Filosofi Hidup Gus Baha yang Jarang Diketahui Orang

Minggu, 20 Desember 2020 - 08:30 WIB
loading...
Filosofi Hidup Gus Baha...
Gus Baha saat kajian di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, 26 Januari 2020. Foto/Ist
A A A
Gus Baha bernama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim lahir di Sarang, Rembang, Jawa Tengah, tahun 1970. Beliau adalah putra seorang ulama pakar Al-Qur'an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA KH Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Rembang, Jawa Tengah.

Gus Baha dikenal sebagai ulama dengan ceramah yang lugas dan berpenampilan sederhana. Kesederhanaan beliau bukanlah sebuah kebetulan, namun merupakan hasil didikan ayahnya dari kecil. Tausiyah-tausiyahnya yang mengena di hati membuat banyak banyak orang kagum dan takzhim padanya.

(Baca Juga: Gus Baha: Agama Harus Membawa Keceriaan Hati)

Walaupun usianya terbilang masih muda, beliau sering disejajarkan dengan ulama sepuh karena keilmuannya. Gus Baha merupakan salah satu santri kesayangan ulama kharismatik, KH Maimun Zubair (Mbah Moen) di Rembang.

Beliau dikenal sebagai salah satu ulama-NU yang memiliki pengetahuan mendalam tentang Al-Qur'an. Kemampuannya menyampaikan ilmu disertai argumen sederhana menjadikan persoalan yang rumit terasa mudah dicerna. Ceramahnya banyak dicari oleh warganet maupun para penuntu ilmu.

Gus Baha merupakan pribadi yang sangat sederhana. Keseharian beliau jauh dari kemewahan. Dalam menjalani kehidupannya, beliau mempunyai beberapa Filosofi Hidup. Inilah filosofi hidup Gus Baha yang dilansir dari beranda laduni.id.

"Posisi apapun sama sekali bukan tujuan. Tidak menjadi apapun juga tidak masalah. Tidak kenal orang juga tidak masalah. Tidak di akui keberadaannya juga tidak masalah. Tidak dihormati juga tidak masalah. Justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang malah lebih leluasa dan santai."

"Mendapatkan penghormatan bukan berarti kesuksesan. Menghormati belum tentu karena betul-betul memiliki rasa hormat. Bisa aja orang yang menghormati kita karena takut, karena diharuskan, karena mereka bekerja untuk kita, mereka butuh sama kita atau supaya terlihat pantas saja."

"Hidup ndak usah dibuat sulit, nggak usah ruwet, asal tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang, serta tidak mengusik hidup orang lain, itu sudah cukup."

Biografi Gus Baha
Gus Baha lahir pada 15 Maret 1970 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Ayah Gus Baha (KH Nursalim) merupakan murid dari KH Arwani al-Hafidz Kudus dan KH Abdullah Salam al-Hafidz Kajen Pati, yang nasabnya bersambung kepada para ulama besar. Dari silsilah keluarga ibu, Gus Baha menjadi bagian dari keluarga besar ulama Lasem, dari Bani Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Sarang, Gus Baha menikah dengan seorang putri Kiyai yang bernama Ning Winda pilihan pamannya dari keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Setelah menikah, Gus Baha hidup mandiri dengan keluarga barunya dan menetap di Yogyakarta. Selama di Yogya, beliau menyewa rumah untuk ditempati keluarga kecilnya.

Semenjak Gus Baha menetap di Yogyakarta, banyak santri-santri beliau di Karangmangu yang merasa kehilangan. Hingga akhirnya mereka menyusul Gus Baha ke Yogya dan patungan menyewa rumah di dekat rumah beliau. Saat di Yogya inilah kemudian banyak masyarakat sekitar rumah Gus Baha ikut ngaji kepada beliau.

Keilmuan
Gus Baha kecil dididik belajar dan menghafalkan Al-Qur'an secara langsung oleh ayahnya dengan menggunakan metode tajwid dan makhorijul huruf secara disiplin. Hal ini sesuai dengan karakteristik yang diajarkan guru ayahnya yaitu KH Arwani Kudus. Kedisiplinan tersebut membuat Gus Baha di usianya yang masih muda, mampu menghafal Al-Qur'an 30 Juz beserta Qiro'ahnya.

Menginjak remaja, ayahnya menitipkan Gus Baha untuk mondok dan berkhidmah kepada Syaikhina KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang. Pondok Al-Anwar tepat berada sekitar 10 KM arah timur dari rumahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
Ulama dan Cendikiawan...
Ulama dan Cendikiawan Iran yang Berjasa untuk Islam dan Dunia
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
KH Cholil Nafis Resmi...
KH Cholil Nafis Resmi Menjadi Ketua Badan Pengurus DSN-MUI
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Rekomendasi
Al Tusi, Ahli Matematika...
Al Tusi, Ahli Matematika dan Filsafat Pelopor Pendirian Observatorium Astronomi Terbesar di Dunia
3.000 Gletser Hilang...
3.000 Gletser Hilang Setiap Tahunnya Bukti Bumi Tak Bisa DIselamatkan
NASA Tangkap Sinyal...
NASA Tangkap Sinyal Aneh dari Antartika, Ilmuwan Sebut Fenomena Alam Tak Biasa
Artikel Terkini
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Infografis
Manfaat Seledri yang...
Manfaat Seledri yang Jarang Diketahui oleh banyak Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved