Kiamat Sudah Dekat: Kabar Terbaru dari Makkah di Jazirah Arab
Sabtu, 01 Mei 2021 - 16:57 WIB
loading...
A
A
A
Dalam bahasa Arab, Al-Ahsa berarti suara air yang mengalir di bawah tanah. Nama ini sangat cocok dengan Oasis Al-Ahsa yang memiliki 150 mata air hangat, dingin, dan panas yang mengalir secara alami di tanahnya.
Al-Ahsa merupakan daratan geokultural yang unik serta contoh luar biasa antara interaksi manusia dengan lingkungannya.
Oasis Al-Ahsa berada sekitar 60 km dari Teluk Arab dan menjadikannya daerah yang paling mudah di akses. Wilayah ini juga mudah dijangkau dari Kota Riyadh yang berjarak sekitar 360 Km dan dari Damman hanya berjarak 250 km.
Baca juga: Kiamat Bisa Dipercepat Khatib yang Ogah Peringatkan Fitnah Dajjal
Tempo Dulu
Buku Sejarah Hidup Muhammad karya Muhammad Husain Haekal menyebutkan jazirah Arab bentuknya memanjang dan tidak parallelogram. Ke sebelah utara Palestina dan padang Syam, ke sebelah timur Hira, Dijla (Tigris), Furat (Euphrates) dan Teluk Persia, ke sebelah selatan Samudera Indonesia dan Teluk Aden, sedang ke sebelah barat Laut Merah.
Jadi, dari sebelah barat dan selatan daerah ini dilingkungi lautan, dari utara padang sahara dan dari timur padang sahara dan Teluk Persia. Panjang semenanjung itu melebihi seribu kilometer, demikian juga luasnya sampai seribu kilometer pula. Wilayah ini sanga tandus. Itu sebabnya, semua penjajah merasa enggan melihatnya. Dalam daerah yang seluas itu sebuah sungaipun tak ada.
Musim hujan yang akan dapat dijadikan pegangan dalam mengatur sesuatu usaha juga tidak menentu. Kecuali daerah Yaman yang terletak di sebelah selatan yang sangat subur tanahnya dan cukup banyak hujan turun, wilayah Arab lainnya terdiri dari gunung-gunung, dataran tinggi, lembah-lembah tandus serta alam yang gersang. Tak mudah orang akan dapat tinggal menetap atau akan memperoleh kemajuan.
Samasekali hidup di daerah itu tidak menarik selain hidup mengembara terus-menerus dengan mempergunakan unta sebagai kapalnya di tengah-tengah lautan padang pasir itu, sambil mencari padang hijau untuk makanan ternaknya, beristirahat sebentar sambil menunggu ternak itu menghabiskan makanannya, sesudah itu berangkat lagi mencari padang hijau baru di tempat lain.
Tempat-tempat beternak yang dicari oleh orang-orang badwi jazirah biasanya di sekitar mata air yang menyumber dari bekas air hujan, air hujan yang turun dari celah-celah batu di daerah itu. Dari situlah tumbuhnya padang hijau yang terserak di sana-sini dalam wahah-wahah yang berada di sekitar mata air.
Sudah wajar sekali dalam wilayah demikian itu, yang seperti Sahara Afrika Raya yang luas, tak ada orang yang dapat hidup menetap, dan cara hidup manusia yang biasapun tidak pula dikenal. Juga sudah biasa bila orang yang tinggal di daerah itu tidak lebih maksudnya hanya sekadar menjelajahinya dan menyelamatkan diri saja, kecuali di tempat-tempat yang tak seberapa, yang masih ditumbuhi rumput dan tempat beternak.
Juga sudah sewajarnya pula tempat-tempat itu tetap tak dikenal karena sedikitnya orang yang mau mengembara dan mau menjelajahi daerah itu. Praktis orang zaman dahulu tidak mengenal jazirah Arab, selain Yaman. Hanya saja letaknya itu telah dapat menyelamatkan dari pengasingan dan penghuninyapun dapat bertahan diri.
Kini tanah Jazirah Arab menjadi rebutan. Cadangan minyak bumi terbesar dunia ada di perut bumi Arab Saudi yakni 297,6 triliun barrel, Irak 145 triliun barrel, Kuwait 101,5 triliun barrel, dan Uni Emirat Arab 97,8 triliun barrel, belum lagi yang lainnya.
