Brunei Bebas Corona (1): Masya Allah Ternyata Ini Rahasianya

loading...
Brunei Bebas Corona (1): Masya Allah Ternyata Ini Rahasianya
Pemimpin Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah saat pidato yang disiarkan televisi nasional Brunei dalam program Berita Perdana baru-baru ini. Foto/Ist
Pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman bagi seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, namun tidak demikian dengan Brunei Darussalam. Masya Allah, Brunei Darussalam justru menjadi satu negara di dunia yang terbebas dari wabah Covid-19. Apa rahasianya?

Merujuk laporan dari Kementerian Kesehatan Brunei, negara berpenduduk 450 ribu jiwa ini hanya memiliki angka kasus yang sangat kecil secara nasional hanya 229 kasus. Adapun total 88 kasus impor dikonfirmasi sejak kasus infeksi lokal terakhir pada 6 Mei 2020 lalu.

Baca Juga: Covid-19 Kian Mengganas, Anak-anak Jangan Keluar Rumah Dulu

Brunei Darussalam melaporkan pada tahun ini tidak memiliki kasus baru Covid-19. Selama setahun, Brunei tidak alami penularan lokal Covid. Salah satu ikhtiar Pemerintah Brunei yaitu menerapkan pengawasan ketat di perbatasan dan peraturan perjalanan untuk menahan penyebaran virus dari pelancong.

Negara juga memberlakukan larangan berkerumunan atau perkumpulan massa di samping melakukan program Vaksinasi Nasional sejak April tahun ini. Ikhtiar terus dilakukan baik antisipasi masuknya pelancong maupun secara medis.

Rahasia Bebas Covid-19
Brunei Bebas Corona (1): Masya Allah Ternyata Ini Rahasianya

Selain ikhtiar di atas, ternyata ada satu rahasia yang diyakini sebagai asbab Brunei Darussalam terlindung dari serangan wabah Corona. Apakah itu? Mari kita simak pidato dari Perdana Menteri Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam.

Sebelum kita simak keterangan Sultan Hassanal Bolkiah, untuk diketahui Brunei adalah negara Islam yang memproklamasikan kemerdekaannya pada 1 Januari 1984. Brunei menjadi salah satu negara kaya yang berpengaruh di Asia. Negara kecil ini terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan menjalankan syariat Islam baik dalam pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

Kata Darussalam, istilah dalam bahasa Arab untuk "tempat yang damai" atau "Rumah Keamanan", disematkan pada abad ke-15 oleh Sultan ke-3, Syarif Ali untuk menegaskan Islam sebagai agama negara, serta untuk meningkatkan penyebarannya.

Dua pertiga jumlah penduduk Brunei adalah orang Melayu. Islam ialah agama resmi Brunei, dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu. Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (orang TiongHoa), agama Kristen, (dalam komunitas-komunitas yang teramat kecil).

Budaya Brunei seakan sama dengan budaya Melayu, dengan pengaruh kuat dari Islam, tetapi kelihatan lebih konservatif dibandingkan Malaysia dan Indonesia. Penjualan dan penggunaan alkohol diharamkan. Orang luar dan non-Muslim dibolehkan membawa 12 bir dan dua botol miras setiap kali mereka masuk negara ini.
halaman ke-1
cover top ayah
وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ اَنۡ تَمُوۡتَ اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ؕ وَ مَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الدُّنۡيَا نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ‌ۚ وَمَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الۡاٰخِرَةِ نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ‌ؕ وَسَنَجۡزِى الشّٰكِرِيۡنَ
Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

(QS. Ali 'Imran:145)
cover bottom ayah
preload video