Abu Nawas Dapat Proyek dari Baginda Membangun Istana di Langit
Minggu, 10 Mei 2020 - 03:41 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan menggunakan sayap Paduka yang mulia," kata Abu Nawas dengan bangga.
"Kalau begitu buatkan aku sayap supaya aku bisa terbang ke sana," kata Baginda.
"Paduka yang mulia, sayap itu hanya bisa diciptakan dalam mimpi," kata Abu Nawas menjelaskan.
"Engkau berani mengatakan aku gila sepertimu?" tanya Baginda sambil melotot.
'Ya, Baginda. Kurang lebih seperti itu," jawab Abu Nawas tangkas.
'Apa maksudmu?" tanya Baginda lagi.
"Baginda tahu bahwa membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan yang mustahil dilaksanakan. Tetapi Baginda tetap menyuruh hamba mengerjakannya. Sedangkan hamba juga tahu bahwa pekerjaan itu mustahil dikerjakan, tetapi hamba tetap menyanggupi titah Baginda yang tidak masuk akal itu," kata Abu Nawas enteng. (Baca juga: Raja Minta Nasehat Agama Kepada Abu Nawas )
Tanpa menoleh Baginda Raja kembali ke istana diiring para pengawalnya. Abu Nawas berdiri sendirian sambil memandang ke atas melihat istana terapung di awang-awang.
"Sebenarnya siapa diantara kita yang gila?" tanya Baginda mulai jengkel.
"Hamba kira kita berdua sama-sama tidak waras Tuanku," jawab Abu Nawas tanpa ragu. (Baca juga: Abu Nawas: Cinta itu Buta, Maka Perlu Diobati Kebutaannya )
"Kalau begitu buatkan aku sayap supaya aku bisa terbang ke sana," kata Baginda.
"Paduka yang mulia, sayap itu hanya bisa diciptakan dalam mimpi," kata Abu Nawas menjelaskan.
"Engkau berani mengatakan aku gila sepertimu?" tanya Baginda sambil melotot.
'Ya, Baginda. Kurang lebih seperti itu," jawab Abu Nawas tangkas.
'Apa maksudmu?" tanya Baginda lagi.
"Baginda tahu bahwa membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan yang mustahil dilaksanakan. Tetapi Baginda tetap menyuruh hamba mengerjakannya. Sedangkan hamba juga tahu bahwa pekerjaan itu mustahil dikerjakan, tetapi hamba tetap menyanggupi titah Baginda yang tidak masuk akal itu," kata Abu Nawas enteng. (Baca juga: Raja Minta Nasehat Agama Kepada Abu Nawas )
Tanpa menoleh Baginda Raja kembali ke istana diiring para pengawalnya. Abu Nawas berdiri sendirian sambil memandang ke atas melihat istana terapung di awang-awang.
"Sebenarnya siapa diantara kita yang gila?" tanya Baginda mulai jengkel.
"Hamba kira kita berdua sama-sama tidak waras Tuanku," jawab Abu Nawas tanpa ragu. (Baca juga: Abu Nawas: Cinta itu Buta, Maka Perlu Diobati Kebutaannya )
(mhy)
Lihat Juga :