Pahala Haji Mabrur: Bebas Dosa, Hilang Fakir, Nilai Jihad Wanita
Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Barangsiap berhaji ke Baitullah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat fasik maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari).
Jadi sosok peraih haji mabrur secara ideal adalah berusia muda, saleh ritual dan sosial, dan suci. Peraih haji mabrur ini diharapkan mampu merevivalisasi Islam dan masyarakat muslim. Seperti ungkapan Bung Karno, “Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.”
Untuk itu mari kita gelorakan ajakan beribadah haji ini seperti halnya dilakukan oleh Nabi Ibrahim ribuan tahun silam yang diabadikan Al Quran.
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. al-Hajj/22: 27).
Ayat ini lagi-lagi meniscayakan beribadah haji itu dilaksanakan selagi masih muda agar mampu berjalan kaki, mampu berada di dalam kendaraan selama berjam-jam, dan mampu berdesak-desakan dengan saudara sesama muslim yang datang dari negeri yang jauh. Insya Allah “pahala sosial” melakukan ibadah haji di usia muda lebih besar.
Baca juga: Hari Tasyrik, Hari untuk Menikmati Makanan dan dan Minuman
Jadi sosok peraih haji mabrur secara ideal adalah berusia muda, saleh ritual dan sosial, dan suci. Peraih haji mabrur ini diharapkan mampu merevivalisasi Islam dan masyarakat muslim. Seperti ungkapan Bung Karno, “Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.”
Untuk itu mari kita gelorakan ajakan beribadah haji ini seperti halnya dilakukan oleh Nabi Ibrahim ribuan tahun silam yang diabadikan Al Quran.
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. al-Hajj/22: 27).
Ayat ini lagi-lagi meniscayakan beribadah haji itu dilaksanakan selagi masih muda agar mampu berjalan kaki, mampu berada di dalam kendaraan selama berjam-jam, dan mampu berdesak-desakan dengan saudara sesama muslim yang datang dari negeri yang jauh. Insya Allah “pahala sosial” melakukan ibadah haji di usia muda lebih besar.
Baca juga: Hari Tasyrik, Hari untuk Menikmati Makanan dan dan Minuman
(wid)
Lihat Juga :