Tausiyah Gus Baha Tentang Tidurnya Orang Berpuasa, Apakah Termasuk Ibadah?
Minggu, 18 April 2021 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Jadi anggap saja tidur kita seperti, "Ya Allah saya mau tidur, meninggalkan maksiat. Jadi Malaikat Rokib-‘Atid diberi tahu, ini bukan sekadar tidur. Ini akan meninggalkan maksiat. Hitung mulai sekarang. Anggap ini kiat meninggalkan maksiat. Tidur enam jam, akhirnya tidak maksiat enam jam meskipun akhirnya maksiat karena bangun jam tujuh. Artinya maksiat tidak Subuhan," canda Gus Baha kepada para jamaah dan santri.
Melalui keutamaan tidur ini, Gus Baha juga menjelaskan betapa krusialnya peran ulama. Ulama lah yang mengajarkan bahwa tidur itu istirahat. Bahwa memulihkan kekuatan dan meninggalkan maksiat karena tidur itu juga ibadah. "Yang bisa menganalisis itu siapa? Ya tentu adalah ulama. Ulama memiliki sanad Musalsal ila Rasulillah," jelas Gus Baha.
Keutamaan tidur juga menjadi salah satu berkah umat Rasulullah. "Tidurnya umat Rasulullah itu luar biasa. Terutama tidurnya orang puasa dan tidurnya ulama," papar Gus Baha.
Selain itu Gus Baha menyebut tidur itu adalah sesuatu yang sakral. "Mari mencoba melihat sejarah semua Nabi, di antara wahyunya melalui apa? Melalui tidur, melalui mimpi." Oleh karena itu, mimpi ini harus dikelola dengan baik.
Gus Baha membagikan tips agar bisa mengelola mimpi dengan baik. Sebelum tidur, hendaknya berwudhu dahulu, membaca tasbih, dan meninggalkan semua dunia. Anggap saja ini adalah pemanasan kematian.
"Itu insya Allah mimpinya sip. Mimpi ketemu Dajjal, tidak ketangkap karena Dajjalnya kecebur kali. Kalau kamu tidak wudhu lalu tidak bisa tidur, malah makan dulu biar ngantuk, mimpinya dikejar Dajjal insya Allah ketangkap," canda Gus Baha disambut tawa jamaah.
Baca Juga: Dilarangnya Tidak Tidur Setelah Sahur, Ini Alasannya!
Melalui keutamaan tidur ini, Gus Baha juga menjelaskan betapa krusialnya peran ulama. Ulama lah yang mengajarkan bahwa tidur itu istirahat. Bahwa memulihkan kekuatan dan meninggalkan maksiat karena tidur itu juga ibadah. "Yang bisa menganalisis itu siapa? Ya tentu adalah ulama. Ulama memiliki sanad Musalsal ila Rasulillah," jelas Gus Baha.
Keutamaan tidur juga menjadi salah satu berkah umat Rasulullah. "Tidurnya umat Rasulullah itu luar biasa. Terutama tidurnya orang puasa dan tidurnya ulama," papar Gus Baha.
Selain itu Gus Baha menyebut tidur itu adalah sesuatu yang sakral. "Mari mencoba melihat sejarah semua Nabi, di antara wahyunya melalui apa? Melalui tidur, melalui mimpi." Oleh karena itu, mimpi ini harus dikelola dengan baik.
Gus Baha membagikan tips agar bisa mengelola mimpi dengan baik. Sebelum tidur, hendaknya berwudhu dahulu, membaca tasbih, dan meninggalkan semua dunia. Anggap saja ini adalah pemanasan kematian.
"Itu insya Allah mimpinya sip. Mimpi ketemu Dajjal, tidak ketangkap karena Dajjalnya kecebur kali. Kalau kamu tidak wudhu lalu tidak bisa tidur, malah makan dulu biar ngantuk, mimpinya dikejar Dajjal insya Allah ketangkap," canda Gus Baha disambut tawa jamaah.
Baca Juga: Dilarangnya Tidak Tidur Setelah Sahur, Ini Alasannya!
(rhs)
Lihat Juga :