Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:51 WIB
loading...
Kisah Menakjubkan dalam...
Banyak kisah dalam Al Quran yang memberikan pelajaran dan hikmah bagi hamba-hamba yang beriman, salah satunya tentang hamba-hamba atau golongan yang selamat dari berbagai musibah dan ujian. Foto ilustrasi/SIndonews
A A A
Banyak kisah dalam Al Qur'an yang memberikan pelajaran dan hikmah bagi hamba-hamba yang beriman. Salah satunya tentang hamba-hamba atau golongan yang selamat dari berbagai musibah dan ujian karena ketakwaan mereka kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ


“Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Mereka tidak disentuh oleh azab dan tidak bersedih hati." (QS Az Zumar : 61)



Maka siapa yang bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, menjalankan setiap perintah-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sungguh ia termasuk golongan yang Allah selamatkan dengan memperoleh kemenangan dari-Nya.

Sehingga manakala ia terjerumus ke dalam kebinasaan atau kehancuran, maka Allah akan menyelamatkannya serta memudahkannya untuk berlepas diri dari kehancuran tersebut. Karena itu, orang-orang bertakwa adalah golongan yang selamat . Hal ini sebagaimana yang dialami oleh generasi terdahulu dari kalangan para nabi dan salafus shalih.

Baca juga: Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam

Kisah Nabi-nabi yang Selamat

Tentang golongan yang selamat karena takwa, ustaz Mubin Amrulloh, Lc., MSI menceritakan tentang kisah hijrah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Nabi al-Mushthafa, Nabi yang dijuluki al-Amin, sayyidul muttaqiin tuannya orang-orang bertakwa? Yaitu ketika beliau shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari Kota Makkah untuk suatu perjalanan hijrah bersama sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Di saat keduanya bersembunyi dari kejaran orang-orang kafir Quraisy, hingga perasaan takut menyelimuti mereka.

Pada saat seperti itu, di situasi yang boleh dikatakan genting dan keduanya terancam dibunuh orang-orang musyrik Quraisy, Allah selamatkan keduanya dari bahaya yang mengancam.

Dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari hadits Anas bin Malik radhiallahu’anhu, bahwa pada saat itu Abu Bakar berkata,

يَا رَسُوْلَ اللهِ لَوْ نَظَرَ أَحَدُهُمْ إِلَى قَدَمَيْهِ لَأَبْصَرَنَا


“Wahai Rasulullah, seandainya salah satu di antara mereka melihat kedua kakinya, sungguh ia akan melihat dan mengetahui keberadaan kita.”

Dengan optimisme dan keyakinannya akan pertolongan Allah subhanahu wata’ala, baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menenangkan sahabatnya. Beliau katakan,

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللهُ ثَالِثُهُمَا


“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah membersamai kita. Wahai Abu Bakar, engkau tidak tahu bahwa bersama kita berdua yang ketiga adalah Allah.”

Maka Allah subhanahu wata’ala selamatkan Nabi-Nya dengan suatu kemenangan yang tanpa tersentuh bahaya padanya sedikit pun.

Kemudian kisah Nabi Yunus. Ketika ia pergi dan menghindarkan diri dari kaumnya dalam keadaan marah sebagai akibat dari pembangkangan mereka atas seruan dakwahnya.

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Nabi Yunus pergi dari kaumnya dengan menaiki suatu kapal. Setelahnya berlalu, kapal itu bergoyang seakan tak sanggup menahan beban berat para penumpangnya.

Singkat cerita, setiap orang di kapal tersebut berdiskusi siapa yang harus ditenggelamkan, yang dengannya dapat mengurangi beban kapal tersebut.

Hingga terpilihlah satu kaum yang di dalamnya terdapat Nabiyyullah Yunus ‘alaihissalam. Diterjunkanlah sebagian dari penumpang, dan sebagiannya lagi tetap berada di atas kapal.

Akhirnya, ketika Nabi Yunus ditenggelamkan, seekor ikan menelannya. Dan bagaimana keadaan beliau saat berada di dalam perut ikan, diabadikan Allah dalam al-Quran surat al-Anbiya ayat 87,

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ


“Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap,‘Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.’”

Allah subhanahu wata’ala mengabulkan permohonan Nabi Yunus, kemudian menyelamatkannya dari kegelapan dalam perut ikan. Allah menyelamatkannya dari duka dan kesedihan.

Dalam ayat yang lain, surat ash-Shaffaat ayat 143—144, Allah peringatkan tentang keadaan Nabiyyullah Yunus ‘alaihissalam,

فَلَوْلَآ اَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ


“Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,”

لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهِ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ


“niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan.”

Buah dari Takwa

Dai yang berkhidmat di lembaga dakwah ini, mengatakan, dua contoh kisah Nabi di masa lalu kita yakini akan kebenarannya. Tentu masih banyak contoh lainnya yang menggambarkan bagaimana seorang hamba selamat dari berbagai ragam bahaya yang mengancam jiwa, duka lara, dan kesedihan, karena takwa.

Ketakwaan menghadirkan kebaikan-kebaikan di dunia. Ketakwaan menyelamatkan pelakunya dari siksa neraka. Dan ketakwaan, menjaminkan seseorang memperoleh kebahagiaan yang kekal di hari pembalasan kelak.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا. ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا


“Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Rabb-mu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.”(QS Maryam : 71-72)

Baca juga: Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Patrick...
Ilmuwan Temukan Patrick Bintang Laut Pantat Besar di Argentina
Arkeolog Ungkap Rahasia...
Arkeolog Ungkap Rahasia yang Terkubur di Pegunungan Rocky selama 6.000 Tahun
Ibnu Katsir: Karyanya...
Ibnu Katsir: Karyanya Berkuaitas Tinggi, Tak Lekang oleh Sejarah
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved