Mengumandangkan Assholatu Tarawihi Rahimakumullah, Adakah Dalilnya?

loading...
Mengumandangkan Assholatu Tarawihi Rahimakumullah, Adakah Dalilnya?
Ustaz Miftah el-Banjary, Dai yang juga pakar ilmu linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran asal Banjar Kalimantan Selatan. Foto/Ist
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an,
Pensyarah Kitab Dalail Khairat

Mengawali sholat tarawih, seringkali Bilal mengumandangkan lafaz semacam ini:

الصَّلاَةُ جَامِعَة.. الصَّلاَةُ جَامِعَة
الصَّلاَةَ التَّراَوِيْحِ رَحِمَكُمُ اللهُ

"Ashalatu Jaami'ah.. Ashalatu Jaami'ah.. Asshalatu Tarawihi rahimakumullah.."

Darimana dasar dalilnya?



Jawab:

Dalilnya adalah Qiyas! Di dalam kitab "القياس في العبادة" karya Syekh Rami bin Muhammad Jibrin Salhab halaman 175 dijelaskan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari metodologi Al-Qiyas dari hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Rasulullah ketika menyeru orang-orang untuk sholat sunnah, seperti sholat Khusuf, beliau menyeru dan mengumandangkan lafaz demikian:

الصَّلاَةُ جَامِعَة.. الصَّلاَةُ جَامِعَة

Hal tersebut mendasari para Ulama juga menerapkan dalam memulai pelaksanaan sholat tarawih ketika orang-orang sudah berkumpul untuk melaksanakannya.

Jadi, ungkapan "Ashalatu Jaami'ah.. Ashalatu Jaami'ah" jelas bukan Bid'ah bagi orang yang paham Ushul Fiqh. Sebab hal tersebut pernah diucapkan dan diamalkan oleh Nabi Muhammad dalam konteks sholat sunnah yang lain.

Dan mengambil contoh Nabi dalam konteks yang serupa namanya Qiyas dan para ulama Mazhab menyepakatinya sebagai dasar hukum syariat, baik dalam penerapan hukum ibadah maupun hukum muamalah.

Bagi yang tidak memahami landasan dasar hukum Fiqh, dipahaminya apa yang tidak pernah ada di masa Nabi merupakan Bid'ah, padahal dia lupa bahwa para imam mazhab sepakat menjadikan landasan hukum Islam itu berdasar pada 4 komponen: (1) Al-Qur'an (2) Hadits (3) Qiyas (4) Ijma'.

Jadi, tidak semua yang tidak ada di zaman Nabi dapat serta merta dihukumi Bid'ah. Sebab, jika semua hukum didasarkan pada apa yang pernah dan tidak pernah dilakukan Nabi, tentu ilmu Fiqh dan Tauhid pun belum dikenal istilah keilmuannya di masa Nabi.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Hukum Sholat Tarawih Cepat, Bolehkah?
(rhs)
cover top ayah
اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ الَّذِيۡنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتۡ قُلُوۡبُهُمۡ وَاِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتُهٗ زَادَتۡهُمۡ اِيۡمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُوۡنَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,

(QS. Al-Anfal:2)
cover bottom ayah
preload video