Jangan Sampai Lupa! Inilah Makna Dua Kalimat Syahadat
Selasa, 22 Juni 2021 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Allah mengutus beliau kepada seluruh manusia dan mewajibkan mereka untuk membenarkan kabar yang beliau bawa dan menaati beliau melebihi ketaatan kepada manusia seluruhnya.
Siapa saja yang menaati beliau maka dia mukmin, siapa saja yang mengingkari beliau maka dia kafir.
Syahadat tho'ah "Muhammad Abduhu wa Rosuluh" mengandung dua rukun, yaitu:
1. Tidak ifroth (berlebihan-lebihan) mengkultuskan seperti Tuhan seperti yang terjadi kepada Nabi Isa, As. yang terkandung dalam kalimat "Abduhu" (hamba-Nya) yaitu beliau juga manusia yang diciptakan sebagaimana manusia yang lainnya, hanya saja Rasulullah tidak seperti manusia biasa lainnya. Kita tidur, Rasulullah juga tidur. Namun hatinya Rasulullah tetap terikat dengan Allah. Makanya para ulama mengatakan dalam bait syairnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, Manusia tetapi tidak seperti manusia biasa.
2. Tidak tafrith (meremehkan) yang terkandung dalam kalimat "Rosuluh" (Rosul-Nya) yaitu Allah mengangkat derajat beliau di atas seluruh manusia sebagai seorang Nabi dan Rasul, maka tidak boleh meremehkan kedudukan beliau dengan menganggapnya hanya tokoh sejarah, mengolok-olok ajaran beliau, bahkan kita wajib mencintai beliau melebihi kecintaan kita kepada kedua orangtua, anak, dan manusia seluruhnya termasuk diri kita sendiri.
Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (QS Al-Imran: 164)
Semoga dengan memahami Dua Kalimat Syahadat, kita dimudahkan untuk mengucapkannya di saat akhir hayat kita. Aamiin!
Wallahu A'lam
Baca Juga: 5 Keutamaan Mengucap Zikir Laa Ilaha Illallah
Siapa saja yang menaati beliau maka dia mukmin, siapa saja yang mengingkari beliau maka dia kafir.
Syahadat tho'ah "Muhammad Abduhu wa Rosuluh" mengandung dua rukun, yaitu:
1. Tidak ifroth (berlebihan-lebihan) mengkultuskan seperti Tuhan seperti yang terjadi kepada Nabi Isa, As. yang terkandung dalam kalimat "Abduhu" (hamba-Nya) yaitu beliau juga manusia yang diciptakan sebagaimana manusia yang lainnya, hanya saja Rasulullah tidak seperti manusia biasa lainnya. Kita tidur, Rasulullah juga tidur. Namun hatinya Rasulullah tetap terikat dengan Allah. Makanya para ulama mengatakan dalam bait syairnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, Manusia tetapi tidak seperti manusia biasa.
2. Tidak tafrith (meremehkan) yang terkandung dalam kalimat "Rosuluh" (Rosul-Nya) yaitu Allah mengangkat derajat beliau di atas seluruh manusia sebagai seorang Nabi dan Rasul, maka tidak boleh meremehkan kedudukan beliau dengan menganggapnya hanya tokoh sejarah, mengolok-olok ajaran beliau, bahkan kita wajib mencintai beliau melebihi kecintaan kita kepada kedua orangtua, anak, dan manusia seluruhnya termasuk diri kita sendiri.
Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (QS Al-Imran: 164)
Semoga dengan memahami Dua Kalimat Syahadat, kita dimudahkan untuk mengucapkannya di saat akhir hayat kita. Aamiin!
Wallahu A'lam
Baca Juga: 5 Keutamaan Mengucap Zikir Laa Ilaha Illallah
(rhs)
Lihat Juga :