Benarkah Ada Pasar di Surga? Seperti Apa Keadaan dan Keindahannya?
Rabu, 18 November 2020 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ ٱلْأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلْأَعْيُنُ ۖ وَأَنتُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
“Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az Zukhruf: 71).
(Baca juga : Disuntik Rp37,38 Triliun, Kinerja BUMN Harus Moncer )
Dalam hadis nabi disebutkan bahwa penduduk surga pergi ke pasar setiap hari Jum’at. Hal ini menurut Imam An Nawawi hanyalah perkiraan waktu. Pasalnya, di surga tidak mengenal siang dan malam, serta tidak ada matahari dan bulan.
“Maksud (ucapan nabi) ‘mereka mendatangi setiap hari Jumat’ ialah perkiraan lama waktu setiap Jumat atau sepekan. Tidaklah sepekan memiliki makna yang sebenarnya, karena tidak ada matahari, siang dan malam di surga,” jelas sang Imam dalam Syarh Muslim.
(Baca juga : Samakan Pelanggaran Habib Rizieq dengan Gibran, dr Tirta: Emang Salah Kok )
Rasulullah juga menyebut tentang angin utara dalam hadis beliau tentang pasar di surga. Makna angin utara tersebut sesuai dengan budaya bangsa Arab yang terbiasa menanti angin utara dari arah Syam. Angin dari arah utara tersebut dinantikan bangsa Arab karena biasanya membawa air hujan.
Karena itulah angin utara dianggap sebagai kabar gembira. Angin sejuk menggembirakan itu, akan dirasakan penduduk surga saat mereka menjalin keakraban di pasar.
(Baca juga : Taliban Sambut Baik Pengurangan Pasukan AS di Afghanistan )
Wallahu A'lam
“Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az Zukhruf: 71).
(Baca juga : Disuntik Rp37,38 Triliun, Kinerja BUMN Harus Moncer )
Dalam hadis nabi disebutkan bahwa penduduk surga pergi ke pasar setiap hari Jum’at. Hal ini menurut Imam An Nawawi hanyalah perkiraan waktu. Pasalnya, di surga tidak mengenal siang dan malam, serta tidak ada matahari dan bulan.
“Maksud (ucapan nabi) ‘mereka mendatangi setiap hari Jumat’ ialah perkiraan lama waktu setiap Jumat atau sepekan. Tidaklah sepekan memiliki makna yang sebenarnya, karena tidak ada matahari, siang dan malam di surga,” jelas sang Imam dalam Syarh Muslim.
(Baca juga : Samakan Pelanggaran Habib Rizieq dengan Gibran, dr Tirta: Emang Salah Kok )
Rasulullah juga menyebut tentang angin utara dalam hadis beliau tentang pasar di surga. Makna angin utara tersebut sesuai dengan budaya bangsa Arab yang terbiasa menanti angin utara dari arah Syam. Angin dari arah utara tersebut dinantikan bangsa Arab karena biasanya membawa air hujan.
Karena itulah angin utara dianggap sebagai kabar gembira. Angin sejuk menggembirakan itu, akan dirasakan penduduk surga saat mereka menjalin keakraban di pasar.
(Baca juga : Taliban Sambut Baik Pengurangan Pasukan AS di Afghanistan )
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :