Apakah Kekayaan Pertanda Kemuliaan dan Kemiskinan Pertanda Kehinaan?
Jum'at, 28 Mei 2021 - 09:02 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
Allah SWT tidak pernah menjadikan kekayaan dan kekurangan yang meliputi kondisi seseorang sebagai bentuk penilaian kemuliaan atau kerendahan derajatnya di sisi-Nya. Namun, itu semua merupakan ujian dan cobaan yang Allah berikan kepada umat manusia yang tidak lepas dari takdir dan qodho-Nya.
Allah SWT berfirman:
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui [Saba/34:36].
Baca juga: Raffi Ahmad Dijuluki Sultan karena Dianggap Kaya, Ini Tanggapan sang Mama
Allah memberikan kekayaan kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai, menyempitkan rezeki orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai.
Pada ketentuan-ketentuan Allah ini terdapat hikmah yang luhur lagi sempurna yang tidak diketahui selain-Nya. Akan tetapi, kebanyakan orang tidak menyadarinya.
Sedangkan firman Allâh SWTT: (كَلاَّ) adalah bentuk kata bantahan guna menjelaskan bahwa kenyataannya tidak seperti yang kalian katakan dan tidak seperti pandangan manusia umumnya. Bantahan kepada orang-orang yang mengukur segala sesuatu dengan materi.
Dalam kata ini terdapat unsur meluruskan pandangan yang keliru di atas, dan bahwa pemberian dan menahan rezeki tidak terkait dengan pemuliaan bagi seseorang maupun penghinaan baginya. Akan tetapi, itu semua merupakan ujian dari Allah kepada hamba-Nya.
Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Masalahnya tidak seperti yang ia perkirakan. Tidak seperti pandangan yang pertama, juga tidak seperti pandangan yang kedua. (Sebab) Allah memberikan kekayaan kepada orang yang Allah cintai dan yang tidak Allah cintai, menyempitkan rezeki pada orang yang Allah cintai dan yang tidak Dia cintai.
Allah SWT berfirman:
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui [Saba/34:36].
Baca juga: Raffi Ahmad Dijuluki Sultan karena Dianggap Kaya, Ini Tanggapan sang Mama
Allah memberikan kekayaan kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai, menyempitkan rezeki orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai.
Pada ketentuan-ketentuan Allah ini terdapat hikmah yang luhur lagi sempurna yang tidak diketahui selain-Nya. Akan tetapi, kebanyakan orang tidak menyadarinya.
Sedangkan firman Allâh SWTT: (كَلاَّ) adalah bentuk kata bantahan guna menjelaskan bahwa kenyataannya tidak seperti yang kalian katakan dan tidak seperti pandangan manusia umumnya. Bantahan kepada orang-orang yang mengukur segala sesuatu dengan materi.
Dalam kata ini terdapat unsur meluruskan pandangan yang keliru di atas, dan bahwa pemberian dan menahan rezeki tidak terkait dengan pemuliaan bagi seseorang maupun penghinaan baginya. Akan tetapi, itu semua merupakan ujian dari Allah kepada hamba-Nya.
Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Masalahnya tidak seperti yang ia perkirakan. Tidak seperti pandangan yang pertama, juga tidak seperti pandangan yang kedua. (Sebab) Allah memberikan kekayaan kepada orang yang Allah cintai dan yang tidak Allah cintai, menyempitkan rezeki pada orang yang Allah cintai dan yang tidak Dia cintai.
Lihat Juga :