Begini Doa Saat Menjenguk Orang Sakit Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Jum'at, 11 Desember 2020 - 06:00 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
CARA seorang muslim menjenguk saudaranya yang sakit berbeda dengan cara yang dilakukan orang lain (selain Islam), karena disertai dengan jampi dan doa . Maka di antara sunnahnya ialah si penjenguk mendoakan si sakit dan menjampinya (membacakan bacaan-bacaan tertentu) yang ada riwayatnya dari Rasulullah SAW . (Baca juga: Begini Doa Lengkap untuk Orang yang Meninggal Dunia Sesuai Sunnah Nabi )
Imam Bukhari menulis "Bab Du'a al-'Aa'id lil-Maridh" (Bab Doa Pengunjung untuk Orang Sakit), dan menyebutkan hadis Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW apabila menjenguk orang sakit atau si sakit yang dibawa kepada beliau, beliau mengucapkan:
"Hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan bagi manusia, sembuhkanlah, Engkau adalah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit." (Lihat Al-Bukhari dalam Fathul-Bari, hadits nomor 5675.)
Selanjutnya, ‘Abdul ‘Aziz dan Tsabit pernah menemui Anas bin Malik. Tsabit berkata pada Anas saat itu, “Wahai Abu Hamzah (nama kunyah dari Anas), aku sakit.”
Anas berkata, maukah aku meruqyahmu (menyembuhkanmu) dengan ruqyah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Tsabit pun menjawab, “Iya, boleh.” Lalu Anas membacakan do’a,
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma rabban naas mudzhibal ba'si isyfi antasy-syaafii laa syafii laa syafiya illaa anta syifaa'an laa yughaadiru saqoman
“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” (HR Bukhari, no. 5742; Muslim, no. 2191)
Dan Nabi SAW pernah menjenguk Sa'ad bin Abi Waqash kemudian mendoakannya: "Ya Allah sembuhkanlah Sa'ad, dan sempurnakanlah hijrahnya."
Baca juga: Seputar Tahlil: Beda Pendapat Para Ulama dan Bacaan Lengkap
Penghapus Dosa
Ada suatu keanehan sebagaimana dikemukakan dalam al-Fath (Fathul-Bari), yaitu adanya sebagian orang yang menganggap musykil mendoakan kesembuhan si sakit. Mereka beralasan bahwa sakit dapat menghapuskan dosa dan mendatangkan pahala, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis. Maka terhadap kemusykilan ini al-Hafizh Ibnu Hajar memberikan jawaban demikian, "Sesungguhnya doa itu adalah ibadah, dan tidaklah saling meniadakan antara pahala dan kafarat, sebab keduanya diperoleh pada permulaan sakit dan dengan sikap sabar terhadapnya.
Adapun orang yang mendoakan akan mendapat dua macam kebaikan, yaitu mungkin berhasil apa yang dimaksud--atau diganti dengan mendapatkan kemanfaatan lain-- atau ditolaknya suatu bahaya, dan semua itu merupakan karunia Allah Ta'ala."
Baca juga: 6 Anggota FPI Ditembak Mati, Aa Gym Bacakan Doa Ini
Imam Bukhari menulis "Bab Du'a al-'Aa'id lil-Maridh" (Bab Doa Pengunjung untuk Orang Sakit), dan menyebutkan hadis Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW apabila menjenguk orang sakit atau si sakit yang dibawa kepada beliau, beliau mengucapkan:
"Hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan bagi manusia, sembuhkanlah, Engkau adalah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit." (Lihat Al-Bukhari dalam Fathul-Bari, hadits nomor 5675.)
Selanjutnya, ‘Abdul ‘Aziz dan Tsabit pernah menemui Anas bin Malik. Tsabit berkata pada Anas saat itu, “Wahai Abu Hamzah (nama kunyah dari Anas), aku sakit.”
Anas berkata, maukah aku meruqyahmu (menyembuhkanmu) dengan ruqyah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Tsabit pun menjawab, “Iya, boleh.” Lalu Anas membacakan do’a,
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma rabban naas mudzhibal ba'si isyfi antasy-syaafii laa syafii laa syafiya illaa anta syifaa'an laa yughaadiru saqoman
“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” (HR Bukhari, no. 5742; Muslim, no. 2191)
Dan Nabi SAW pernah menjenguk Sa'ad bin Abi Waqash kemudian mendoakannya: "Ya Allah sembuhkanlah Sa'ad, dan sempurnakanlah hijrahnya."
Baca juga: Seputar Tahlil: Beda Pendapat Para Ulama dan Bacaan Lengkap
Penghapus Dosa
Ada suatu keanehan sebagaimana dikemukakan dalam al-Fath (Fathul-Bari), yaitu adanya sebagian orang yang menganggap musykil mendoakan kesembuhan si sakit. Mereka beralasan bahwa sakit dapat menghapuskan dosa dan mendatangkan pahala, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis. Maka terhadap kemusykilan ini al-Hafizh Ibnu Hajar memberikan jawaban demikian, "Sesungguhnya doa itu adalah ibadah, dan tidaklah saling meniadakan antara pahala dan kafarat, sebab keduanya diperoleh pada permulaan sakit dan dengan sikap sabar terhadapnya.
Adapun orang yang mendoakan akan mendapat dua macam kebaikan, yaitu mungkin berhasil apa yang dimaksud--atau diganti dengan mendapatkan kemanfaatan lain-- atau ditolaknya suatu bahaya, dan semua itu merupakan karunia Allah Ta'ala."
Baca juga: 6 Anggota FPI Ditembak Mati, Aa Gym Bacakan Doa Ini
Lihat Juga :