Perlahan namun pasti tanah di Jazirah Arab menuju kesuburannya. Kabar yang disampaikan Nabi akan segera menjadi kenyataan. Wallahu'alam.
Al-Ahsa merupakan daratan geokultural yang unik serta contoh luar biasa antara interaksi manusia dengan lingkungannya.
Oasis Al-Ahsa berada sekitar 60 km dari Teluk Arab dan menjadikannya daerah yang paling mudah di akses. Wilayah ini juga mudah dijangkau dari Kota Riyadh yang berjarak sekitar 360 Km dan dari Damman hanya berjarak 250 km.
Baca juga: Kiamat Bisa Dipercepat Khatib yang Ogah Peringatkan Fitnah Dajjal
Tempo Dulu
Buku Sejarah Hidup Muhammad karya Muhammad Husain Haekal menyebutkan jazirah Arab bentuknya memanjang dan tidak parallelogram. Ke sebelah utara Palestina dan padang Syam, ke sebelah timur Hira, Dijla (Tigris), Furat (Euphrates) dan Teluk Persia, ke sebelah selatan Samudera Indonesia dan Teluk Aden, sedang ke sebelah barat Laut Merah.
Jadi, dari sebelah barat dan selatan daerah ini dilingkungi lautan, dari utara padang sahara dan dari timur padang sahara dan Teluk Persia. Panjang semenanjung itu melebihi seribu kilometer, demikian juga luasnya sampai seribu kilometer pula. Wilayah ini sanga tandus. Itu sebabnya, semua penjajah merasa enggan melihatnya. Dalam daerah yang seluas itu sebuah sungaipun tak ada.
Musim hujan yang akan dapat dijadikan pegangan dalam mengatur sesuatu usaha juga tidak menentu. Kecuali daerah Yaman yang terletak di sebelah selatan yang sangat subur tanahnya dan cukup banyak hujan turun, wilayah Arab lainnya terdiri dari gunung-gunung, dataran tinggi, lembah-lembah tandus serta alam yang gersang. Tak mudah orang akan dapat tinggal menetap atau akan memperoleh kemajuan.
Samasekali hidup di daerah itu tidak menarik selain hidup mengembara terus-menerus dengan mempergunakan unta sebagai kapalnya di tengah-tengah lautan padang pasir itu, sambil mencari padang hijau untuk makanan ternaknya, beristirahat sebentar sambil menunggu ternak itu menghabiskan makanannya, sesudah itu berangkat lagi mencari padang hijau baru di tempat lain.
Tempat-tempat beternak yang dicari oleh orang-orang badwi jazirah biasanya di sekitar mata air yang menyumber dari bekas air hujan, air hujan yang turun dari celah-celah batu di daerah itu. Dari situlah tumbuhnya padang hijau yang terserak di sana-sini dalam wahah-wahah yang berada di sekitar mata air.
Sudah wajar sekali dalam wilayah demikian itu, yang seperti Sahara Afrika Raya yang luas, tak ada orang yang dapat hidup menetap, dan cara hidup manusia yang biasapun tidak pula dikenal. Juga sudah biasa bila orang yang tinggal di daerah itu tidak lebih maksudnya hanya sekadar menjelajahinya dan menyelamatkan diri saja, kecuali di tempat-tempat yang tak seberapa, yang masih ditumbuhi rumput dan tempat beternak.
Juga sudah sewajarnya pula tempat-tempat itu tetap tak dikenal karena sedikitnya orang yang mau mengembara dan mau menjelajahi daerah itu. Praktis orang zaman dahulu tidak mengenal jazirah Arab, selain Yaman. Hanya saja letaknya itu telah dapat menyelamatkan dari pengasingan dan penghuninyapun dapat bertahan diri.
Kini tanah Jazirah Arab menjadi rebutan. Cadangan minyak bumi terbesar dunia ada di perut bumi Arab Saudi yakni 297,6 triliun barrel, Irak 145 triliun barrel, Kuwait 101,5 triliun barrel, dan Uni Emirat Arab 97,8 triliun barrel, belum lagi yang lainnya.
Perlahan namun pasti tanah di Jazirah Arab menuju kesuburannya. Kabar yang disampaikan Nabi akan segera menjadi kenyataan. Wallahu'alam.
(mhy)
Lihat Juga :