Haji Wada (2): Rasulullah SAW Sempat Marah Karena Perintahnya Tidak Diikuti
Minggu, 06 Juni 2021 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Islamisasi Yaman dan Hadramaut Menjelang Haji Wada
Padang-padang pasir seluruh jazirah, gunung-gunung, lembah-lembah dan padang tanaman yang segar menghijau, terkejut mendengarnya, dengan kumandangnya yang bersahut-sahutan; suatu hal yang belum pernah dikenal, sebelum Nabi yang ummi ini, Rasul dan Hamba Allah ini datang memberkahinya.
Tatkala rombongan itu sampai di Sarif - suatu tempat antara jalan Makkah dengan Madinah - Nabi Muhammad SAW berkata kepada sahabat-sahabatnya:
"Barangsiapa di antara kamu tidak membawa binatang kurban dan ingin menjadikan (ihram) ini sebagai umrah, lakukanlah; tetapi yang membawa binatang kurban jangan."
Bilamana jamaah haji sudah sampai di Mekah pada hari keempat Zulhijjah, Nabi cepat-cepat menuju Ka'bah diikuti oleh kaum Muslimin yang lain. Kemudian ia menyentuh hajar aswad dan menciumnya, lalu bertawaf di Ka'bah sebanyak tujuh kali dan pada tiga kali yang pertama ia berlari-lari seperti yang dilakukan pada waktu 'umrat'l-qadza'.
Setelah melakukan salat di Maqam Ibrahim ia kembali dan sekali lagi mencium hajar aswad. Kemudian ia keluar dari mesjid itu menuju ke sebuah bukit di Shafa, lalu melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa.
Selanjutnya Nabi Muhammad SAW berseru supaya barangsiapa tidak membawa ternak kurban untuk disembelih, jangan terus mengenakan pakaian ihram. Ada beberapa orang yang masih ragu-ragu. Atas sikap yang masih ragu-ragu ini Nabi marah sekali seraya katanya
"Apa yang kuperintahkan, lakukanlah."
Dalam keadaan masih gusar itu Nabi memasuki kubahnya, sehingga Aisyah bertanya:
"Kenapa jadi marah?"
"Bagaimana takkan marah, aku memerintahkan sesuatu tidak dijalankan."
Padang-padang pasir seluruh jazirah, gunung-gunung, lembah-lembah dan padang tanaman yang segar menghijau, terkejut mendengarnya, dengan kumandangnya yang bersahut-sahutan; suatu hal yang belum pernah dikenal, sebelum Nabi yang ummi ini, Rasul dan Hamba Allah ini datang memberkahinya.
Tatkala rombongan itu sampai di Sarif - suatu tempat antara jalan Makkah dengan Madinah - Nabi Muhammad SAW berkata kepada sahabat-sahabatnya:
"Barangsiapa di antara kamu tidak membawa binatang kurban dan ingin menjadikan (ihram) ini sebagai umrah, lakukanlah; tetapi yang membawa binatang kurban jangan."
Bilamana jamaah haji sudah sampai di Mekah pada hari keempat Zulhijjah, Nabi cepat-cepat menuju Ka'bah diikuti oleh kaum Muslimin yang lain. Kemudian ia menyentuh hajar aswad dan menciumnya, lalu bertawaf di Ka'bah sebanyak tujuh kali dan pada tiga kali yang pertama ia berlari-lari seperti yang dilakukan pada waktu 'umrat'l-qadza'.
Setelah melakukan salat di Maqam Ibrahim ia kembali dan sekali lagi mencium hajar aswad. Kemudian ia keluar dari mesjid itu menuju ke sebuah bukit di Shafa, lalu melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa.
Selanjutnya Nabi Muhammad SAW berseru supaya barangsiapa tidak membawa ternak kurban untuk disembelih, jangan terus mengenakan pakaian ihram. Ada beberapa orang yang masih ragu-ragu. Atas sikap yang masih ragu-ragu ini Nabi marah sekali seraya katanya
"Apa yang kuperintahkan, lakukanlah."
Dalam keadaan masih gusar itu Nabi memasuki kubahnya, sehingga Aisyah bertanya:
"Kenapa jadi marah?"
"Bagaimana takkan marah, aku memerintahkan sesuatu tidak dijalankan."
Lihat Juga :