Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Jum'at, 03 Juli 2026 - 16:45 WIB
loading...
Dalam konteks birrul walidain (berbakti kepada orang tua), Islam menempatkan ibu pada posisi yang harus lebih dahulu dimuliakan sebelum ayah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Berbakti kepada orang tua , terutama ibu, merupakan salah satu perintah utama dalam Islam. Sejak lebih dari 14 abad lalu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah menegaskan besarnya kedudukan ibu dalam kehidupan seorang anak.
Bahkan, dalam konteks birrul walidain (berbakti kepada orang tua), Islam menempatkan ibu pada posisi yang harus lebih dahulu dimuliakan sebelum ayah.
Hal ini tergambar dalam sebuah hadis ketika seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya, "Siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?"
Beliau menjawab, "Ibumu."
Laki-laki itu kembali bertanya, "Kemudian siapa lagi?"
Baca juga: 10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
Rasulullah kembali menjawab, "Ibumu."
Untuk ketiga kalinya orang tersebut bertanya, dan Nabi SAW tetap menjawab, "Ibumu." Barulah pada pertanyaan keempat beliau bersabda, "Ayahmu." (HR Bukhari dan Muslim).
Pertama, ibu memikul pengorbanan yang jauh lebih besar sejak awal kehidupan anak. Ia mengandung selama sembilan bulan, melahirkan dengan penuh perjuangan, menyusui, merawat, membesarkan, serta mendidik anak hingga dewasa.
Pengorbanan tersebut diabadikan Allah SWT dalam firman-Nya:
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah tempat kembali." (QS Luqman: 14).
Kedua, seorang ibu memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan anaknya. Kasih sayang, kelembutan, perhatian, serta pengorbanan seorang ibu menjadi alasan mengapa Islam memberikan kedudukan yang begitu tinggi kepadanya.
Karena itu, Al-Qur'an memberikan peringatan keras agar seorang anak tidak menyakiti hati orang tuanya, terlebih ketika keduanya telah lanjut usia.
Allah SWT berfirman:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', jangan membentak mereka, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia." (QS Al-Isra': 23).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam bukan hanya melarang perbuatan durhaka, tetapi juga melarang ucapan sekecil apa pun yang dapat melukai hati orang tua. Bahkan ungkapan ringan seperti "ah" telah dilarang karena berpotensi menyakiti perasaan mereka.
Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya menjadikan bakti kepada orang tua, terutama ibu, sebagai amalan yang terus dijaga sepanjang hidup. Sebab, ridha Allah SWT sangat erat kaitannya dengan ridha kedua orang tua. Wallahu A'lam
Baca juga: 10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Bahkan, dalam konteks birrul walidain (berbakti kepada orang tua), Islam menempatkan ibu pada posisi yang harus lebih dahulu dimuliakan sebelum ayah.
Hal ini tergambar dalam sebuah hadis ketika seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya, "Siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?"
Beliau menjawab, "Ibumu."
Laki-laki itu kembali bertanya, "Kemudian siapa lagi?"
Baca juga: 10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
Rasulullah kembali menjawab, "Ibumu."
Untuk ketiga kalinya orang tersebut bertanya, dan Nabi SAW tetap menjawab, "Ibumu." Barulah pada pertanyaan keempat beliau bersabda, "Ayahmu." (HR Bukhari dan Muslim).
Mengapa Ibu Didahulukan?
Dalam bukunya Pendidikan Sosial Anak, Dr. Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan sedikitnya ada dua alasan mengapa Islam mendahulukan ibu dalam hal bakti seorang anak.Pertama, ibu memikul pengorbanan yang jauh lebih besar sejak awal kehidupan anak. Ia mengandung selama sembilan bulan, melahirkan dengan penuh perjuangan, menyusui, merawat, membesarkan, serta mendidik anak hingga dewasa.
Pengorbanan tersebut diabadikan Allah SWT dalam firman-Nya:
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah tempat kembali." (QS Luqman: 14).
Kedua, seorang ibu memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan anaknya. Kasih sayang, kelembutan, perhatian, serta pengorbanan seorang ibu menjadi alasan mengapa Islam memberikan kedudukan yang begitu tinggi kepadanya.
Karena itu, Al-Qur'an memberikan peringatan keras agar seorang anak tidak menyakiti hati orang tuanya, terlebih ketika keduanya telah lanjut usia.
Allah SWT berfirman:
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا ؕ اِمَّا يَـبۡلُغَنَّ عِنۡدَكَ الۡكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوۡ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوۡلًا كَرِيۡمًا
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', jangan membentak mereka, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia." (QS Al-Isra': 23).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam bukan hanya melarang perbuatan durhaka, tetapi juga melarang ucapan sekecil apa pun yang dapat melukai hati orang tua. Bahkan ungkapan ringan seperti "ah" telah dilarang karena berpotensi menyakiti perasaan mereka.
Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya menjadikan bakti kepada orang tua, terutama ibu, sebagai amalan yang terus dijaga sepanjang hidup. Sebab, ridha Allah SWT sangat erat kaitannya dengan ridha kedua orang tua. Wallahu A'lam
Baca juga: 10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
(wid)
Lihat Juga :