Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Selasa, 21 Juli 2026 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..." (QS Al-Baqarah: 286).
Turunnya ayat ini menghapus kegelisahan para sahabat. Mereka memahami bahwa Allah tidak akan membebani manusia di luar batas kemampuan mereka.
Lintasan hati yang tidak disengaja serta terus diupayakan untuk dihilangkan tidak menjadi sebab seseorang diazab. Yang diperhitungkan Allah adalah niat, pilihan, dan amal yang dilakukan dengan kesadaran.
Karena itulah, ketika turun ayat yang menyatakan bahwa Allah mengetahui segala isi hati manusia, mereka merasa takut apabila lintasan-lintasan yang tidak diinginkan itu menjadi penyebab turunnya azab Allah.
Kekhawatiran serupa juga tergambar dalam kisah Umar bin Khattab RA yang pernah bertanya kepada Huzaifah RA:
"Apakah engkau melihat pada diriku salah satu tanda kemunafikan?"
Pertanyaan itu menunjukkan betapa besar rasa takut para sahabat terhadap murka Allah, meskipun mereka adalah generasi terbaik umat Islam.
Allah mengampuni hamba-hamba yang bertobat, memberikan pahala berlipat kepada orang-orang yang beramal saleh, serta hanya mengazab mereka yang layak menerima hukuman.
Makna ini juga sejalan dengan firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 225:
"Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak disengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun."
Turunnya ayat ini menghapus kegelisahan para sahabat. Mereka memahami bahwa Allah tidak akan membebani manusia di luar batas kemampuan mereka.
Lintasan hati yang tidak disengaja serta terus diupayakan untuk dihilangkan tidak menjadi sebab seseorang diazab. Yang diperhitungkan Allah adalah niat, pilihan, dan amal yang dilakukan dengan kesadaran.
Mengapa Para Sahabat Sangat Takut?
Para sahabat Rasulullah ﷺ sebelumnya hidup dalam masyarakat Arab Jahiliyah. Meski telah memeluk Islam dengan sepenuh hati, mereka khawatir masih terdapat sisa-sisa pengaruh kebiasaan masa lalu di dalam hati mereka.Karena itulah, ketika turun ayat yang menyatakan bahwa Allah mengetahui segala isi hati manusia, mereka merasa takut apabila lintasan-lintasan yang tidak diinginkan itu menjadi penyebab turunnya azab Allah.
Kekhawatiran serupa juga tergambar dalam kisah Umar bin Khattab RA yang pernah bertanya kepada Huzaifah RA:
"Apakah engkau melihat pada diriku salah satu tanda kemunafikan?"
Pertanyaan itu menunjukkan betapa besar rasa takut para sahabat terhadap murka Allah, meskipun mereka adalah generasi terbaik umat Islam.
Allah Maha Pengampun dan Maha Adil
Melalui ayat-ayat penutup Surat Al-Baqarah, Allah SWT menegaskan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati manusia. Namun, perhitungan Allah berlangsung dengan penuh keadilan dan kasih sayang.Allah mengampuni hamba-hamba yang bertobat, memberikan pahala berlipat kepada orang-orang yang beramal saleh, serta hanya mengazab mereka yang layak menerima hukuman.
Makna ini juga sejalan dengan firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 225:
"Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak disengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun."
Lihat Juga :