah yang mungkin pingsan, tersesat, maupun mengalami kelelahan ekstrem, hingga evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” katanya.
Ia menambahkan petugas juga disiagakan untuk membantu jemaah yang tersesat, kelelahan, terpisah dari rombongan, maupun membutuhkan penanganan segera selama fase Mina berlangsung.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau jemaah menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca di Mina masih cukup panas pada siang hari. Jemaah diminta memperbanyak minum air putih, menggunakan payung dan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak.
“Jangan biarkan jemaah rentan bergerak sendiri menuju Jamarat,” ujar Maria saat meminta perhatian lebih bagi jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jemaah terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai.
“MCR dibentuk khusus untuk kemudian menangani berbagai kondisi kedaruratan, antara lain misalnya seperti ada jemaah yang mungkin pingsan, tersesat, maupun mengalami kelelahan ekstrem, hingga evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” katanya.
Ia menambahkan petugas juga disiagakan untuk membantu jemaah yang tersesat, kelelahan, terpisah dari rombongan, maupun membutuhkan penanganan segera selama fase Mina berlangsung.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau jemaah menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca di Mina masih cukup panas pada siang hari. Jemaah diminta memperbanyak minum air putih, menggunakan payung dan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak.
“Jangan biarkan jemaah rentan bergerak sendiri menuju Jamarat,” ujar Maria saat meminta perhatian lebih bagi jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jemaah terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai.
(shf)
Lihat Juga :