Gunakan Cara Berbeda, Abu Nawas Meniru Umar bin Khattab
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi ini tanah galian baru," bantah Malaikat Nakir meragukan.
Kedua malaikat ini pun ragu. Keduanya saling adu pendapat. Satu malaikat yakin kalau ini adalah mayat baru, yang satu meragukan lubang kubur yang mereka datangi ini dimasuki penghuni baru. (Baca juga: Ide Gila Abu Nawas: Nyogok Tuan Hakim dengan Segentong Kotoran Sapi )
Setelah berdebat cukup lama, kedua malaikat memutuskan tetap menanyai Abu Nawas. “Siapa Tuhanmu?” ujar sang malaikat kepada Abu Nawas dengan suara menggelegar.
Abu Nawas benar-benar ketakutan maka ia pun tak langsung menjawab. Setelah hening sesaat, Abu Nawas menyahut, “Apa kalian tidak salah alamat? Lihat, kain kafanku ini ‘kan sudah usang. Berarti aku ini penghuni lama. Ya ‘kan?”
Kedua malaikat terdiam. Mereka memandangi Abu Nawas di sekujur tubuhnya. Memang, kain kafan yang dipakainya sangat usang, namun, tanahnya masih baru. Keduanya bertanya-tanya, apa mereka sedang dikibuli.
Kedua malaikat ini pun ragu. Keduanya saling adu pendapat. Satu malaikat yakin kalau ini adalah mayat baru, yang satu meragukan lubang kubur yang mereka datangi ini dimasuki penghuni baru. (Baca juga: Ide Gila Abu Nawas: Nyogok Tuan Hakim dengan Segentong Kotoran Sapi )
Setelah berdebat cukup lama, kedua malaikat memutuskan tetap menanyai Abu Nawas. “Siapa Tuhanmu?” ujar sang malaikat kepada Abu Nawas dengan suara menggelegar.
Abu Nawas benar-benar ketakutan maka ia pun tak langsung menjawab. Setelah hening sesaat, Abu Nawas menyahut, “Apa kalian tidak salah alamat? Lihat, kain kafanku ini ‘kan sudah usang. Berarti aku ini penghuni lama. Ya ‘kan?”
Kedua malaikat terdiam. Mereka memandangi Abu Nawas di sekujur tubuhnya. Memang, kain kafan yang dipakainya sangat usang, namun, tanahnya masih baru. Keduanya bertanya-tanya, apa mereka sedang dikibuli.
(mhy)
Lihat Juga :