Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kamis, 18 Juni 2026 - 13:15 WIB
loading...
Hadis turunan yang menganjurkan seseorang untuk beramal baik pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Bagi umat Islam, Hari Asyura atau 10 Muharram cukup istimewa dan memiliki banyak keutamaan, termasuk anjuran melakukan amalan-amalannya.
Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.
Berdasarkan jadwal pemerintah, Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 Hijriah, jatuh pada Kamis 25 Juni 2026. Seperti diketahui, di dalam bulan Muharam terdapat hari yang sangat istimewa yang dikenal dengan 'Asyura (10 Muharam).
Ada beberapa hadis turunan yang menganjurkan seseorang untuk beramal baik pada hari 'Asyura . Berikut penjelasannya:
Artinya: "Puasa hari 'Asyura aku berharap Allah akan menghapuskan dosa selama setahun." (HR Muslim)
Baca juga: Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Hadis ini telah diriwayatkan Abi Qatadah dari Rasulullah dengan jalur sanad diriwayatkan selanjutnya oleh Abdullah bin Ma'bad az-Zamani kepada Ghaylan bin Jarir kepada Hamad bin Zayd. Imam Muslim menshahihkan hadis ini.
Terkait dengan dosa yang dimaksud dalam hadis tersebut, maka Imam Nawawi menjelaskannya dalam Kitab Al Minhaj syarah Shahih Muslim Ibnu Hajar, bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa kecil. Adapun utang piutang, harta orang yang termakan tidak bisa ditebus dengan puasa sunah bulan muharram.
Artinya: "Berpuasalah satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya (10 Muharam) dan selisihilah tradisi orang-orang Yahudi." Hadis ini disahihkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal pada No Hadis 2154.
Hadis ini muncul saat Rasulullah ﷺ pertama kali berhijrah ke Madinah dan mendapati kebiasaan penduduk Yahudi Madinah yang berpuasa pada setiap tanggal 10 Muharram. Dengan demikian, umat Islam dianjurkan menambah satu hari sebelumnya yaitu Tasu'a, atau tanggal 9 Muharram. Atau boleh juga menambahnya pada hari 11 Muharam.
Artinya: "Barang siapa yang melapangkan bagi keluarganya pada Hari 'Asyura , niscaya Allah akan melapangkan baginya kelapangan (rezeki) selama setahun."
Menyambut bulan Muharram, kita diperintahkan meluaskan belanja sehari-hari untuk bersedekah, membantu anak-anak yatim dan membantu nafkah keluarga. Namun, semua itu hendaknya dilakukan dengan keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah. Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rezeki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya." (HR Al-Baihaqi)
Baca juga: Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.
Berdasarkan jadwal pemerintah, Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 Hijriah, jatuh pada Kamis 25 Juni 2026. Seperti diketahui, di dalam bulan Muharam terdapat hari yang sangat istimewa yang dikenal dengan 'Asyura (10 Muharam).
Ada beberapa hadis turunan yang menganjurkan seseorang untuk beramal baik pada hari 'Asyura . Berikut penjelasannya:
Kumpulan Hadis tentang Amalan Hari Asyura :
1. Mengerjakan Puasa Sunnah Hari Asyura
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صِيَامُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهَا
Artinya: "Puasa hari 'Asyura aku berharap Allah akan menghapuskan dosa selama setahun." (HR Muslim)
Baca juga: Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Hadis ini telah diriwayatkan Abi Qatadah dari Rasulullah dengan jalur sanad diriwayatkan selanjutnya oleh Abdullah bin Ma'bad az-Zamani kepada Ghaylan bin Jarir kepada Hamad bin Zayd. Imam Muslim menshahihkan hadis ini.
Terkait dengan dosa yang dimaksud dalam hadis tersebut, maka Imam Nawawi menjelaskannya dalam Kitab Al Minhaj syarah Shahih Muslim Ibnu Hajar, bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa kecil. Adapun utang piutang, harta orang yang termakan tidak bisa ditebus dengan puasa sunah bulan muharram.
2. Mengerjakan Puasa Tasu'a 9 Muharam
Mengenai puasa ini, Ibnu Abbas meriwayatkan:قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صوموا قبله يوما وبعده يوما وخالفوا سنة اليهود
Artinya: "Berpuasalah satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya (10 Muharam) dan selisihilah tradisi orang-orang Yahudi." Hadis ini disahihkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal pada No Hadis 2154.
Hadis ini muncul saat Rasulullah ﷺ pertama kali berhijrah ke Madinah dan mendapati kebiasaan penduduk Yahudi Madinah yang berpuasa pada setiap tanggal 10 Muharram. Dengan demikian, umat Islam dianjurkan menambah satu hari sebelumnya yaitu Tasu'a, atau tanggal 9 Muharram. Atau boleh juga menambahnya pada hari 11 Muharam.
3. Memperbanyak Sedekah
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: من وسّع على عياله وأهله يوم عاشوراء وسّع اللّه عليه سائر سنته
Artinya: "Barang siapa yang melapangkan bagi keluarganya pada Hari 'Asyura , niscaya Allah akan melapangkan baginya kelapangan (rezeki) selama setahun."
Menyambut bulan Muharram, kita diperintahkan meluaskan belanja sehari-hari untuk bersedekah, membantu anak-anak yatim dan membantu nafkah keluarga. Namun, semua itu hendaknya dilakukan dengan keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah. Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rezeki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya." (HR Al-Baihaqi)
Baca juga: Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
(wid)
Lihat Juga :