Ini Alasan Rasulullah Menjadikan Syaban Sebagai Bulan Berpuasa
Rabu, 02 Maret 2022 - 22:36 WIB
loading...
A
A
A
Dalam riwayat An-Nasa'i dari Aisyah, beliau berkata: "Bulan yang paling disukai oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk berpuasa (padanya) adalah Bulan Sya'ban. Beliau biasa menyambungnya dengan puasa Ramadhan."
Alasan Mengapa Rasulullah Memilih Sya'ban
Pertama, bahwa Sya'ban merupakan bulan yang dilalaikan oleh manusia antara Rajab dan Ramadhan. Nabi صلى الله عليه وسلم mengisyaratkan bahwa ketika bulan ini diapit oleh dua bulan yang agung, yakni bulan haram dan bulan puasa, maka orang-orang menyibukkan diri dengan kedua bulan itu, sehingga bulan ini menjadi terlalaikan. Dan banyak orang mengira bahwa puasa di bulan Rajab itu lebih utama daripada puasa di Bulan Sya'ban, karena Rajab merupakan bulan haram, padahal tidak demikian.
Kedua, di dalam hadits di atas juga terkandung dalil disunnahkannya memakmurkan waktu-waktu yang dilalaikan manusia dengan melakukan ketaatan. Dan hal itu disukai oleh Allah Ta'ala sebagaimana sekelompok orang dari kalangan Salaf menyukai menghidupkan waktu antara Sholat Maghrib dan Sholat Isya dengan melakukan sholat, dan mereka mengatakan bahwa itu adalah waktu yang sering dilalaikan manusia.
Untuk diketahui, Sya'ban berasal dari kata Syi'b yang berarti kelompok. Dinamakan begitu karena ketika masuk bulan Sya'ban, orang-orang Arab kembali ke kelompok (suku) mereka masing-masing. Mereka berkelompok lagi untuk berperang setelah sebelumnya pada bulan Rajab mereka duduk di rumah masing-masing.
Ulama Salaf Abu Bakar Al-Warroq Al-Balkhi rahimahullah pernah berkata: "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya'ban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman tersebut". Di bulan ini juga terjadi peristiwa penting yaitu, turunnya ayat perintah bersholawat (QS Al-Ahzab Ayat 56). Kemudian terjadinya tahwil Kiblat (peralihan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram). Di bulan ini juga terdapat malam yang sangat diberkahi yaitu Nisfhu Sya'ban (malam 15 Sya'ban).
Demikian keutamaan bulan Sya'ban. Semoga Allah memberkahi kita di bulan Sya'ban dan menyampaikan kita ke bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Amalan Malam Nisfu Sya'ban, Insya Allah Malam Senin 28 Maret 2021
Alasan Mengapa Rasulullah Memilih Sya'ban
Pertama, bahwa Sya'ban merupakan bulan yang dilalaikan oleh manusia antara Rajab dan Ramadhan. Nabi صلى الله عليه وسلم mengisyaratkan bahwa ketika bulan ini diapit oleh dua bulan yang agung, yakni bulan haram dan bulan puasa, maka orang-orang menyibukkan diri dengan kedua bulan itu, sehingga bulan ini menjadi terlalaikan. Dan banyak orang mengira bahwa puasa di bulan Rajab itu lebih utama daripada puasa di Bulan Sya'ban, karena Rajab merupakan bulan haram, padahal tidak demikian.
Kedua, di dalam hadits di atas juga terkandung dalil disunnahkannya memakmurkan waktu-waktu yang dilalaikan manusia dengan melakukan ketaatan. Dan hal itu disukai oleh Allah Ta'ala sebagaimana sekelompok orang dari kalangan Salaf menyukai menghidupkan waktu antara Sholat Maghrib dan Sholat Isya dengan melakukan sholat, dan mereka mengatakan bahwa itu adalah waktu yang sering dilalaikan manusia.
Untuk diketahui, Sya'ban berasal dari kata Syi'b yang berarti kelompok. Dinamakan begitu karena ketika masuk bulan Sya'ban, orang-orang Arab kembali ke kelompok (suku) mereka masing-masing. Mereka berkelompok lagi untuk berperang setelah sebelumnya pada bulan Rajab mereka duduk di rumah masing-masing.
Ulama Salaf Abu Bakar Al-Warroq Al-Balkhi rahimahullah pernah berkata: "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya'ban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman tersebut". Di bulan ini juga terjadi peristiwa penting yaitu, turunnya ayat perintah bersholawat (QS Al-Ahzab Ayat 56). Kemudian terjadinya tahwil Kiblat (peralihan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram). Di bulan ini juga terdapat malam yang sangat diberkahi yaitu Nisfhu Sya'ban (malam 15 Sya'ban).
Demikian keutamaan bulan Sya'ban. Semoga Allah memberkahi kita di bulan Sya'ban dan menyampaikan kita ke bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Amalan Malam Nisfu Sya'ban, Insya Allah Malam Senin 28 Maret 2021
(rhs)
Lihat Juga :