Agar Anak Berbahagia, Berikan Bekal Hingga ke Kehidupan Abadinya
Selasa, 23 Maret 2021 - 19:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: JK Usul Tarawih 2 Shift, Ini Respons Muhammadiyah dan NU
Karena itu, lanjut Buya Yahya, cinta yang sesungguhnya kepada anak akan diterjemahkan dengan kepedulian terhadap masa depan anak. Tidak ada masa depan yang sesungguhnya selain masa depan di akhirat yang abadi. Bukan cinta yang sesungguhnya bagi orang tua yang hanya ingin membahagiakan anaknya selama enam puluh tahun sepanjang hidupnya di dunia lalu melupakan kehidupan yang lebih lama setelah di dunia ini.
Yang berani membiayai sekolah anaknya untuk mencari ilmu dunia dengan biaya mahal tentu akan rela membiayai anaknya untuk mengambil bekal di akhirat dengan biaya yang lebih mahal. Jika masih ragu untuk yang demikian itu maka sangat diragukan kecintaan orang tua tersebut terhadap anaknya bahkan sangat mungkin diragukan keimanannya kepada kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.
Baca juga: Demi Geber Proyek, Utusan PT KAI Didapuk Jadi Bos di PT Kereta Cepat
Dan tidak sampai di sini, orang tua yang lalai memikirkan kebahagian anaknya kelak di akhirat akan menemukan kesengsaraan yang amat sangat seperti yang pernah dikisahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kisah seorang ahli ibadah yang hendak menuju ke surga akan tetapi tiba-tiba ada yang menyeru dari dasar neraka jahannam menginginkan agar orang yang hendak masuk surga itu di masukkan ke neraka bersamanya
Melihat kejadian seperti ini, Malaikat menghadap kepada Allah Subhanahu wata’ala dan Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan Malaikat agar menggiring orang tersebut ke neraka.
Baca juga: Pemkab Bogor Tuding PKL, Biang Keladi Banjir Jalan Stadion Pakansari Cibinong
Ia adalah orang tua yang ahli ibadah, ahli sedekah dan ahli kebaikan akan tetapi telah membiarkan sang anak tanpa ada bimbingan agar semakin dekat kepada Allah Subhanahu wata’ala dan tanpa pembekalan untuk di akhirat. Maka disebabkan keteledorannya dalam mempersiapkan masa depan anaknya di akhirat maka ia pun ikut rugi bersama sang anak di neraka jahannam.
Wallahu A’lam
Karena itu, lanjut Buya Yahya, cinta yang sesungguhnya kepada anak akan diterjemahkan dengan kepedulian terhadap masa depan anak. Tidak ada masa depan yang sesungguhnya selain masa depan di akhirat yang abadi. Bukan cinta yang sesungguhnya bagi orang tua yang hanya ingin membahagiakan anaknya selama enam puluh tahun sepanjang hidupnya di dunia lalu melupakan kehidupan yang lebih lama setelah di dunia ini.
Yang berani membiayai sekolah anaknya untuk mencari ilmu dunia dengan biaya mahal tentu akan rela membiayai anaknya untuk mengambil bekal di akhirat dengan biaya yang lebih mahal. Jika masih ragu untuk yang demikian itu maka sangat diragukan kecintaan orang tua tersebut terhadap anaknya bahkan sangat mungkin diragukan keimanannya kepada kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.
Baca juga: Demi Geber Proyek, Utusan PT KAI Didapuk Jadi Bos di PT Kereta Cepat
Dan tidak sampai di sini, orang tua yang lalai memikirkan kebahagian anaknya kelak di akhirat akan menemukan kesengsaraan yang amat sangat seperti yang pernah dikisahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kisah seorang ahli ibadah yang hendak menuju ke surga akan tetapi tiba-tiba ada yang menyeru dari dasar neraka jahannam menginginkan agar orang yang hendak masuk surga itu di masukkan ke neraka bersamanya
Melihat kejadian seperti ini, Malaikat menghadap kepada Allah Subhanahu wata’ala dan Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan Malaikat agar menggiring orang tersebut ke neraka.
Baca juga: Pemkab Bogor Tuding PKL, Biang Keladi Banjir Jalan Stadion Pakansari Cibinong
Ia adalah orang tua yang ahli ibadah, ahli sedekah dan ahli kebaikan akan tetapi telah membiarkan sang anak tanpa ada bimbingan agar semakin dekat kepada Allah Subhanahu wata’ala dan tanpa pembekalan untuk di akhirat. Maka disebabkan keteledorannya dalam mempersiapkan masa depan anaknya di akhirat maka ia pun ikut rugi bersama sang anak di neraka jahannam.
Wallahu A’lam
(wid)
Lihat Juga :